News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bhayangkari Cantik Dianiaya, Kapolres Parepare sebut Tak Melapor, Korban: Sudah Melapor di Tahun 2023

Kapolres Parepare, AKBP Arman Muis angkat bicara soal kasus dugaan penganiayaan terhadap Bhayangkari Cantik berinisial AA (27) di Parepare.
Senin, 10 Juni 2024 - 05:05 WIB
Bhayangkari Cantik Dianiaya, Kapolres Parepare sebut Tak Melapor, Korban: Sudah Melapor di Tahun 2023
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kapolres Parepare, AKBP Arman Muis angkat bicara soal kasus dugaan penganiayaan terhadap Bhayangkari Cantik berinisial AA (27) di Parepare. 

Diketahui, Bhayangkari Cantik itu diduga dianiaya sang suami yang merupakan anggota polisi aktif di Polres Parepare, Birptu AZ (26).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan ironisnya, tak hanya Bhayangkari Cantik AA saja mendapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Namun, orang tuanya juga diduga mendapatkan aniaya dari Biptu Az (26) itu. 

Menyikapi kasus ini, Kapolres Parepare AKBP Arman Muis mengatakan, bahwa AA pernah menyampaikan insiden itu. 

"Sampai hari ini yang bersangkutan (AA) tidak pernah menyampaikan ke kami khususnya jajaran polres Parepare terkait adanya ganguan maupun ancaman terkait keselamatan dia. Saat ini kami memonitor situasi dan ada sejumlah perwira saya libatkan untuk memonitor (mengawasi Briptu AZ) keberadaan yang bersangkutan, " beber Kapolres Parepare, AKBP Arman Muis, kepda tvOnenews.com, Rabu (5/6/2024).    

Bahkan, dia katakan, kasus teror yang dilakukan Briptu AZ kepada sang istri sudah diketahui pihaknya.

"Kemarin sudah saya sel," bebernya. 

Selain itu, tuntutan bhayangkari cantik itu agar Briptu AZ dipecat, Kapolres mengatakan itu hak dari AA sebagai istri. 

"Siapapun punya hak, dia menuntut suaminya sendiri dipecat kalau ketentuan hukum memperbolehkan kenapa tidak. Semua punya hak," ujar Kapolres tanpa menyinggung putusan yang telah dikeluarkan pihak kepolisian dan tanpa meyinggung sanksi berupa mutasi bersifat demosi selama lima tahun kepada Briptu AZ. 

- Bhayangkari Cantik AA Berkomentar

Tepisah, saat diwawancarai tim tvOnenews.com melalui pesan WhatsApp, Bhayangkari Cantik AA memang tidak melaporkan kasus itu di Polres Parepare.

Dia akui, bahwa laporan itu dibuatnya di Propam Polda Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) pada tahun 2023. 

Namun, sampai saat ini, dia masih menunggu kepastian dari pihak kepolisian tentang kasusnya tersebut. 

Lalu, ditanya soal kekerasan yang diterima ibunya, ia katakan, dirinya melapor ke Polda Sulsel. 

"Saya lapor di Polda Sulsel, termasuk laporan kekerasan yang saya alami, makanya ditagani," ucapnya. 

Setelah memberikan pernyataan, Bhayangkari cantik itu pun mengirimkan sebuah berkas laporannya di Propam Polda Sulses berbentuk foto. 

Sebelumnya diberitakan, publik dicengangkan dengan cerita mengerikan Ibu Bhayangkari Polres Parepare, berinisial AA (27). 

Pasalnya, ia menceritakan tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya. 

Tak hanya itu saja, ibu anak satu itu juga menceritakan, kerap mendapatkan teror dari sang suami yang merupakan anggota Polres Parepare Briptu AZ (26). 

Padahal, Briptu AZ (26) merupakan tahanan kota dan masih jalani persidangan soal kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap AA dan orangtua AA, pada September 2023 lalu.     

