LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Bivitri Susanti (kiri) di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024)
Sumber :
  • Syifa Aulia-tvOne

Bivitri Susanti Sebut Pilpres 2024 Bisa Diulang, Emang Cukup Waktunya?

Bivitri Susanti mengatakan bahwa Pilpres 2024 masih bisa diulang. Hal itu disampaikan dalam acara diskusi bertajuk 'Arah Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap Sengketa Pemilu Presiden 2024' pada Senin (2/4/2024).

Senin, 1 April 2024 - 15:46 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Bivitri Susanti menyebut Pilpres 2024 masih bisa diulang. Dia menilai masih ada waktu yang cukup untuk melaksanakan Pilpres putaran kedua.

Hal itu disampaikan dalam acara diskusi bertajuk ‘Arah Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap Sengketa Pemilu Presiden 2024’.

"Jangan terkunci oleh supaya war advokat di MK yang mulai mengatakan nggak mungkin KPU segera pemilu ulang. Kalau saya, ya, kalau berbicara keadilan substantif itu, janganlah kita dikerangkeng duluan oleh asumsi-asumsi,” kata Bivitri di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024).

Dia menjelaskan pelantikan presiden dan wakil presiden yang baru akan dilakukan pada 20 Oktober 2024. Dengan demikian, masih ada waktu enam bulan lagi untuk mengulang Pilpres.

Baca Juga :

“Kita bicara bukan enam minggu enam hari, lho, teman-teman. Enam bulan lagi, kok, 20 Oktober. Nggak ada yang mau presiden diperpanjang, nggak ada, tetap 20 Oktober kita akan melantik presiden baru. Enam bulan itu waktu yang cukup," jelas Bivitri.

Dalam diskusi itu, dia juga mengatakan hukum acara sengketa Pilpres 2024 terkesan mengkerangkeng para pihak penggugat di Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu menyulitkan para pihak untuk memaparkan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

"Menurut saya, kalau Mahkamah Konstitusi masih dikerangkeng oleh hukum acara, yang sebenarnya membatasi pencarian keadilan yang substantif, maka jawabannya tidak," ujar Bivitri.

"Jeruji itu salah satunya adalah waktu, pembatasan waktu. Yang implikasinya kepada pembatasan jumlah saksi, cari saksi diperiksa. Jadi, banyak implikasinya," tambahnya.

Bivitri juga mengkritisi sidang sengketa Pilpres 2024 yang hanya 14 hari, sedangkan untuk Pileg 30 hari kerja. Hal itu berbeda dengan sidang sengketa Pilpres 2019 yang berlangsung sampai subuh.

"Pengalaman saya sebagai ahli, tetapi dalam perkara-perkara lain, ya, PUU pengujian undang-undang di MK, saya tahu persis ketika menggali persoalan-persoalan itu pasti panjang, nggak mungkin 15-20 menit,” beber Bivitri.

“Itu, ya, mungkin tetapi nanti mendapatkan hal yang seharusnya kita cari di luar kerangkeng itu. Itu yang saya maksud dengan tidak mungkinnya dalam hal itu," jelas dia. (saa/rpi)

Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
BMKG Ingatkan Manfaatkan Masa Transisi Musim Kemarau untuk Tampung Air

BMKG Ingatkan Manfaatkan Masa Transisi Musim Kemarau untuk Tampung Air

BMKG mengingatkan masyarakat dan pemda di Indonesia untuk memanfaatkan masa transisi dengan menampung air sebanyak-banyaknya sebelum memasuki musim kemarau. 
Gempa M6,2 Guncang Sinabang Aceh, BMKG Minta Warga Hati-Hati Gempa Susulan

Gempa M6,2 Guncang Sinabang Aceh, BMKG Minta Warga Hati-Hati Gempa Susulan

Gempa bermagnitudo 6,2 menggetarkan wilayah Sinabang, Aceh pada Selasa (28/5) malam. BMKG minta warga setempat waspada...
Sunardy:  6.000 Penyelenggara Pilkada di Sulut akan Dilindungi BPJAMSOSTEK

Sunardy:  6.000 Penyelenggara Pilkada di Sulut akan Dilindungi BPJAMSOSTEK

Kepala BPJAMSOSTEK Sulawesi Utara, Sunardy Syahid, mengatakan sebanyak 6.000 penyelenggara Pilkada di daerah tersebut akan dilindungi oleh BPJAMSOSTEK.
Asisten Pribadi Sandra Dewi Diperiksa Kejagung, Imbas Kasus Korupsi Timah yang Menyeret Harvey Moeis

Asisten Pribadi Sandra Dewi Diperiksa Kejagung, Imbas Kasus Korupsi Timah yang Menyeret Harvey Moeis

Kejagung periksa asisten pribadi Sandra Dewi berinisial RP atas kasus dugaan korupsi pengelolaan komoditas timah di wilayah IUP di PT Timah Tbk tahun 2015-2022.
Waspada Shin Tae-yong, 6 Pemain Andalan Timnas Indonesia Ini Terancam Absen saat Jumpa Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Waspada Shin Tae-yong, 6 Pemain Andalan Timnas Indonesia Ini Terancam Absen saat Jumpa Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Enam pemain andalan Timnas Indonesia berikut terancam absen saat menghadapi Filipina pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena akumulasi kartu. 
Disambangi Sekjen OECD di Kantornya, Menhan Prabowo: Akan jadi Sejarah Baru bagi Indonesia!

