GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mahfud Minta Prabowo Usut Kasus Vina hingga Sebut Adanya Permainan, Habiburokhman: Omong Kosong lah, Sudah Game Over 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menanggapi soal pernyataan Mahfud MD tentang kasus pembunuhan Vina dan Eky di yang terjadi di Cirebon 2016 silam.
Kamis, 13 Juni 2024 - 05:15 WIB
Kolase Mahfud MD dan Habiburokhman
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menanggapi soal pernyataan Mahfud MD tentang kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 silam.

Ia meminta agar eks Menko Polhukam itu tidak udah ikut campur dan banyak berkomentar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Omong kosong lah Pak Mahfud. Sudah game over jangan banyak komen lagi,” ujae Habiburokhman mengutip Kompas TV, pada Kamis (13/5/2024).

Habiburokhman menyebutjan bahwa kasus kematian Vina dan Eky itu seharusnya bukan urusan lembaga lain namun aparat penegak hukum.

“Aneh sekali kalau bikin lembaga lain di luar aparat penegak hukum yang ada, baik institusinya maupun pedoman,” lanjutnya.

Sebagai solusi, Habiburokhman mengatakan kasus Vina dan Eky itu dapat dilakukan PK jika ada bukti baru yang kuat.

“Kalau itu memang ada perkembangan bukti-bukti baru (adakan Pak). Karena yang namanya peninjauan kembali silakan saja ditempuh."

"Selama ini kan sudah ada putusan yang berkekuatan hukum, kalau itu belum diubah, belum ada novum juga yang diajukan untuk merubahnya maka itulah yang harus kita pedomani," ungkapnya.

Ia menyinggung soal asumsi-asumsi yang diucapkan oleh banyak orang itu tak penting. Apalagi jika diucapkan oleh orang yang tidak memiliki kompetensi di bidangnya.

“Jangan hanya pakai hukum berpendapat, berasumsi begini, faktanya seperti apa harus kita ikuti prosedur yang benar. Sudah ada putusan berkekuatan hukum tetap, ya satu satu-satunya cara yang berubah ya dengan PK," tutupnya.

Diketahui, Eks Menko Polhukam RI, Mahfud MD ikut mengomentari kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2016 silam.

Mulanya Mahfud membahas mengenai hukum yang ada di Indonesia. Ia kemydian menyinggung soal kasus kematian Vina dan kekasihnya.

Pakar hukum tata negara itu menyebut bahwa kasus Vina itu ada permaianan di belakangnya.

"Hukum kita itu sering bisa dimain-mainkan ya. Saya tidak ingin katakan bahwa selalu dimain-mainkan tapi sangat sering dimain-mainkan kalau sudah menyangkut. Apa pejabat atau mungkin menyangkut duit," ujar Mahfud dalam kanal YouTubenya Mahfud MD Official, dikutip Kamis (13/6/2024).

Ia kemudian menyinggung soal kasus Vina dan Eky yang terjadi pada 2016 hingga kini belum juga rampung.

"Saya tidak tahu persis kasus Vina itu. Tetapi konstruksi kasusnya kayak begini, dulu ada tersangka sepuluh atau sebelas orang kan, untuk pembunuhan Vina itu. Lalu diajukan ke pengadilan, itu berita acaranya kan ada sepuluh atau sebelas orang, sebelas orang diajukan ke pengadilan, yang tiga lari, yang delapan sudah dihukum," ungkapnya.

Mahfud melanjutkan, kasus Vina dan Eky itu akhirnya kembali viral setelah kasus itu difilmkan.

"Nah sesudah muncul Vina: Sebelum 7 Hari itu, lalu kasus ini muncul lagi. Dulu lari itu ke mana orang gitu? Itu kan resmi diumumkan buron tiga orang, namanya a, b, c, d. Nah ini baru muncul kasus ini," sambungnya.

Mahfud mengatakan bahwa kasus tersebut adanya ketidakprofesionalan pihak yang menangani kasusnya.

Tak hanya itu, ia juga menilai adanya permainan di balik kasus Vina dan Eky itu.

"Saya berpikir ini bukan sekedar unprofessional, tetapi menurut saya memang ada permainan."

"Unprofessional mungkin kurang cakap, kurang hati-hati itu tidak profesional. Tapi kalau ada permainan untuk melindungi seseorang atau mendapat bayaran dari seseorang untuk mengaburkan kasus, itu sudah sebenarnya sebuah permainan yang jahat," beber Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud justru merasa kasus yang terjadi pada Vina dan Eky ini adalah lebih dari unprofesional, yaitu permainan.

"Nah saya cenderung ini lebih dari unprofessional, ada permainan. Lah kenapa? Dia dulu dia dihadirkan delapan karena katanya yang tiga sudah lari, delapansudah dihukum penjara. Kalau ndak salah ada yang dihukum seumur hidup ya, hukumannya panjang-panjang," lanjutnya.