Untuk diketahui, Briptu AZ ditetapkan sebagai tahanan kota dan resmi dikeluarkan dari Lapas Klas IIA Kota Parepare, sesuai surat keputusan Kejaksaan Negeri Parepare Nomor B-509/P.4.11/Eoh.2/01/2024 pertanggal 15 Maret 2024.

Sejak dibebaskan itulah, AZ kembali mengulangi perbuatannya. Ia mulai menguntit setiap aktivitas AA. 

Ironisnya, AZ melakukannya ketika korban berada di Kota Parepare saat bersama orangtuanya. 

Ketika dikonfirmasi, AA menuturkan bahwa ia dan orang tuanya mengaku sedih karena tidak mendapat keadilan dari hasil keputusan sidang penegakan pelanggaran kode etik profesi polri dengan nomor surat : B/1927/V/WAS.2.1./2024/Divpropam.

"Dalam tuntutan saya kepada para aparat hukum saat melaporkan kejadian yang saya alami itu agar Briptu AZ dipecat dari institusi kepolisian karena telah melanggar kode etik sebagai aparat kepolisian yang mana telah melakukan pelanggaran penganiayaan keras kepada saya bersama ibu dan juga bapak saya saat kami berada dirumah," ceritanya ke tvOnenews.com, Selasa (4/6/2024).

Namun, lanjutnya, keinginan ia dan orangtuanya pupus karena berdasarkan hasil sidang penegakan pelanggaran kode etik profesi Polri itu, semuanya jauh dari harapan.

Dalam keputusan itu tertulis bahwa terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Briptu AZ,  telah dilakukan penegakan pelanggaran kode etik profesi polri melalui sidang komisi kode etik polri pada tanggal 18 Maret 2024 dengan putusan KKEP Nomor: PUT/01/III/2024/KKEP, dan terbukti secara sah meyakinkan melanggar pasal 13 ayat (1)  peraturan pemerintah nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polri dan/atau pasal 5 ayat (1) huruf b dan/atau pasal 8 huruf c angka 1 dan/atau pasal 13 huruf h  peraturan kepolisian negara Republik Indonesia nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi polri dan komisi kode etik Polri.

"Tapi keputusannya yang saya lihat itu hanya diberikan sanksi berupa mutasi bersifat demosi selama 5 (Lima) tahun, serta kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan dihadapan sidang KKEP dan/atau secara tertulis kepada pimpinan Polri," cetusnya.

"Jika hasil sidang ini memang begitu adanya, saya pastikan para ibu rumah tangga atau siapapun itu yang mendapat permasalahan seperti saya akan trauma,"

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan menilai bahwa ketika seorang aparat hukum yang harus jadi panutan masyarakat dengan prinsipnya mengayomi, melindungi juga melayani masyarakat itu akan diragukan lagi karena seorang aparat hukum yang melakukan penganiyaan dalam rumah tangga baik itu kepada istri maupun orangtuanya akan sia sia untuk meminta keadilan atas pelaporan tersebut," ucapnya dengan sedih. 

Untuk diketahui, sampai saat ini tim tvOnenews.com masih melakukan konfirmasi soal kabar tersebut ke pihak Polres Parepare dan Briptu AZ (26). (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korban Tewas Gempa Venezuela Terus Meningkat, Saat Ini Menjadi 4.333 Orang

Korban Tewas Gempa Venezuela Terus Meningkat, Saat Ini Menjadi 4.333 Orang

Korban tewas gempa besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu bertambah menjadi 4.333 orang, sementara lebih dari 18.000 warga masih mengungsi di tempat penampungan sementara.
10 Weton yang Diprediksi akan Mengalami Keberuntungan dan Kewaspadaan terhadap Hubungan Asmaranya pada 13 Juli 2026

10 Weton yang Diprediksi akan Mengalami Keberuntungan dan Kewaspadaan terhadap Hubungan Asmaranya pada 13 Juli 2026

Dalam urusan romansa, Senin Legi tanggal 13 Juli 2026 bertindak bagai pisau bermata dua, yakni menghangatkan jiwa yang tulus, tapi menguji hubungan yang rapuh.
Karhutla Terjadi di Pulau Pisang, Kapolda Perintahkan Untuk Lakukan Penyelidikan