Disambangi Sekjen OECD di Kantornya, Menhan Prabowo: Akan jadi Sejarah Baru bagi Indonesia!

Menhan Prabowo menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Sekjen Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi Mathias Cormann beserta delegasi
Trending
Shin Tae-yong Pertimbangkan Elkan Baggott ke Timnas Indonesia, Yolla Yuliana Termasuk Atlet Voli Wanita dengan Gaji Termahal di Dunia?

Shin Tae-yong Pertimbangkan Elkan Baggott ke Timnas Indonesia, Yolla Yuliana Termasuk Atlet Voli Wanita dengan Gaji Termahal di Dunia?

Elkan Baggott bisa kembali dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia jelang lawan Tanzania serta Megawati Hangestri dan Yolla Yuliana dapat gaji termahal.
Status Facebook Pegi Setiawan Sebelum Peristiwa Pembunuhan Vina Cirebon Jadi Sorotan, Ternyata Dia Sempat Lakukan...

Status Facebook Pegi Setiawan Sebelum Peristiwa Pembunuhan Vina Cirebon Jadi Sorotan, Ternyata Dia Sempat Lakukan...

Unggahan Facebook milik Pegi Setiawan alias Perong beberapa hari sebelum kasus pembunuhan Vina Cirebon menjadi sorotan warganet yang merasa curiga akan hal ini.
Pemilik Kontrakan Bersuara Beberkan Sifat Pegi Setiawan yang Sebenarnya, Ternyata Selama Lima Tahun Pembunuh Vina Bersembunyi di Sini

Pemilik Kontrakan Bersuara Beberkan Sifat Pegi Setiawan yang Sebenarnya, Ternyata Selama Lima Tahun Pembunuh Vina Bersembunyi di Sini

Salah satu saksi kasus pembunuhan Vina Cirebon, pemilik kontrakan yang ditempati Pegi Setiawan alias Perong, Dudi Suhendar akhirnya buka suara.
Terungkap Awal Mula Vina Cirebon dan Linda Bisa Saling Kenal, Berawal dari Linda Punya Pacar Anggota XTC

Terungkap Awal Mula Vina Cirebon dan Linda Bisa Saling Kenal, Berawal dari Linda Punya Pacar Anggota XTC

Inilah awal mula Vina dan Linda bisa saling mengenal. Ternyata Vina dan Linda saling kenal berawal dari Linda yang punya pacar anggota XTC. 
Shin Tae-yong Beri Kesempatan Kedua Kepada Elkan Baggott Jelang Timnas Indonesia Hadapi Tanzania?, Wanita Indigo Ini Kuliti Rahasia Linda Sahabat Vina Cirebon

Shin Tae-yong Beri Kesempatan Kedua Kepada Elkan Baggott Jelang Timnas Indonesia Hadapi Tanzania?, Wanita Indigo Ini Kuliti Rahasia Linda Sahabat Vina Cirebon

Shin Tae-yong beri kesempatan kedua kepada Elkan Baggott jelang Timnas Indonesia hadapi Tanzania dan wanita indigo ini menguliti dua rahasia Linda sahabat Vina Cirebon merupakan dua berita terpopuler.
Pengakuan Pemilik Kontrakan Dibohongi Ayah dari Pegi Pembunuh Vina Cirebon Bertahun-tahun, Dia Kaget, Ternyata...

Pengakuan Pemilik Kontrakan Dibohongi Ayah dari Pegi Pembunuh Vina Cirebon Bertahun-tahun, Dia Kaget, Ternyata...

Selama bekerja di Bandung, terungkap bahwa Pegi, pembunuh Vina tinggal di sebuah kontrakan dengan ayahnya. Adapun ayah Pegi juga bekerja sebagai buruh bangunan.
Sembunyikan Anaknya dan Kelabui Lingkungan, Ayah Pegi Alias Perong Terlibat Kasus Vina Cirebon? Polisi Bilang Begini

Sembunyikan Anaknya dan Kelabui Lingkungan, Ayah Pegi Alias Perong Terlibat Kasus Vina Cirebon? Polisi Bilang Begini

Polisi langsung mendalami keterlibatan orang tua Pegi Setiawan alias Pegi alias Perong pelaku utama kasus pembunuhan Vina.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Apa Kabar Indonesia Malam
20:00 - 21:30
Catatan Demokrasi
21:30 - 22:00
Kabar Utama
22:00 - 22:30
Buru Sergap
22:30 - 23:30
Kabar Hari Ini
23:30 - 00:00
Kabar Arena
Selengkapnya