News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menparekraf Sandiaga Uno Banjir Kritik Usai Dukung Beach Club Raffi Ahmad, Kali Ini dari Pengamat Tata Kota, Tak Ada Kata Ampun!

Pengamat Tata Kota, Nirwono Yoga kritik Menparekraf Sandiaga Uno usai dukung Raffi Ahmad bangun beach club di atas KBAK Gunungsewu, Gunungkidul, Yogyakarta.
Jumat, 12 Januari 2024 - 00:20 WIB
Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.
Sumber :
  • Dok Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno banjir kritikan dari masyarakat pascamendukung presenter kondang Raffi Ahmad yang hendak membangun beach club di atas Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, Gunungkidul, Yogyakarta.

Menanggapi hal itu, Pengamat Tata Kota, Nirwono Yoga mempertanyakan sikap Sandiaga Uno sebelum menyetujui pembangunan Beach Club tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya calon investor atau pengembang di KBAK tersebut telah menunjukkan hasil uji AMDAL lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi. Hal itu perlu dilakukan untuk memastikan apakah sudah melalui kajian yang matang. 

"Jadi bukan sekadar formalitas memenuhi regulasi. Selain itu apakah pihak investor sudah melibatkan masyarakat lokal sejak awal, khususnya bagaimana strategi investor atau pengembang dalam mengantisipasi dan rencana mitigasi potensi kerusakan alam yang akan terjadi akibat pengembangan kawasan dan pembangunan fisik yang akan dilakukan investor/pengembang," kata Nirwono Yoga kepada awak media, Jakarta, Kamis (11/1/2024).

tvonenews

Kemudian, perlu langkah pengecekan tentang konsep pengembangan ekonomi inklusif yang akan berdampak langsung terhadap warga lokal. 

"Bukan sekadar menyediakan membuka lapangan kerja, tetapi peluang ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan warga lokal sekaligus apa yang akan diterapkan untuk menjamin kelestarian alam bukan mengeksploitasi alam," tegasnya.

Dia berpendapat Sandiaga Uno turut harus melakukan pengevekan rencana tata ruang wilayah kawasan pantai tersebut merupakan cagar yang dilindungi (Unesco). Langkah itu diperlukan agar tak terjadinya gagal paham terkait rencana pembangan beach club tersebut.

Sebab jika status Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, Gunungkidul merupakan cagar yang dilindungi Unesco, maka ada batasan yang harus dipatuhi semua pihak.

"Jika benar menjadi kawasan ekologis yang dilindungi Unesco, maka sudah ada peraturan ketat yang dibuat Unesco untuk pemanfaatan maupun pengembangan kawasan ekologis tersebut secara terbatas dan ketat. Ini yang harus dicek kembali," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam rencana tata ruang wilayah dan persyaratan Unesco, maka pemerintah pusat atau Kemenparekraf dapat menarik dukungannya.

"Dan pemda setempat dapat mempertimbangkan atau meninjau kembali perizinannya sehingga dapat segera diputuskan lanjut/batal rencana pengembangan beach club di kawasan tersebut," jelas dia.  

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ayah di Bekasi Tak Tahu Anaknya Dianiaya Ibu Tiri, Polisi: Menaruh Kepercayaan ke Istrinya

Ayah di Bekasi Tak Tahu Anaknya Dianiaya Ibu Tiri, Polisi: Menaruh Kepercayaan ke Istrinya

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden penganiayaan terhadap balita perempuan berinisial QSH (4) oleh ibu tirinya sendiri berinisial DM (19) di Kabupaten Bekasi.
Kabar Gembira, KAI Services Buka Lowongan untuk Lulusan SMA / SMK

Kabar Gembira, KAI Services Buka Lowongan untuk Lulusan SMA / SMK

KAI Services membuka lowongan pekerjaan untuk posisi tenaga perawatan sarana kereta api  yang akan ditempatkan di wilayah kerja Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta.
Mengenal Istilah Mediasi pada Sidang Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah

Mengenal Istilah Mediasi pada Sidang Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah

Rumor yang berkembang beberapa waktu lalu, Ruben Onsu menggugat mantan istrinya karena haknya sebagai ayah hilang, seperti jumpa anak sampai dugaan eksploitasi anak.
Puluhan Bangunan Liar di Kawasan Cikampek Dibongkar Petugas

