Keren, Kasus DBD Tidak Ditemukan di Kawasan Badui Pedalaman Lebak Banten, Patut Dicontoh!
- (Pexels/Anuj)
Lebak, tvOnenews.com - Wilayah kawasan Badui di pedalaman yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi salah satu tempat yang tidak terdeteksi adanya kasus penyebaran penyaki Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan dari Nyamuk Aedes Aegypti.
Awalnya seorang petugas Surveilans Puskesmas Cisimeut Kabupaten Lebak Mumuh Muhdiyat mencurigai adanya salah satu warga Badui diduga terjangkit penyakit DBD, yang membuat wilayah pedalaman di Lebak, Banten itu harus waspada.
"Awalnya terdapat satu warga Badui pada pertengahan April 2024 dicurigai DBD, karena kondisi suhu tubuhnya panas dingin, namun berdasarkan laboratorium hasilnya negatif," ujar Mumuh, Senin (22/4/2024).
Karena hasil dari laboratorium negatif dan tidak adanya kecurigaan terjangkit DBD, Puskesmas Cisimeut Kabupaten Lebak sebagai pelayanan kesehatan yang diberikan kewenangan untuk masyarakat Badui terus mengantisipasi penyakit yang berpotensi menular.
Sebab, pelayanan kesehatan untuk masyarakat Badui dianggap penting, pihaknya terus melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan setiap pekan.

Ilustrasi perempuan dari Suku Badui jemur padi di Kampung Kaduketug, Lebak, Banten. (ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa)
Kegiatan pelayanan kesehatan dari Puskesmas Cisimeut dilakukan secara rutin ke seluruh pemukiman yang ada di Badui.
Bahkan dari pengakuannya, ia memberikan penilaian terhadap masyarakat Badui terhadap kasus DBD yang dipicu dari keganasan Nyamuk Aedes Aegypti.
Bahwa selama ini penyebaran penyakit yang mematikan dan dapat menular tersebut tidak ditemukan di kawasan Badui.
Hal tersebut patut diapresiasi lantaran wilayah Badui merupakan salah satu tempat yang masih sangat tradisional, apalagi bagian pedalaman yang tidak boleh ada orang luar masuk ke dalam tanpa adanya izin.
Faktor lingkungan yang masih asri pesona alamnya dapat mempengaruhi terbebasnya penyakit DBD yang bisa menular dan berbahaya.
Kemudian, untuk orang yang kedapatan terjangkit penyakit DBD tersebut disebabkan karena datang berasal dari luar wilayahnya.
Mereka datang dari luar kawasan Badui karena menginap yang membuat tubuhnya harus tergigit oleh Nyamuk Aedes Aegypti.
"Kami dari Januari sampai April 2024 di wilayah kerjanya hanya menemukan empat kasus DBD, namun bukan warga Badui," jelasnya.
Load more