News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Peserta Kampanye Ganjar Mengamuk Diberi Uang Rp10 Ribu, TPD Angkat Bicara

Seusai viralnya potongan video peserta Ganjar mengamuk karena diberi uang Rp10 ribu untuk transportasi datang ke kampanye, buat TPD Ganjar angkat bicara ke
Rabu, 31 Januari 2024 - 15:55 WIB
Buntut Peserta Kampanye Ganjar Mengamuk Diberi Uang Rp10 Ribu, TPD Angkat Bicara
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com -  Buntut peserta kampanye Ganjar-Mahfud mengamuk hingga teriak, karena diberi uang Rp10 ribu untuk transport. Sontak, membuat TPD Ganjar-Mahfud Sulsel angkat bicara. 

"Kami menganggap bahwa yang hadir itu dan videonya viral di media sosial mungkin saja ada dugaan orang susupan. Kami tim Ganjar-Mahfud, baik daerah maupun partai pengusung tidak pernah menjanjikan dan tidak pernah melakukan sesuatu berhubungan dengan uang," kata Juru Bicara TPD Ganjar-Mahfud Sulsel, Iqbal Arifin di Makassar, Rabu (31/1/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan dia menekankan seluruh peserta kampanye yang hadir saat kampanye adalah kader-kader dan relawan militan. 

Selain itu, telah disepakati diberikan pengganti transpor dalam bentuk voucher bensin 2 liter. 

Hanya saja, dia katakan, belakangan ini tidak semua SPBU di Makassar menerima voucher sehingga dikonversikan dalam bentuk uang Rp20 ribu sesuai harga 2 liter bensin.

Saat ditanyakan apakah yang hadir dalam kampanye di Upperhills (30/1) itu diduga massa bayaran, Iqbal menegaskan tidak ada seperti itu, sebab massa bayaran tidak ada dalam strategi pemenangan tim Ganjar-Mahfud.

"Jadi, kita memang tidak mau ini bicara tentang itu, menghadirkan peserta kampanye bayaran, itu tidak ada dalam kamus kita Ganjar-Mahfud tidak ada," pungkasnya.

Berkaitan soal kekurangan konsumsi yang turut disebut-sebut pada video viral itu, kata Iqbal menjelaskan, panitia pelaksana telah menyiapkan konsumsi sebanyak 7.500 bungkus, sedangkan yang hadir diperkirakan 4.000-an orang, sehingga kalau dikatakan peserta tidak kebagian, itu tidak benar.

"Kalau kita lihat apa yang terjadi dan muncul di media sosial itu setelah orasi dan kampanye selesai, kurang lebih satu jam. Berarti sudah selesai makan siang dan sudah dibagikan sebelumnya. Lalu ini ada orang terlambat dan kita tidak tahu dari mana, sebab pengaturan sudah dilakukan konektor masing-masing," ungkap dia.

Pihaknya bahkan telah menyampaikan kepada tim panitia jauh sebelum hari kampanye jangan sampai ada hal-hal yang bisa merusak acara, bagaimana Sulsel dan Kota Makassar menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari kampanye damai bermartabat dan kampanye sesungguhnya memberikan edukasi positif bagi masyarakat, inilah pilihanmu yang terbaik.

Ditanyakan kembali dalam rekaman video viral itu ada orang protes menyebut hanya diberi Rp10 ribu per orang bahkan menyandingkan ketika pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat berkampanye di Makassar mendapat uang Rp50 ribu sekaligus makanan, kata dia, enggan menanggapi lebih jauh.

"Kita pakai logika sederhana, kalau ada kekecewaan itu kan tidak serta-merta. Ini diduga seperti didesain khusus karena cara bicaranya terstruktur dan menghadirkan gambar-gambar dan menyandingkan, menjanjikan nominal yang ada. Sekali lagi, tim Ganjar-Mahfud mau menjadi katalisator untuk mengedukasi bahwa uang bukan alat sebenarnya meraup pemilih, bukan itu," paparnya kepada wartawan.

Sementara itu, perwakilan panitia pelaksana Ishak menambahkan, pihaknya menghargai kedatangan kader dan relawan yang hadir, sehingga dipahami tentu menuju ke lokasi kampanye menggunakan bensin kemudian digantikan voucher bensin. 

Tetapi, tidak semua SPBU menerima voucher, sehingga dikondisikan dengan uang senilai 2 liter bensin dan telah diserahkan sebelum Ganjar Pranowo berkampanye.
 
Sebelumnya, beredar video di media sosial berdurasi 21 detik sejumlah orang-orang mengenakan baju kaos bergambar Ganjar-Mahfud protes hanya diberi uang Rp10 ribu setelah kampanye Ganjar di Gedung Upperhils pada Selasa (30/1) siang. 

Sejauh ini Bawaslu masih menelusuri dugaan pelanggaran dalam video tersebut.

Sebelumnya diberitakan, baru-baru ini netizen dibuat geger oleh potongan video yang beredar di media sosial. 

Pasalnya, potongan video itu tentang peserta kampanye Ganjar berteriak-teriak karena diberi uang transport sebesar Rp10 ribu. 

Sontak, video tersebut pun viral hingga menuai komentar netizen. 

Berdasarkan informasi, kejadian video tersebut di Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Kemudian, dari video itu terlihat sejumlah peserta kampanye akbar yang dihadiri oleh calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memprotes uang transportasi yang diberikan hanya Rp10 ribu 

Peserta yang protes mengaku datang ke lokasi sejak pagi hingga sore.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita dijanjikan pergi kampanye akan digantikan uang transportasi sama konsumsi, terus kenapa sekarang ini penyalurannya hanya dikasih Rp 10.000 saja, tidak sesuai waktu ta yang terbuang mulai dari jam 8 (pagi) smpai jam 3 (sore), hanya dinilai Rp10," ucap wanita dalam video tersebut.

Diketahui, kampanye akbar Ganjar digelar di UpperHills Convention Hall, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulsel, Selasa (30/1/2024) dan dihadiri ribuan peserta. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Internasional di Pamulang Tangsel, Dua Tersangka Ditangkap

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Internasional di Pamulang Tangsel, Dua Tersangka Ditangkap

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu jaringan internasional asal Iran di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.
Rakernis Humas Polri 2026 Bahas Strategi Baru Hadapi Disinformasi Digital, Fokus Jaga Kepercayaan Publik di Era AI

Rakernis Humas Polri 2026 Bahas Strategi Baru Hadapi Disinformasi Digital, Fokus Jaga Kepercayaan Publik di Era AI

Rakernis Humas Polri 2026 kali ini menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pemaparan materi oleh narasumber internal dan eksternal hingga diskusi panel yang membahas isu-isu strategis komunikasi publik.
DPR Ingatkan Risiko Skema “War Ticket” Haji, Soroti Prioritas Lansia dan Antrean 40 Tahun

DPR Ingatkan Risiko Skema “War Ticket” Haji, Soroti Prioritas Lansia dan Antrean 40 Tahun

DPR minta wacana war ticket haji dikaji hati-hati. Fokus pada percepatan antrean lansia dan jamaah risiko tinggii.
Timnas Indonesia U17 Justru Rugi Besar jika Menang Lawan Vietnam, Jalan Menuju Final AFF U17 2026 Jadi Berat

Timnas Indonesia U17 Justru Rugi Besar jika Menang Lawan Vietnam, Jalan Menuju Final AFF U17 2026 Jadi Berat

Hati-hati, Timnas Indonesia U17 justru bisa rugi besar jika menang lawan Vietnam di laga terakhir babak grup Piala AFF U17 2025. Justru di semifinal jadi berat.
16 Mahasiswa FH UI Terancam DO, Sanksi Terberat Ada di Tangan Rektor Bukan Dekan

16 Mahasiswa FH UI Terancam DO, Sanksi Terberat Ada di Tangan Rektor Bukan Dekan

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual terancam sanksi DO. Keputusan akhir ada di rektor dengan rekomendasi dekan.
Polisi Bantah Mobil Patroli Tabrak Warga saat Bubarkan Tawuran di Tebet Jaksel, Begini Faktanya

Polisi Bantah Mobil Patroli Tabrak Warga saat Bubarkan Tawuran di Tebet Jaksel, Begini Faktanya

Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan sebuah mobil patroli polisi diduga menabrak seorang warga di wilayah Bukit Duri Selatan, Tebet, Jakarta Selatan.

Trending

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Video Detik-detik Dua Mahasiswa UI Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Diarak Massa

Video Detik-detik Dua Mahasiswa UI Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Diarak Massa

Baru-baru ini mencuat di media sosial terkait video detik-detik dua mahasiswa UI yang diduga pelaku pelecehan seksual diarak massa. Bahkan beredar kabar terkait
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Megawati Hangestri Cs Berebut Tiket ke Grand Final, Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Megawati Hangestri Cs Berebut Tiket ke Grand Final, Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 seri Semarang pekan ini, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan bakal berebut tiket ke grand final termasuk menjalani big match termasuk Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual dimunculkan dalam sidang dini hari, massa bereaksi keras dan tuntut sanksi tegas dari kampus.
Jadwal Timnas Indonesia U-17 Vs Malaysia di Piala AFF U-17 2026: Pembuktian Alumni Liga Italia Kurniawan Dwi Yulianto

Jadwal Timnas Indonesia U-17 Vs Malaysia di Piala AFF U-17 2026: Pembuktian Alumni Liga Italia Kurniawan Dwi Yulianto

Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi Malaysia pada laga berikutnya di Piala AFF U-17 2026. Ini akan menjadi momen pembuktikan untuk Kurniawan Dwi Yulianto.
Media Korea Prediksi Pemain Asia yang Kembali Bermain di Liga Voli Korea 2026-2027: Ada Megawati Hangestri

Media Korea Prediksi Pemain Asia yang Kembali Bermain di Liga Voli Korea 2026-2027: Ada Megawati Hangestri

Media Korea Selatan memprediksi sejumlah pemain Asia yang akan kembali tampil di Liga Voli Korea 2026-2027, salah satunya ada Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral