GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Hanya Sedih Dengar SYL Sawer Biduan Pakai Uang Kementan, Surya Paloh Juga Berkomentar Begini

Tidak hanya terkejut dan sedih mendegar Syahrul Yasin Limpo (SYL) sawer biduan pakai uang Kementan. Surya Paloh juga mengatakan hal ini ke media massa.
Kamis, 2 Mei 2024 - 18:57 WIB
Tak Hanya Sedih Dengar SYL Sawer Biduan Pakai Uang Kementan, Surya Paloh Juga Berkomentar Begini
Sumber :
  • istimewa - Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum NasDem, Surya Paloh tak hanya sedih mendengar Eks Kementan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menggunakan dana Kementan untuk sawer biduan dan keperluan keluarga. 

Namun, Surya Paloh juga berkomentar soal benar-benar ketidak tahuan dirinya soal hal itu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya enggak tahu betul-betul itu. Dan itu, saya sedih saja kalau ada hal-hal seperti itu," ungkap Surya Paloh, dikutip dari media massa, Kamis (2/5/2024). 

Bahkan Surya Paloh katakan,  dirinya masih mampu membayar kebutuhan pribadi dan keluarga SYL jika memang diminta.

"Saya sendiri masih mampu untuk bayar-bayar begitu kalau memang diminta. Sayang saja, kalau ada," beber Surya Paloh.

Di samping itu, Surya Paloh juga berharap kasus yang menjerat SYL ini bisa menjadi pembelajaran untuk semua pihak.

Pihaknya juga ingin asas praduga tak bersalah juga dijunjung tinggi dalam kasus ini.

"Selalu saya katakan asas praduga tak bersalah. Saya enggak tahu apa di balik itu dan sebagainya," ujarnya.

"Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran yang bagus," ungkap Paloh.

Sebelumnya diberitakan, diduga dana Kementan dipakainya untuk bayar biduan. 

Hal ini berdasarkan keterangan beberapa saksi. Di mana juga, SYL menggunakan uang Kementerian Pertanian (Kementan) untuk berbagai kepentingan pribadi.

Tak hanya itu saja, uang Kementan tidak hanya dinikmati oleh mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut, namun juga istri, anak, termasuk cucunya.

Bahkan, SYL ernyata menggunakan uang Kementan untuk membiayai sunatan cucu dari putranya, Kemal Redindo.

Hal tersebut terungkap saat hakim anggota Ida Mustikawati menelusuri anggaran Kementan untuk kepentingan SYL yang dikeluarkan Biro Umum.

Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum dan Pengadaan Kementan, Abdul Hafidh, yang dihadirkan sebagai saksi mengaku uang di kementeriannya digunakan untuk biaya sunatan cucu SYL.

"Sunatan siapa?" tanya Ida yang dikutip tvOnenews.com, Selasa (30/4/2024). 

"Anaknya (Kemal Redindo), Yang Mulia," ujar Hafidh.

Ida sempat bertanya kepada Hafidh perihal usia cuu SYL yang sunatannya dibiayai menggunakan dana Kementan.

Namun, Hafid juga mengaku lupa berapa umur cucu SYL, termasuk besaran anggaran yang dikeluarkan untuk sunatan.

Hafidh hanya menyampaikan, biaya untuk sunatan susu SYL tidak mencapai ratusan juta.

Selain itu, Staf Biro Umum Pengadaan Kementan, Muhammad Yunus, juga mengungkap fakta lain di balik aliran dana Kementan dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi SYL.

Ia mengatakan bahwa Kementan menyiapkan uang sebesar Rp3 juta setiap harinya untuk kebutuhan rumah dinas (rumdin) SYL.

Uang tersebut, kata Yunus, digunakan untuk keperluan makan dan kebutuhan di rumdin.

Ketua Majelis Hakim, Rianto Adam Pontoh, sempat bertanya kepada Yunus perihal dana resmi untuk kebutuhan di rumdin SYL.

Namun, Yunus menyampaikan uang sebesar Rp 3 juta yang disiapkan Kementan bukanlah anggaran resmi.

Ia menjelaskan bahwa uang tersebut berasal dari sejumlah pejabat di Kementan.