Karhutla Terjadi di Pulau Pisang, Kapolda Perintahkan Untuk Lakukan Penyelidikan

Polres Pulang Pisau diperintahkan untuk menyelidiki kebakaran yang terjadi di wilayah setempat dan bertindak tegas jika hasil penyelidikan menemukan adanya unsur kesengajaan.
Presiden Prabowo Hadiri Perayaan Harkopnas ke-79

Presiden Prabowo Hadiri Perayaan Harkopnas ke-79

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Minggu (12/7/2026). 
Cara Membuat dan Link Twibbon Harkopnas 2026, Gratis​​​​​​​

Cara Membuat dan Link Twibbon Harkopnas 2026, Gratis​​​​​​​

Tepat pada hari ini, Minggu, 12 Juli 2026, seluruh elemen bangsa kembali memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang ke-79. Momen tahunan bersejarah ..
Jadi Penyakit yang 'Membunuh' Temon, Benarkah Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Jadi Penyakit yang 'Membunuh' Temon, Benarkah Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Sebelum mengembusen napas terakhirnya, Temon diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi yang cukup lama. Darah tinggi bisa menyebabkan serangan jantung?

Trending

Hasil UFC 329: Conor McGregor Kalah Memalukan di Ronde Pertama, Max Holloway Menang Tanpa Banyak Keringat

Hasil UFC 329: Conor McGregor Kalah Memalukan di Ronde Pertama, Max Holloway Menang Tanpa Banyak Keringat

Hasil UFC 329, di mana Conor McGrgeor menelan kekalahan usai mengalami cedera di ronde pertama saat melawan Max Holloway.
7 Link Twibbon HARKOPNAS ke-79 2026 Desain Menarik, Download dan Bagikan ke Media Sosial

7 Link Twibbon HARKOPNAS ke-79 2026 Desain Menarik, Download dan Bagikan ke Media Sosial

Berikut 7 link twibbon Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun 2026 desain menarik, download secara gratis dan bagikan ke media sosial.
Link Live Streaming UFC 329: Tarung Siang Ini, Ada Duel Conor McGregor Vs Max Holloway

Link Live Streaming UFC 329: Tarung Siang Ini, Ada Duel Conor McGregor Vs Max Holloway

Link live streaming UFC 329, di mana ada duel seru antara Conor McGregor vs Max Holloway, dan Benoit Saint Denis melawan Paddy Pimblett.
Kualitas Data Ilmiah Dukung Efektivitas Industri Obat Obesitas Global

Kualitas Data Ilmiah Dukung Efektivitas Industri Obat Obesitas Global

Industri terapi obesitas global tengah memasuki fase kompetisi yang berbeda yang telah bergeser pada kualitas data ilmiah untuk mendukung efektivitas terapi.
Sisi Lain Almarhum Temon yang Jarang Orang Tahu, Komedian Rekan Duet Abdel Achrian Itu Punya Latar Belakang Pendidikan dan Profesi Mentereng

Sisi Lain Almarhum Temon yang Jarang Orang Tahu, Komedian Rekan Duet Abdel Achrian Itu Punya Latar Belakang Pendidikan dan Profesi Mentereng

Komedian sekaligus aktor berbakat, Simson Rarameha Ngadang, atau yang sangat akrab di telinga masyarakat dengan nama panggung Temon, dilaporkan meninggal dunia
Update! Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 4.118 Orang, 16.740 Terluka

Update! Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 4.118 Orang, 16.740 Terluka

Inilah update terkait gempa Venezuela. Pada 24 Juni 2026 lalu, dua gempa kuat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara di pesisir utara Amerika Selatan itu.
Kondisi Wali Kota Bandung Mulai Stabil Usai Dilarikan ke Rumah Sakit

Kondisi Wali Kota Bandung Mulai Stabil Usai Dilarikan ke Rumah Sakit

Setelah mengeluhkan kondisi tidak sehat saat berada di Balai Kota Bandung pada Jumat (10/7/2026) sore, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dilarikan ke rumah sakit.
Selengkapnya

Viral