Mahfud menyinggung soal perubahan data yang mulanya ada tiga DPO namun saat viral.kembali DPO dikatakan ada dua orang.

Bahkan polisi berhasil menangkao satu DPI yang disebut sebagai pelaku utana bernama Pegi atau Perong.

"Lalu yang ketiga ini dilupakan sampai delapan tahun, muncul lagi dan muncul di film baru orang kaget lagi, lalu dibuka lagi."

"Konyolnya lagi padahal dulu resmi di dalam berita acara, resmi di dalam rilis yang diumumkan itu bahwa buron tiga orang. Sekarang sudah mulai ketahuan ada dua masalah, satu Pegi ditangkap, sementara mulai muncul kesaksian bahwa orangnya bukan itu dan Peginya sendiri mengaku ndak tahu Pegi yang sekarang ditangkap. Apakah Pegi ini namanya yang sekarang ada? Apakah ini namanya sekedar kambing hitam," tanya Mahfud.

"Lalu kedua, dua orang yang buron ini kok sekarang dibilang salah sebut. Mana ada orang udah menyelidiki lama kok salah sebut, salah sebut. Sehingga itu dianggap gak ada, hanya Pegi, Pegi itu pun diragukan. Nah, ini carut marut hukum," sambungnya.

Setelah penuh keheranan yang dirasakannya, Mahfud meminta agar Presiden Terpilih yaitu Prabowo Subianto dapat menyelesaikan kasus ini setelah dilantik.

"Saya kira kalau Pak Prabowo menyelesaikan masalah-masalah gini gak akan merugikan masalah politik dia. Posisi ekonomi pun tidak."

"Ini kriminal, jahat di pengadilan-pengadilan yang sekarang melibatkan pejabat-pejabat yang tidak tinggi-tinggi amat yang punya kepentingan politik, kepentingan bisnis. Ini tingkat polisinya yang ndak bener, kejahatan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pemerkosaan dan pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 silam sampai kini masih menyita perhatian publik karena belum juga menunjukkan titik akhir.

Apalagi munculnya beberapa fakta dan saksi-saksi baru semakin membuat runyam kasus kematian Vina dan Eky ini.

Banyak yang beranggapan bahwa sosok Pegi Setiawan yang ditangkap saat ini bukanlah Pegi atau Perong yang dimaksud.

Hal tersebut ditegaskan oleh pengacara Pegi yaitu Toni RM.

"Tangkap itu Pegi alias Perong tapi jangan tangkap Pegi Setiawan klien kami. Klien kami bukan Pegi alias Perong itu," tegas Toni dalam acara Catatan Demokrasi tvOne dikutip Kamis (13/6/2024).

Dalam acara tersebut, Toni juga menyebut bahwa sosok krusial dalam kasus Vina dan Eky ini bukanlah Pegi melainkan Andi.

Menurutnya kejadian pembunuhan dan pemerkosaan Vina itu terjadi karena sosok Andi.

Sempat beredar bahwa motif kasus Vina dan Eky ini terjadi karena masalah asmara. Namun hal itu seolah disangkal oleh Toni RM.

"Disebutkan bahwa pada Sabtu 27 Agustus 2016 sekitar pukul 19.30 WIB mereka bersebelas ini berkumpul di warung Ibu Nining. Kemudian mereka minum-minuman keras ya sejenus ciu, kemudian pindah ke Jalan SMPN 11 Perjuangan," kata Toni RM.

"Disitu sambil minum-minum Ansi yang DPO itu mengatakan bahwa ada masalah dengan geng XTC dan meminta bantuan kepada geng motor moonraker untuk mencari kelompok geng motor XTC," sambungnya.

Toni RM menyebut, atas permintaan Andi itulah kesepuluh temannya kemudian mencari geng motor moonraker.

Saat di perjalanan, secara tiba-tiba mereka melihat Eky, Vina dan Liga Akbar melintas di hadapan mereka.

"Tiba-tiba lewatlah Muhammad Rizky atau Eky berboncengan dengan Vina dan Liga Akbar sendirian. Kemudian setelah dilempari, Liga Akbar ini menyelamatkan diri ya dalam dakwaan."

"Kemudian Muhammad Rizky berbocengan dengan Vina terus dikejar sampai terjadilah korban nyawa. Jadi ya motif ini kalau dilihat motifnya ya antar geng motor dari yang dipancing, yang dipicu oleh Andi," jelasnya.

Toni juga mengatakan bahwa dalam putusan Andi juga disebutkan ikut menganiaya bahkan memperkosa Vina.

"Andi ikut menganiaya dan juga ikut menyetubuhi Vina lalu kemudian dihapus dari DPO Andi ini," lanjutnya.