"Biasa setiap hari itu ada Rp 3.000.000 kurang lebih Yang Mulia untuk kebutuhan harian di rumah dinas," beber yunus. 

"Rp 3 juta kebutuhan harian rumah dinas, saudara serahkan ke siapa?" tanya Rianto.

"Kalau itu ada yang tugas di rumah dinas," jawab Yunus.

"Jadi menyiapkan Rp 3 juta setiap hari?" timpal Rianto.

"Kadang setiap hari, kadang kalau tergantung habisnya, Yang Mulia," kata Yunus.

"Apakah makanan setiap hari apa bagaimana?" tanya Rianto.

"Makanan online-online gitu, Grab Food gitu, semacam gitu, kadang juga laundry gitu Pak," beber Yunus.

Di samping itu, Pejabat Fungsional Barang Jasa Rumah Tangga Kementan, Arief Sopia, juga buka-bukaan perihal ulah SYL selama menjabat sebagai Mentan.

Ia menyampaikan, eselon I Kementan mengumpulkan uang guna pembelian mobil Toyota Innova untuk anak SYL, Indira Chunda Thita Syahrul.

Mobil tersebut dibeli pada Maret 2022 dengan harga sekitar Rp 500 juta dan dikirim ke rumah pribadi anak SYL di wilayah Limo, Jakarta Selatan.

"Itu dicicil apa dibayar lunas?" tanya hakim anggota Fahzal Hendri dikutip tvOnenews.com, Selasa (30/4/2024). 

"Lunas, Pak" kata Arief.

Arief menambahkan, tidak semua eselon I di Kementan mengeluarkan uang untuk pembelian mobil SYL.

Hanya Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementan yang tidak pernah "dibobolkan" alias tidak diminta mengumpulkan uang.

Yunus juga menyampaikan, uang Kementan dipakai SYL dan istrinya untuk pembelian kacamata.

Hal tersebut dikatakan Yunus ketika Rianto yang bertindak sebagai ketua majelis hakim mendalami pengeluaran Kementan untuk kepentingan pribadi SYL.

Namun, Yunus tidak mengetahui secara pasti jenis kacamata yang dibeli SYL apakah untuk keperluan membaca atau fesyen.

Ia hanya mengatakan, uang untuk membeli kacamata diminta oleh Panji Harjanto selaku ajudan SYL.

"Untuk siapa? (kacamatanya)," tanya Rianto.

"Pak Menteri pernah, untuk ibu (istri SYL) juga pernah," kata Yunus.

Yunus menegaskan, sebenarnya Kementan tidak menyiapkan dana untuk pembelian kacamata bagi SYL dan istrinya.

Uang tersebut kemudian disiapkan oleh Biro Umum, meski Yunus tidak mengungkap berapa anggaran yang dipakai untuk membeli kacamata untuk SYL dan istrinya.

Arief mengatakan, SYL juga menggunakan uang Kementan untuk membayar biduan dalam pengeluaran hiburan atau entertainment.

Ia membeberkan bahwa uang yang dikeluarkan untuk kepentingan tersebut mencapai Rp 50-100 juta.

"Saksi menyebut di sini ada beberapa pengeluaran untuk entertain. Makanya ini saya tanyakan, karena saksi menyebutnya beberapa kali. Sekitar Rp 50 juta sampai Rp100 juta sekali mentransfer untuk entertain. Ini maksudnya entertain bagaimana?" tanya jaksa penuntut umum.

"Kadang kan ketika ada acara terus panggil penyanyi (biduan). Ada biduan, lah. Nah, itulah yang kita harus bayarkan gitu, Pak," jawab Arief.

"Membayar penyanyi-penyanyi (biduan) itu yang didatangkan?" tanya jaksa lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Iya betul," beber Arief.

Ia menjelaskan, salah satu biduan yang menerima uang dari SYL adalah jebolan Rising Star Indonesia Dangdut, Nayunda Nabila Nizrinah. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Gentar Satu Grup Dengan Vietnam, Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Bisa Tampil Maksimal di Piala AFF U-19 2026

Tak Gentar Satu Grup Dengan Vietnam, Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Bisa Tampil Maksimal di Piala AFF U-19 2026

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memilih menyerahkan sepenuhnya penilaian terhadap capaian Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026 kepada tim pelatih.
Gus Ipul Datangi KPK, Minta Saran Hingga Kritik Terkait Pengadaan Barang dan Jasa di Kemensos

Gus Ipul Datangi KPK, Minta Saran Hingga Kritik Terkait Pengadaan Barang dan Jasa di Kemensos

Menteri Sosial, Saifulla Yusuf atau Gus Ipul mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (8/5/2026).
1 Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Ternyata Anggota BPK RI Haerul Saleh

1 Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Ternyata Anggota BPK RI Haerul Saleh

Asril menerangkan, peristiwa ini terjadi bermula saat adanya informasi asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar.
Pelajar SMK dan Relawan SPPG di Sleman Jadi Korban Kekerasan Seksual Usai Dicekoki Miras

Pelajar SMK dan Relawan SPPG di Sleman Jadi Korban Kekerasan Seksual Usai Dicekoki Miras

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang pelajar SMK dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menjadi perhatian masyarakat. 
Marak Kecelakaan Akibat Pengguna Jalan Nekat Terobos Rel, KAI Daop 6 Yogyakarta Tutup 38 Perlintasan Liar

Marak Kecelakaan Akibat Pengguna Jalan Nekat Terobos Rel, KAI Daop 6 Yogyakarta Tutup 38 Perlintasan Liar

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta terus menggencarkan penutupan perlintasan liar di sejumlah wilayah operasionalnya. 
Bareskrim Polri Periksa Eks Kapolres Bima Kota hingga Maulangi, Dalami TPPU Kasus Narkoba

Bareskrim Polri Periksa Eks Kapolres Bima Kota hingga Maulangi, Dalami TPPU Kasus Narkoba

Eko menerangkan, tim penyidik juga tenga menelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak yang turut menikmati maupun membantu menyamarkan hasil kejahatan.

Trending

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berkomitmen Pemprov Malut akan melakukan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat adat Suku Togutil.
TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi

TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi

Sejumlah video pejabat daerah kembali ramai diperbincangkan publik di media sosial. Mulai dari Gubernur Malut Sherly Tjoanda hingga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Bukan Tanam Sayur, Dedi Mulyadi Kasih Upah Rp2 Juta ke Petani Cianjur Buat Lakukan Hal Ini

Bukan Tanam Sayur, Dedi Mulyadi Kasih Upah Rp2 Juta ke Petani Cianjur Buat Lakukan Hal Ini

Banjir yang melanda kawasan dataran tinggi seperti Puncak dan Cipanas, Kabupaten Cianjur, memicu keprihatinan serius Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Kelewat Jujur, Celetukan Gubernur Sherly Tjoanda saat Cicipi Kenari Sebelei Bikin Warganet Tertawa

Kelewat Jujur, Celetukan Gubernur Sherly Tjoanda saat Cicipi Kenari Sebelei Bikin Warganet Tertawa

Kelewat jujur, celetukan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat cicipi buah kenari Desa Sebelei langsung viral di medsos dan sukses bikin warganet tertawa.
Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menemui Altaf, bocah asal Ternate yang dicemooh teman-temannya efek kerap bicara bahasa Inggris dengan turis.
Gubernur Sherly Tjoanda Kaget Anak-anak Tak Bisa Jawab Satu Tambah Satu, Soroti Peran Orang Tua: Mana Mamanya?

Gubernur Sherly Tjoanda Kaget Anak-anak Tak Bisa Jawab Satu Tambah Satu, Soroti Peran Orang Tua: Mana Mamanya?

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos geleng-geleng kepala anak-anak terdiam saat dikasih pertanyaan perhitungan dasar matematika viral di medsos.
Tepati Janji Kampanye, Sherly Tjoanda Kunjungi Suku Togutil, Perjuangkan Hunian untuk Masyarakat Adat

Tepati Janji Kampanye, Sherly Tjoanda Kunjungi Suku Togutil, Perjuangkan Hunian untuk Masyarakat Adat

Tepati janji kampanye, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kunjungi Suku Togutil, perjuangkan hunian untuk masyarakat adat.
Selengkapnya

Viral