5 Fakta Mencengangkan Video Aliran Sesat Boleh Bertukar Pasangan yang Dibuat Gus Samsudin, Ternyata...
- ANTARA/HO-Bidhumas Polda Jatim
Jakarta, tvOnenews.com - Beberapa hari terakhir publik dihebohkan dengan sebuah video yang tersebar di media sosial media, adanya dugaan sebuah aliran sesat yang memperbolehkan suami istri bertukar pasangan.
Video dugaan aliran sesat bertukar istri itu viral, ternyata berasal dari kanal YouTube Mbah Den (Sariden) yang dibuat oleh Gus Samsudin.
Dalam video tersebut, lokasi pengambilan video berada di Pondok Pesantren Salaf Nuswantoro (Nurusy Syifa’ Nusantara) di desa Rejowinangun, Blitar, Jawa Timur.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blitar lantas melaporkan Samsudin atau Gus Samsudin pembuat video aliran sesat yang memperbolehkan jemaahnya bertukar pasangan tersebut ke Polres Blitar, Kamis (29/2/2024).
Langkah hukum tersebut diambil oleh FKUB Kabupaten Blitar karena isi content video viral tersebut telah menyimpang dari ajaran agama dan meresahkan masyarakat.
![]()
Saat ini content video aliran sesat yang memperbolehkan jemaahnya untuk bertukar pasangan saat ini telah diambil alih oleh Polda Jawa Timur.
Berikut 7 fakta kasus dugaan sebuah aliran sesat yang memperbolehkan suami istri bertukar pasangan, yakni:
1. Konten aliran sesat hanya hiburan
Gus Samsudin mengatakan, konten aliran sesat itu dibuat hanya untuk hiburan.
Dia tidak membayangkan bahwa kontennya itu akan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Saya tidak ada niat untuk membuat kegaduhan hingga ada yang menuduh kalau yang ada di dalam video itu terjadi di dalam pondok pesantren, padahal tidak seperti itu,” kata Samsudin di YouTube Mbah Den.
Samsudin juga menambahkan video yang dibuat telah dipotong oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, sehingga isi yang disampaikan dalam konten tersebut tidak tersampaikan sepenuhnya.
“Jadi saya membuat video itu supaya orang tidak masuk ke ajaran sesat, ajaran yang menyimpang, ajaran yang mengijinkan istri boleh bergantian dengan yang lainnya itu sesat dan itu dilarang oleh agam,” kata dia.
“Saya hanya memberikan edukasi bahwa itu adalah ajaran sesat dan tidak baik, tapi ada orang-orang memotong video saya dan malah menuduh itu ajaran saya dan ajaran di pondok saya,” sambungnya.
Load more