Ditanya lebih jelas motif pembunuhan Vina dan Eky yang dihasut Andi, Toni RM menyebutkan hal itu tak tertuang jelas dalam surat dakwaan.

"Hanya dijelaskan bahwa Andi ini dirinya sedang ada masalah dengan geng motor XTC," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas hal tersebutlah Toni RM mengatakan bahwa Andi adalah sosok yang krusial dalam kasus ini malah justru status DPOnya dicabut.

"Andi yang dihapus dari DPO itu pemicu," lanjut Toni.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Mario Barrios vs Ryan Garcia Siang Ini

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Mario Barrios vs Ryan Garcia Siang Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan tinju dunia antara Mario Barrios vs Ryan Garcia yang akan berlangsung pada siang ini.
Menyala Al Nassr! Ronaldo dkk Sukses Bantai Al Hazm, Cristiano Ronaldo Cetak Double Goal

Menyala Al Nassr! Ronaldo dkk Sukses Bantai Al Hazm, Cristiano Ronaldo Cetak Double Goal

Dominasi yang dilakukan Cristiano Ronaldo CS pun berbuah manis dengan kemenangan telak 4-0 untuk Al Nassr tanpa balas atas Al Hazm dalam laga ersebut tersebut.
Tak Disangka! Hotman Paris Ungkap Denada Bisa Disita Asetnya Jika Lalai Nafkahi Ressa

Tak Disangka! Hotman Paris Ungkap Denada Bisa Disita Asetnya Jika Lalai Nafkahi Ressa

Tak disangka, Hotman Paris ungkap Denada bisa disita asetnya jika terbukti lalai nafkahi Ressa Rizky Rossano selama ini. Begini penjelasan sang praktisi hukum.
Polisi Mediasi Kasus Dugaan Pemukulan yang Viral di Media Sosial

Polisi Mediasi Kasus Dugaan Pemukulan yang Viral di Media Sosial

Mediasi atas kasus dugaan pemukulan terhadap seorang anak yang videonya sempat viral di media sosial (medsos) TikTok dalam dua hari terakhir, dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jawa Tengah.
Bapanas: Hari ke-4 Puasa Harga Cabai Rawit Rp68.836/kg, Telur Rp31.889/kg

Bapanas: Hari ke-4 Puasa Harga Cabai Rawit Rp68.836/kg, Telur Rp31.889/kg

Bapanas mencatat harga cabai rawit merah secara nasional Rp88.462 per kilogram, naik Rp8.591 dari hari sebelumnya, telur ayam ras Rp31.889 per kg naik Rp612 dari sebelumnya, pada hari ke-4 puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Link Live Streaming Tinju Dunia: Siang Ini Ada Perebutan Gelar Juara Mario Barrios vs Ryan Garcia

Link Live Streaming Tinju Dunia: Siang Ini Ada Perebutan Gelar Juara Mario Barrios vs Ryan Garcia

Link live streaming tinju dunia hari ini, di mana ada salah satu duel paling menarik tahun ini antara Mario Barrios vs Ryan Garcia yang memperebutkan gelar juara kelas welter WBC.

Trending

Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Nama Syukur Iwantoro, mertua Dwi Sasetyaningtyas, ikut disorot. Warganet membongkar laporan kekayaan Rp3,09 miliar yang tercatat di LHKPN KPK.
Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas melebar setelah pengakuan dirinya soal mobil, sopir, hotel, dan ajudan saat riset memicu dugaan penggunaan fasilitas negara.
Natalius Pigai Balas Sentilan Ketua BEM UGM Terkait MBG: Seirama dengan HAM!

Natalius Pigai Balas Sentilan Ketua BEM UGM Terkait MBG: Seirama dengan HAM!

Menteri HAM Natalius Pigai balas sentilan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto terkait pengiriman surat kepada UNICEF soal tuntutan kuat penghentian program MBG.
Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) meminta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera dihentikan.
Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Warga Kota Tual masih menyoroti kasus tewasnya siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, karena diduga dianiaya oleh anggota Brimob, Bripda MS. Bahkan, para warga ingin
Soal Kasus Anggota Brimob Aniaya Siswa Hingga Tewas di Tual, Kapolri: Kita Transparan

Soal Kasus Anggota Brimob Aniaya Siswa Hingga Tewas di Tual, Kapolri: Kita Transparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomentar soal insiden anggota brimob diduga aniaya seorang siswa di Tual. Kata Kapolri, pihaknya memastikan penanganan
Polri Tak Hanya Ungkap Narkotika Sekoper, Kronologi Penyimpangan Seksual AKBP Didik Juga Dibocorkan

Polri Tak Hanya Ungkap Narkotika Sekoper, Kronologi Penyimpangan Seksual AKBP Didik Juga Dibocorkan

Polri tidak hanya ungkap soal kepemilikan narkotika sekoper eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. Namun, Polri juga bocorkan kronologi penyimpangan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT