News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Azis Syamsuddin Didakwa Suap Bekas Penyidik KPK Rp3,619 Miliar

Azis Syamsuddin didakwa beri suap Rp3,619 miliar kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin dan advokat Maskur Husain terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.
Senin, 6 Desember 2021 - 12:50 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menunggu dimulainya sidang dakwaan di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12/2021).
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta - Mantan Wakil Ketua DPR Muhammad Azis Syamsuddin didakwa memberi suap senilai Rp3,099 miliar dan 36 ribu dolar AS sehingga totalnya sekitar Rp3,619 miliar kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain terkait pengurusan penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

"Muhammad Azis Syamsuddin telah memberi uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp3.099.887.000 dan 36 ribu dolar Singapura kepada Stepanus Robin Pattuju selaku penyidik KPK dan Maskur Husain dengan maksud supaya dibantu mengurus kasus yang melibatkan terdakwa dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/12/2021).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, KPK melakukan penyelidikan dugaan adanya tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017 sejak 8 Oktober 2019 dimana diduga ada keterlibatan Azis dan Aliza Gunado sebagai pihak penerima suap.

Aliza Gunado adalah mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pernah menjadi Direktur Bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lampung Jasa Utama sekaligus orang kepercayaan Azis Syamsuddin.

"Mengetahui dirinya dan Aliza Gunado ikut diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait pengurusan DAK APBN-P Kabupaten Lampung Tengah, terdakwa kemudian berusaha agar dirinya dan Aliza Gunado tidak dijadikan tersangka oleh KPK, dengan berupaya meminta bantuan kepada penyidik KPK," tambah jaksa Lie.

Azis lalu meminta bantuan seorang anggota Polri Agus Supriyadi untuk dikenalkan dengan penyidik KPK, dan Agus berhasil mengenalkan Azis dengan Stepanus Robin yang menjadi penyidik KPK sejak 15 Agustus 2019 dari unsur Polri.

Azis lalu bertemu dengan Stepanus Robin di rumah dinas Azis pada Agustus 2020 guna mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Stepanus Robin dan Maskur Husain menyampaikan kesediaannya untuk membantu dengan imbalan uang sejumlah Rp4 miliar dengan perhitungan masing-masing sejumlah Rp2 miliar dari Azis dan Aliza Gunado, dengan uang muka sejumlah Rp300 juta dan Azis menyetujuinya.

Uang muka diberikan Azis ke Stepanus Robin dan Maskur Husain dengan pembagian Stepanus Robin menerima sejumlah Rp100 juta dan Maskur Husain menerima Rp200 juta. Uang ditransfer dari rekening BCA milik Azis secara bertahap sebanyak empat kali masing-masing sejumlah Rp50 juta yaitu pada 2, 3, 4 dan 5 Agustus 2020.

Pada 5 Agustus 2020, Azis kembali memberi uang secara tunai sejumlah 100 ribu dolar AS kepada Stepanus Robin di rumah dinas Azis di di Jalan Denpasar Raya Jakarta Selatan. Saat itu Stepanus Robin datang di antar Agus Susanto.

"Uang tersebut sempat Stepanus Robin Pattuju tunjukkan kepada Agus Susanto pada saat di dalam mobil sekaligus menyampaikan bahwa terdakwa meminta bantuan Stepanus Robin yang Agus Susanto pahami terkait kasus terdakwa di KPK," ungkap jaksa.

Sebagian uang dolar AS pemberian Azis tersebut yakni sejumlah 36 ribu dolar AS diserahkan kepada Maskur Husain di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sedangkan sisanya sebanyak 64 ribu dolar AS ditukarkan di "money changer" dengan menggunakan identitas Agus Susanto menjadi sejumlah Rp936 juta.

Uang hasil penukaran tersebut sebagian diberikan kepada Maskur Husain sebesar Rp300 juta pada awal September 2020 di rumah makan Borero Keramat Sentiong.

Selain pemberian tersebut pada Agustus 2020 sampai Maret 2021, Azis juga beberapa kali memberikan uang kepada Stepanus Robin dan Maskur Husain yang jumlah keseluruhannya adalah 171.900 dolar Singapura.

Stepanus Robin kemudian menukar uang tersebut di "money changer" dengan menggunakan identitas Agus Susanto dan Rizky Cinde Awaliyah (teman Stepanus Robin) menjadi bentuk rupiah sejumlah Rp1.863.887.000.

Sebagian uang tersebut lalu diberikan kepada Maskur Husain yaitu pada awal September 202 sejumlah Rp1 miliar dan Rp800 juta juga masih pada September 2020.

Atas perbuatannya, Azis diancam pidana dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 13 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasal tersebut mengatur orang yang memberikan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima pemberian atau janji dapat dipidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda minimal Rp50 juta maksimal Rp250 juta.