Puluhan Bangunan Liar di Kawasan Cikampek Dibongkar Petugas

Penertiban puluhan bangunan liar di kawasan Cikampek yang merupakan bagian dari upaya penataan di daerah tersebut, mulai dilakukan oleh aparat gabungan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Tangis Taufik Hidayat Pecah saat Bertemu Orang Tua di Polda Jabar, Update Kasus Penyekapan YTR

Tangis Taufik Hidayat Pecah saat Bertemu Orang Tua di Polda Jabar, Update Kasus Penyekapan YTR

Taufik Hidayat menangis saat bertemu orang tua di Polda Jabar. Simak update terbaru Kasus Penyekapan YTR, termasuk pelimpahan berkas dan ancaman hukuman.
Polisi Dalami Jejak WNA Singapura Pada Kasus Pembunuhan di Denpasar

Polisi Dalami Jejak WNA Singapura Pada Kasus Pembunuhan di Denpasar

Polisi mendalami jejak seorang warga  negara asing asal Singapura dalam kasus kematian seorang perempuan di sebuah rumah kos di Jalan Mekar II Blok A, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Bali.

Trending

Blunder Taktik Thomas Tuchel Kubur Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia 2026

Blunder Taktik Thomas Tuchel Kubur Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia 2026

Strategi Thomas Tuchel tidak membuahkan hasil saat menghadapi Argentina. Tim asuhan Lionel Scaloni justru makin leluasa menguasai permainan dan menekan Inggris.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Inggris Tantang Sang Juara Bertahan Argentina di Babak Semifinal

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Inggris Tantang Sang Juara Bertahan Argentina di Babak Semifinal

Link Live Streaming Piala Dunia 2026, Kamis 16 Juli, laga semifinal antara Inggris menghadapi Argentina di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pukul 02.00 WIB.
19 Tahun yang Lalu Digendong, Kini Lionel Messi Lawan Lamine Yamal di Final Piala Dunia Argentina Vs Spanyol

19 Tahun yang Lalu Digendong, Kini Lionel Messi Lawan Lamine Yamal di Final Piala Dunia Argentina Vs Spanyol

Lionel Messi dan Lamine Yamal dipastikan saling berhadapan saat Argentina menghadapi Spanyol di partai puncak, Senin (21/7/2026), tetapi ternyata keduanya pernah bertemu jauh sebelum menjadi lawan di final Piala Dunia.
Ucapan Guru Soal Seragam Berujung Teror Bom di Jaksel: 'Saya Tahu Kondisi Kamu Kan Begitu'

Ucapan Guru Soal Seragam Berujung Teror Bom di Jaksel: 'Saya Tahu Kondisi Kamu Kan Begitu'

Di balik aksi mencekam ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, terungkap fakta mengejutkan mengenai aktivitas pelaku berinisial MY (34). 
3 Shio yang Dihampiri Keberuntungan Besar pada 17 Juli 2026, Kuda Paling Hoki

3 Shio yang Dihampiri Keberuntungan Besar pada 17 Juli 2026, Kuda Paling Hoki

3 shio yang dihampiri keberuntungan besar pada 17 Juli 2026 sudah terungkap! Kuda paling hoki, cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Jumat sekarang!
Kejagung Bentuk Tim Khusus Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Ini Respons KPK

Kejagung Bentuk Tim Khusus Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Ini Respons KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik tim penyidik khusus yang dibuat oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut kasus yang menyeret nama mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Tragis! Pria Tewas Terbakar di Kos Kemayoran Jelang Menikah, CCTV Rekam Perempuan Lari Tinggalkan Lokasi Disorot

Tragis! Pria Tewas Terbakar di Kos Kemayoran Jelang Menikah, CCTV Rekam Perempuan Lari Tinggalkan Lokasi Disorot

Sebuah postingan viral di media sosial menjelaskan bahwa seorang pria berinisial M (27) ditemukan tewas di indekosnya, di Jalan Sumur Batu Raya, Gang Buntu, Kemayoran.
Selengkapnya

Viral