News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari Sebut Pemilu 2024 Tipu Ratusan Juta Rakyat Indonesia

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas (Unand) Padang, Feri Amsari mengungkapkan bahwa Pemilu 2024 telah menipu ratusan juta rakyat Indonesia
Senin, 19 Februari 2024 - 16:49 WIB
Debat capres-cawapres di Pilpres 2024
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas (Unand) Padang, Feri Amsari mengungkapkan bahwa Pemilu 2024 telah menipu ratusan juta rakyat Indonesia.

Menurut Feri, kecurangan Pemilu 2024 yang digelar 14 Februari 2024 tidak bisa diterima dengan alasan demi keamanan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena yang ditipu bukan hanya pemilih tapi seluruh rakyat Indonesia," ucap Feri, Senin (19/2/2024).

Dosen Fakultas Hukum Unand itu menuding bahwa penyelenggara Pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) sengaja membiarkan input data jumlah suara yang tidak masuk akal ke dalam sistem teknologi informasi (TI).

Dia juga mengungkapkan beberapa modus kecurangan pada Pemilu 2024, di mana  pada satu tempat pemungutan suara (TPS) maksimal ada 300 pemilih, tapi pada kenyataannya  ada pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang mendapat 600 suara.

Seharusnya, sistem TI KPU tidak bisa menerima jumlah suara lebih dari 300 pada satu TPS.

“Luar biasa kecurangan, ketidaksiapan KPU, prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu yang dilanggar itu hancur semua,” kata Feri.

“Ini kok bisa KPU menerima sistem input data yang tidak masuk akal. Artinya KPU membuat algoritma yang membiarkan kecurangan terjadi, sehingga pada hari penghitungan, input data meledak suara paslon 02. Secara psikologis politik dia sudah dianyatakan menang. Padahal ini multiple kecurangan,” lanjutnya.

Gandakan Perolehan Suara

Mantan Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas itu mengatakan, ada psikologi politik bermain untuk seolah-olah memenangkan pertarungan.

Dikatakan, jika salah satu paslon dibuat menang dengan menggandakan perolehan suara berkali lipat, dan setelah dilakukan perbaikan data, ternyata suaranya tidak cukup, maka paslon yang mengklaim menang akan heboh sendiri. 

Apalagi, ada paslon yang mendeklarasikan kemenangan. Padahal, fakta-fakta kecurangan pemilu nyata dan tidak masuk akal.

“Saya mohon maaf kepada KPU dengan membiarkan input data yang tidak masuk akal dalam sistem mereka, berarti KPU sengaja membiarkan data itu terproses oleh sistem. Padahal sistemnya sederhan saja, setiap suara lebih dari 300 ditolak, diperbaiki dulu,” paparnya.

Feri  membandingkan sistem input data hasil pemilu oleh masyarakat sipil untuk membuat program pendataan C hasilnya jauh lebih canggih dibandingkan  KPU, yang mengelola dana miliaran rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bagi saya ini aneh, jangan-jangan KPU terlibat, menyengajakan ini untuk kemudian seseorang bisa dikatakan menang,” ujarnya

Menurut Feri, ada permainan pada sistem TI. Itulah sebabnya, kata dia, KPU tidak pernah berani membuka sistem TI untuk dilakukan cek dan ricek semacam audit forensik TI. (rpi/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Piala Dunia 2026: Australia Bikin Sensasi! Taklukkan Turki 2-0 di Laga Pembuka

Hasil Piala Dunia 2026: Australia Bikin Sensasi! Taklukkan Turki 2-0 di Laga Pembuka

Timnas Australia awali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil mengejutkan. Wakil Asia itu menundukkan Turki 2-0 pada laga perdana Grup D, Minggu (14/6/26).
Di Tengah Polemik Sarwendah, Anisa Cherrybelle Buka Suara soal Hubungan Mereka Setelah Keluar Grup

Di Tengah Polemik Sarwendah, Anisa Cherrybelle Buka Suara soal Hubungan Mereka Setelah Keluar Grup

Anisa Cherrybelle buka suara soal hubungannya dengan Sarwendah usai keluar dari girlband, akui tetap dekat dan kerap diundang ke acara pribadi Sarwendah.
Anak Angkat Ruben Onsu Ungkap Sosok yang Diduga pernah Mengajarkan hal Negatif