Terhadap dakwaan tersebut, Azis Syamsuddin tidak mengajukan nota keberatan (eksepsi) sehingga sidang akan dilanjutkan pada Senin (13/12). (ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

4 Shio yang Dianugerahi Peluang Emas pada 18 Juli 2026, Ayam Paling di Luar Dugaan

4 Shio yang Dianugerahi Peluang Emas pada 18 Juli 2026, Ayam Paling di Luar Dugaan

4 shio yang dianugerahi peluang emas pada 18 Juli 2026 sudah terungkap! Ayam paling di luar dugaan, cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio besok sekarang!
Jadwal AVC Boy's U-18 2026: Timnas Voli Indonesia U-18 Main Sore Ini, Garuda Muda Tantang Bahrain Demi Posisi 10 Besar

Jadwal AVC Boy's U-18 2026: Timnas Voli Indonesia U-18 Main Sore Ini, Garuda Muda Tantang Bahrain Demi Posisi 10 Besar

Jadwal AVC Boy's U-18 2026, Jumat 17 Juli dimana Timnas Voli Indonesia U-18 akan melanjutkan perjuangannya sore ini menghadapi wakil timur tengah, Bahrain.
3 Kasus Kematian Dokter Viral Bulan ini: dari dr Icha hingga Dokter PPDS di Siak Tewas di Semak-semak

3 Kasus Kematian Dokter Viral Bulan ini: dari dr Icha hingga Dokter PPDS di Siak Tewas di Semak-semak

Berikut rekapan kasus kematian dokter yang viral hingga pertengahan Juli 2026, mulai dari Dokter Icha, Dokter PPDS, dr Adrian Rantung dan dr Alex Kristo Loris.
Viral, Anak di Bekasi Diduga Diperkosa Ayah Kandung dan Pamannya, Respons Ibu: Asal Tidak Hamil

Viral, Anak di Bekasi Diduga Diperkosa Ayah Kandung dan Pamannya, Respons Ibu: Asal Tidak Hamil

Sebuah unggahan viral di media sosial memperlihatkan seorang anak diduga menjadi korban pemerkosaan oleh ayah dan pamannya.
Prajurit TNI AD yang Meninggal Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Telah di Makamkan

Prajurit TNI AD yang Meninggal Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Telah di Makamkan

Saat ini empat korban luka berat malam ini juga telah dipindahkan dari ruangan IGD ke ruangan rawat inap rumah sakit setempat. Begitu juga dua korban luka ringan telah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.
Polemik Amplop Raja Juli dari Bupati Kuansing, KPK: Sudah Selesai!

Polemik Amplop Raja Juli dari Bupati Kuansing, KPK: Sudah Selesai!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap polemik amplop yang diberikan oleh Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby ke Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni sudah selesai pada tahap pencegahan.

Trending

Fakta Baru Kasus Penghuni Indekos di Kemayoran Tewas Diduga Sengaja Dibakar, Polisi: Ada Suara Perempuan

Fakta Baru Kasus Penghuni Indekos di Kemayoran Tewas Diduga Sengaja Dibakar, Polisi: Ada Suara Perempuan

Polisi mengungkap fakta baru dibalik tewasnya penghuni kos, laki-laki berinisial M (27) yang diduga akibat kebakaran disengaja di Jalan Sumur Batu Raya Gang Buntu, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/4/2026) lalu.
Maia Estianty Soroti Perjuangan Para Perempuan Pencari Nafkah, Sampaikan Pesan Menyentuh Ini

Maia Estianty Soroti Perjuangan Para Perempuan Pencari Nafkah, Sampaikan Pesan Menyentuh Ini

Maia Estianty kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemberdayaan perempuan. Musisi sekaligus pebisnis tersebut ikut memberikan dukungan kepada ratusan perempuan.
Kecanggihan AI Bantu Peran Project Manager

Kecanggihan AI Bantu Peran Project Manager

Peran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu topik utama dalam Project Management Institute (PMI) Global Summit Series Seoul yang telah diselenggarakan pada 10–11 Juni 2026 di Seoul, Korea Selatan.
Pria Singapura Tega Habisi Nyawa Kekasihnya di Bali: Mayat Korban Disembunyikan di Balik Selimut, Motifnya Terungkap

Pria Singapura Tega Habisi Nyawa Kekasihnya di Bali: Mayat Korban Disembunyikan di Balik Selimut, Motifnya Terungkap

Polresta Denpasar akhirnya mengungkap tabir gelap di balik penemuan jasad seorang wanita WNI berinisial AS yang membusuk di sebuah kamar kos di kawasan Denpasar Selatan. 
Prajurit TNI AD yang Meninggal Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Telah di Makamkan

Prajurit TNI AD yang Meninggal Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Telah di Makamkan

Saat ini empat korban luka berat malam ini juga telah dipindahkan dari ruangan IGD ke ruangan rawat inap rumah sakit setempat. Begitu juga dua korban luka ringan telah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.
Teka-teki Ledakan Maut Gudang Amunisi TNI di Madiun, Kadispenad: Jangan Berspekulasi

Teka-teki Ledakan Maut Gudang Amunisi TNI di Madiun, Kadispenad: Jangan Berspekulasi

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bergerak cepat merespons insiden meledaknya Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang terjadi pada Kamis (16/7). 
KPK Ungkap Pemeriksaan Bobby Rizaldi Soal Proses Audit BPK di Pemkab Muara Enim

KPK Ungkap Pemeriksaan Bobby Rizaldi Soal Proses Audit BPK di Pemkab Muara Enim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa lima saksi terkait kasus suap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal pengadaan di Kabupaten Muara Enim.
Selengkapnya

Viral