News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gerah! Polisi Terus Dibully karena Kasus Vina, Mantan Kapolda Sulteng Bicara Dugaan Ancaman

Buntut kasus Vina, polisi kerap dibully dan buat Mantan Kapolda Sulteng, Aryanto Sutadi gerah hingga gemas, serta buat dirinya beberkan soal dugaan intimidasi
Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:38 WIB
Gerah! Polisi Terus Dibully karena Kasus Vina, Mantan Kapolda Sulteng Bicara Dugaan Ancaman
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini mencuat di media massa dan sosial soal pernyataan Eks Jenderal Polisi Bintang Dua dan juga mantan Kapolda Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng), Aryanto Sutadi soal kasus pembunuhan dan pemerkosaan vina, di Cirebon

Aryanto Sutadi mengaku gerah, karena polisi terus-terusan dibully dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, ia akui dirinya sangat gemas ke pihak yang selalu menuding bahwa kasus pembunuhan Vina baru dilanjutkan seusai kasus tersebut, setelah kembali viral dan difilmkan di layar lebar. 

Dilansir dari media sosial dan berbagai sumber yang mengunggah pernyataan mantan Kapolda Sulteng tersebut, mengatakan bahwa kejadian itu pertama kali dilaporkan kepada pihak keluarga dari polsek setempat.  

"Kemudian setelah melihat ada kecurigaan bahwa HP-nya tidak rusak dan luka-lukanya ada di beberapa bagian sehingga keluarga korban lapor ke Polres dengan LP," pungkas Eks Kapolda Sulteng, Aryanto yang juga kini menjadi Penasihat Ahli Kapolri, seperti dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (25/5/2024). 

Lanjutnya dia mengatakan, bahwa dari itu, pihak Polres Cirebon lanjut melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap 8 orang.

Kemudian, kata dia, pada saat itu, Kapolres mengumumkan menetapkan 11 tersangka. Berarti ada tiga yang masih masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). 

"Di tengah penyidikan pihak polres, kasus ini diambil Polda. Di Polda ternyata lima tersangka yang menyatakan bahwa 3 orang DPO ini, mencabut kesaksiannya," ucapnya.

Alhasil, polisi tak melanjutkan pengejarannya. Hal ini lantaran, kata dia, kelima tersangka telah mencabut BAP ketiga DPO. 

Bahkan, ia menilai, ada dugaan intimidasi yang dilakukan kelompok geng motor kepada kelima tersangka itu untuk mencabut kesaksiannya. 

"Kemungkinan itu ada intimidasi dan ancaman. Yang saya denger ada ancaman dari geng motor," bebernya. 

Maka, kasus tersebut pun berhenti kepada penetapan 8 orang tersangka lantaran laporan tiga orang DPO dicabut. 

Di sisi lain, ia juga menilai, bahwa sebetulnya pihak Polres telah selesai. 

"Cuman muncul belakangan ada DPO karena viral mengenai film itu. Jadi atas dasar itu, Polda Jabar memberikan respons melanjutkan DPO yang dulu karena ada bukti-bukti baru yang menunjukkan bahwa mereka itu tersangka," lanjutnya menjelaskan.

Selain itu, dia gerah dengan pihak-pihak yang menuding polisi tak menuntaskan kasus tersebut pada tahun 2016 silam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dalam waktu 15 hari ketangkep (Pegi, salah satu DPO), polisi tetap saja di-bully seakan-akan kok dulu-dulu 8 tahun diburu tidak didapat tapi sekarang 15 hari aja ketangkep."

"Sampai sekarang saya beri penjelasan susah banget kepada orang-orang ini, terutama pengacara. Tidak bisa dilanjutkan saat itu karena tiga keterangan DPO dicabut," bebernya. (aag)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapan Sih Jadwal Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026/1447 Hijriah?

Kapan Sih Jadwal Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026/1447 Hijriah?

Jadwal Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026/1447 H jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Kemenag masih menunggu hasil dari perhitungan metode hisab dan rukyatul hilal.
Kasus Laka Lantas Maut di Sumbawa, Pengacara Nilai Penyidikan Cacat Hukum

Kasus Laka Lantas Maut di Sumbawa, Pengacara Nilai Penyidikan Cacat Hukum

Kuasa hukum terdakwa kasus laka maut di Sumbawa, Surahman, SH, MH, menilai kliennya tidak melakukan kelalaian sebagaimana yang didakwakan.
Gerindra Bicara Prabowo 2 Periode, Sufmi Dasco: Kita Bekerja Dulu untuk Rakyat

Gerindra Bicara Prabowo 2 Periode, Sufmi Dasco: Kita Bekerja Dulu untuk Rakyat

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad merespons munculnya dorongan agar Presiden Prabowo Subianto menjabat dua periode.
MU Menang Lawan Tottenham, Michael Carrick Bisa Jadi Rebutan Premier League?

MU Menang Lawan Tottenham, Michael Carrick Bisa Jadi Rebutan Premier League?

Dalam hitungan pekan, Carrick telah mengubah narasi Manchester United. Datang sebagai pengganti Ruben Amorim, ia langsung membawa dampak instan dengan tiga kemenanga
Hasil Proliga 2026, Putri: Jakarta Popsivo Polwan Paksa Gresik Phonska Plus Telan Kekalahan Pertamanya Musim Ini

Hasil Proliga 2026, Putri: Jakarta Popsivo Polwan Paksa Gresik Phonska Plus Telan Kekalahan Pertamanya Musim Ini

Hasil Proliga 2026 sektor putri yang menyajikan pertandingan antara Jakarta Popsivo Polwan menghadapi Gresik Phonska Plus Indonesia.
Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Malang Dihadiri 104.541 Jamaah

Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Malang Dihadiri 104.541 Jamaah

Puncak Hari Lahir (Harlah) “Satu Abad NU” yang diadakan PWNU Jatim yakni Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang, Jatim pada 7–8 Februari 2026 tercatat dihadiri jamaah yang jumlahnya tembus angka 104.541 orang hingga H-2 pelaksanaan (6/2).

Trending

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 7 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 7 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 7 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces, membahas peluang rezeki, kondisi finansial, dan angka hoki harian.
Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Berikut susunan pemain tim putri Indonesia vs Thailand di Perempat final Kejuaraan Beregu Asia 2026
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT