News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengejutkan! Kesaksian Liga Akbar saat Diperiksa Polda Jabar, Sebut saat itu Berada Dekat di Lokasi Vina dan Eky Dibunuh

Liga Akbar Cahyana alias Gaga memberikan kesaksian di Polda Jabar, terkait kejadian kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon pada 2016 silam.
Rabu, 5 Juni 2024 - 04:43 WIB
Saksi Liga Akbar alias Gaga di Polda Jabar, Selasa (4/6/2024)
Sumber :
  • Tim tvOne/Ilham Ariyansyah

Bandung, tvOnenews.com- Liga Akbar Cahyana alias Gaga memberikan kesaksian di Polda Jabar, terkait kejadian kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon pada 2016 silam.

Liga Akbar datang ke Polda Jabar dengan kuasa hukum asal Cirebon bernama Bana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemanggilan Liga oleh penyidik Polda Jabar menjadi saksi kunci saat malam kejadian pembunuhan.

Lewat kuasa hukumnya, Liga menyebut saat itu tengah berada di depan SMA 4 persis dengan kejadian Eky dan Vina dibunuh.

"kronologis yang kejadiannya kalau kejadian sih Liga pada saat itu memang berada di depan SMA 4. Depan SMA 4 makanya ini untuk penjelasan lebih lanjut kita mohon waktu kepada teman-teman media karena Liga sendiri akan menghadirkan saksi yang bisa menguatkan keterangan dia," kata Bana usai mendampingi pemeriksaan Liga Akbar di Mapolda Jabar, Selasa (3/6/2024) malam.

Bana menyebut Liga merupakan teman dari dari Eky dan kenal pula dengan Vina.

"Liga dengan korban ya mengenal saling mengenal kurang lebih sekitar 4 atau 6 bulan dengan korban Eky dan Vina pun mengenal dekat dengan mereka berdua," katanya.

Bana menambahkan pemeriksaan penyidik tersebut Liga Akbar dicecar 15 pertanyaan seputar kesaksian kejadian pembunuhan.

"Pertanyaan untuk Liga hari ini tadi mengulas BAP yang terdahulu yang waktu 2016," jelasnya

Bana menyampaikan dalam keterangan BAP tersebut ada beberapa yang dicabut oleh saksi Liga.

"Udah dikonfirmasi ada beberapa poin yang oleh Liga sendiri dicabut namun memang akan dilakukan pendalaman lagi oleh teman-teman kepolisian karena Liga sendiri harus membuktikan ada saksi lain yang harus dihadirkan pada saat nanti diperiksa berikutnya," tambahnya.

Sementara itu, Liga Akbar mengaku kenal dengan Eky dan Vina. Bahkan sebelum meninggal, Liga kerap kali menginap di rumah Eky. 

"Sudah kayak saudara (dengan Eky) orang tua korban juga sudah tahu saya. Pernah menginap di rumah Eky," kata Liga alias Gaga.

Polda Jabar harus terima keterangan saksi kasus pembunuhan Vina dan Eky

Eks Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Ito Sumardi turut menanggapi soal kehadiran saksi Liga Akbar yang diperiksa terkait kasus Vina.

Menurut Ito Sumardi, penyidik Polda Jabar tetap harus menerima keterangan saksi Liga Akbar, tetapi mesti serius melakukan penyidikan.

Sebab, dia menegaskan saat ini penyidik Polda Jabar telah diawasi pihak-pihak terkait, seperti Kompolnas, Komnas HAM, Itwasum Polri, hingga Propam Polri.

"Jadi, penyidik akan berusaha mengumpulkan ya fakta-fakta baik keterangan saksi ataupun alat bukti lain untuk bisa meyakinkan apakah tersangka Pegi Setiawan ini layak untuk dilanjutkan penyelidikan atau tidak," kata Komjen Ito Sumardi kepada tvOne, Rabu (5/6/2024).

Ito menyinggung bahwa terdapat SP3, yang mana bisa digunakan ketika bukti-bukti lemah untuk penetapan tersangka.

Namun, dia mengatakan penyidik Polda Jabar akan berusaha mengungkap kasus tersebut hingga layak diserahkan kepada kejaksaan atau P21.

Dia menyampaikan akan sulit menilai kasus Vina hanya dari pihak kepolisian.

"Karena, penuntut umum mau menerima bukti-bukti yang lemah apalagi yakin, namanya Hakim merasa yakin bahwa yang bersangkutan melakukan perbuatan yang betul-betul di luar batas kemanusiaan, sehingga memutuskan hukuman yang maksimal," jelasnya.

Oleh karena itu, Ito merasa saat ini proses penyidikan kasus Vina tidak perlu melihat kesalahan pada 2016.

Dia menekankan penyidik Polda Jabar akan profesional mengungkap tabir kasus tersebut dengan bukti-bukti yang diperoleh.

"Saya kira kita tidak bisa melihat proses penyidikan yang dulu. Kalau yang sekarang-sekarang ini kan penyidik sudah diawasi oleh Kompolnas, Komnas HAM, Itwasum, kemudian Propam, dan lembaga lain. Jadi, mereka tentunya juga harus berhati hati siapa pun juga yang akan diajukan sebagai sanksi yang meringankan atau yang memberatkan harus diterima," imbuhnya.

"Apa pun juga barang bukti yang diterima, misalnya CCTV yang sekarang sedang diproses barangkali menjadi satu petunjuk," ujar Ito.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyampaikan jika penyidik berkeyakinan tidak cukup bukti terhadap tersangka Pegi, perintah pemberhentian penyidikan mesti dikeluarkan.

"Kalau misalnya penyidik menyatakan bahwa atau berkeyakinan itu adalah tidak cukup, maka penyidik tentu harus segera mengeluarkan SP3 membebaskan saudara Pegi Setiawan. Namun, kalau penyidik merasa yakin, maka tentunya penyidik akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan," urainya.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mahasiswa Soroti Kasus Keracunan MBG yang Terus Meningkat, Bakom RI Sebut Pembenahan Terus Dilakukan

Mahasiswa Soroti Kasus Keracunan MBG yang Terus Meningkat, Bakom RI Sebut Pembenahan Terus Dilakukan

Ketua BEM KM UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Risyad Hanafi, mengkritik tingginya angka keracunan dalam pelaksanaan program MBG yang disebutnya meningkat tajam.
Prediksi Al Hilal vs Al Hazm di Liga Pro Saudi 2026/2027: The Blue Waves Bisa Menang Telak?

Prediksi Al Hilal vs Al Hazm di Liga Pro Saudi 2026/2027: The Blue Waves Bisa Menang Telak?

Berdasarkan analisis statistik dan metrik probabilitas dari laman Forebet, Al Hilal diunggulkan secara telak dengan persentase kemenangan mencapai 57 persen.
KPK Lakukan Verifikasi Atas Laporan Dugaan Dua Anggota DPRD Menyelewengkan APBD Jawa Timur

KPK Lakukan Verifikasi Atas Laporan Dugaan Dua Anggota DPRD Menyelewengkan APBD Jawa Timur

Seorang advokat dari ITSLaw, Safira Widyawati mewakili Achmad Shuhaeb mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Senin (19/10), guna melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam kegiatan yang menggunakan APBD Provinsi Jawa Timur.
Changan Makin Serius Garap Pasar Indonesia, Targetkan Bangun 27 Dealer Resmi di Tanah Air

Changan Makin Serius Garap Pasar Indonesia, Targetkan Bangun 27 Dealer Resmi di Tanah Air

Changan Indonesia menargetkan pembangunan 27 dealer resmi untuk memperluas jangkauan layanan bagi konsumen. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan.
Bakom RI Apresiasi Tiga Capaian Utama Kemenag dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Bakom RI Apresiasi Tiga Capaian Utama Kemenag dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Syahganda Nainggolan, memberikan apresiasi tinggi terhadap tiga keberhasilan utama Kementerian Agama (Kemenag) selama dua tahun pelaksanaan program Asta Cita. 
Rocky Gerung Akhirnya Blak-blakan soal Keputusannya Masuk Istana: Buat Ngejar Sesuatu yang Sudah Punah

Rocky Gerung Akhirnya Blak-blakan soal Keputusannya Masuk Istana: Buat Ngejar Sesuatu yang Sudah Punah

Rocky Gerung membantah berbagai tudingan yang menyebut dirinya telah melunturkan idealismenya usai bertahun-tahun konsisten sebagai pengritik di luar kekuasaan.

Trending

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Remaja 15 tahun korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan maut mobil pajero di Mampang Prapatan, Minggu (18/10/2026) diantar ratusan pelayat ke pemakaman.
Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang meninggal dunia usai tertimpa salib saat pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador.
Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update ranking BWF usai Denmark Open 2026. Sejumlah posisi pebulu tangkis Indonesia melesat, namun ada beberapa andalan tanah air yang turun peringkat seperti Jonatan Christie.
Mantan KSAD Subagyo HS Akan Dimakamkan Besok di TMP Kalibata Jakarta

Mantan KSAD Subagyo HS Akan Dimakamkan Besok di TMP Kalibata Jakarta

Kabar duka menyelimuti dunia militer, mantan KSAD Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo meninggal, pada Senin (19/10/2026). Subagyo HS meninggal di usia 80 tahun. 
Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Kematian tragis anggota Ditpoludara, Bharatu Valdo, di Mako Polairud Tangerang Selatan oleh diduga juniornya, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. 
Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Hal yang tak kalah menarik perhatian adalah sosok terduga tersangka dalam insiden mengerikan tersebut. Diketahui, bahwa terduga pelaku baru berusia 26 tahun.
Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis yang terus berkembang membutuhkan sistem operasional yang adaptif. Kenali tanda sistem perlu diperbarui melalui integrasi data, ERP, dashboard, dan otomasi.
Selengkapnya

Viral