Anak Angkat Ruben Onsu Ungkap Sosok yang Diduga pernah Mengajarkan hal Negatif

Belum lama ini, Betrand Peto menyampaikan pesan mendalam dan penting untuk semua pihak. Dia berharap tidak pihak lain yang ikut campur masalah orang tuanya.
Piala Dunia 2026: Ancelotti Dikecam Legenda Brasil Usai Selecao Ditahan Imbang Maroko, Salah Formasi hingga Gaya Main Absurd Jadi Sorotan

Piala Dunia 2026: Ancelotti Dikecam Legenda Brasil Usai Selecao Ditahan Imbang Maroko, Salah Formasi hingga Gaya Main Absurd Jadi Sorotan

Hasil imbang 1-1 yang diraih Brasil saat hadapi Maroko pada laga perdana Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik. Sorotan tajam kali ini datang dari legenda.
KPK Geledah Kantor Bupati hingga Kediaman Pribadi Sekdisdikbud Muara Enim, Sejumlah Dokumen Turut Diamankan

KPK Geledah Kantor Bupati hingga Kediaman Pribadi Sekdisdikbud Muara Enim, Sejumlah Dokumen Turut Diamankan

KPK melakukan penggeledahan di sejumlah titik yang berkaitan dengan dugaan suap pengadaan barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Meski Sibuk, Dedi Mulyadi Tetap Beri Rp40 Juta ke Kuli Bangunan di Cirebon untuk Perbaiki Rumahnya yang Reyot

Meski Sibuk, Dedi Mulyadi Tetap Beri Rp40 Juta ke Kuli Bangunan di Cirebon untuk Perbaiki Rumahnya yang Reyot

Dedi Mulyadi beri bantuan Rp40 juta untuk kuli bangunan di Cirebon perbaiki rumah reyot, sekaligus bantu bukakan rekening tabungan di Bank Jabar.

Trending

Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media Vietnam. Senjata khas skuad Garuda yang selama ini identik Pratama Arhan dikaitkan dengan momen Piala Dunia.
Piala Dunia 2026: Reaksi Tak Terduga Pelatih Maroko Usai Tahan Imbang Brasil 1-1, Sebut Singa Atlas Belum Main Serius

Piala Dunia 2026: Reaksi Tak Terduga Pelatih Maroko Usai Tahan Imbang Brasil 1-1, Sebut Singa Atlas Belum Main Serius

Timnas Maroko membuat kejutan pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026. Singa Atlas menahan Brasil dengan skor 1-1 di Stadion MetLife, Minggu (14/6/2026).
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 15 Juni 2026: Gemini Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 15 Juni 2026: Gemini Ketiban Durian Runtuh

Tanggal 15 Juni 2026 diperkirakan menjadi hari yang membawa peluang keuangan menarik bagi sejumlah zodiak. Ini 6 zodiak yang diprediksi paling bercuan deras.
Gara-gara Kevin Diks, Media Jerman Sampai Beri Pujian untuk Timnas Indonesia

Gara-gara Kevin Diks, Media Jerman Sampai Beri Pujian untuk Timnas Indonesia

Kevin Diks tampil gemilang bersama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026. Borussia Mönchengladbach sampai memberikan pujian khusus.
Tak Kuat Usai Diduga Alami KDRT, Istri Oknum Dosen di Makassar Kabur ke Padang dan Tempuh Jalur Hukum

Tak Kuat Usai Diduga Alami KDRT, Istri Oknum Dosen di Makassar Kabur ke Padang dan Tempuh Jalur Hukum

Universitas Negeri Makassar (UNM) menyatakan sikap resmi terkait kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan salah satu tenaga pengajarnya. 
Piala Dunia 2026: Dramatis Tahan Imbang Swiss 1-1, Pelatih Timnas Qatar Semringah dan Bangga

Piala Dunia 2026: Dramatis Tahan Imbang Swiss 1-1, Pelatih Timnas Qatar Semringah dan Bangga

Timnas Qatar memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil membanggakan. Mereka sukses menahan Swiss 1-1 pada laga perdana Grup B, Sabtu (13/06/2026).
Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Pria di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun. 
Selengkapnya

Viral