LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Permen LHK Dipakai Untuk Hitung Kerugian Korupsi Timah, Pengacara Andy Nababan: Ini Salah Kamar!
Sumber :
  • Istimewa

Permen LHK Dipakai Untuk Hitung Kerugian Korupsi Timah, Pengacara Andy Nababan: Ini Salah Kamar!

Kuasa Hukum CV VIP, Andy Inovi Nababan menilai penerapan Permen LHK Nomor 7/2014 untuk menghitung kerugian negara riil dari perkara korupsi timah merupakan kekeliruan besar.

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:44 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa Hukum CV VIP, Andy Inovi Nababan menilai penerapan Permen LHK Nomor 7/2014 untuk menghitung kerugian negara riil dari perkara korupsi timah merupakan kekeliruan besar.

Pasalnya, hasil penghitungan senilai Rp271 triliun itu merupakan kerugian ekologis dari kerusakan lingkungan, sementara pasal yang digunakan untuk menjerat para tersangka menggunakan pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Padahal angka itu belakangan berulang kali ditegaskan adalah kerugian ecologist, yang dipakai adalah peraturan menteri lingkungan hidup, tapi untuk tindak pidana korupsi ini sudah salah kamar pak," kata Andy dalam konferensi pers di kawasan Bangka, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Andy menjelaskan dengan melambungnya angka kerugian negara yang salah ambil dari penerapan pasal, hal ini membuat opini publik berasumsi tentang para tersangka.

Baca Juga :

"Angka yang sudah didengungkan let say 3 bulan terakhir angka Rp271 triliun sehingga banyak orang berfantasi kalau uang Rp271 itu dipakai bisa untuk apa, semua orang berasumsi lalu memvisualisasikan kepada selebritas-selebritas tertentu," kata dia.

"Bahasa sederhana saya seperti ini, bapak pakai aturan dalam FIFA untuk pertandingan tinju, ketika dipukul petinjunya jatuh, malah dikasih kartu merah kan itu yang terjadi," sambung Andy.

Oleh karena itu, Andy mengatakan bahwa penerapan Permen LHK No 7/2014 dalam penindakan kasus korupsi timah, akan menjadi preseden buruk bagi dunia hukum Indonesia.

Halaman Selanjutnya :
Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Efek Mengerikan LBM NU Jakarta Temui Presiden Israel, Nasib Zainul Jadi Begini

Efek Mengerikan LBM NU Jakarta Temui Presiden Israel, Nasib Zainul Jadi Begini

5 (lima) Cendikiawan NU yang temui Presiden Israel, Isaac Herzog, ternyata menuai efek mengerikan terhadap nasib mereka di NU.
Daftar 7 Tersangka Baru Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam, Harli Siregar Bocorkan Identitasnya

Daftar 7 Tersangka Baru Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam, Harli Siregar Bocorkan Identitasnya

Korupsi 109 Ton Emas Antam masih meyisakan perhatian publik dan masih didalami Kejaksaan Agung. Bahkan, baru-baru ini, Kejaksaan Agung beberkan 7 tersangka baru
Perusahaan Ini Cetak Hattrick Penghargaan dari Retail Asia

Perusahaan Ini Cetak Hattrick Penghargaan dari Retail Asia

Perusahaan ritel terkemuka di Indonesia, yang didirikan pada 1998, sukses terima penghargaan ke-3 dari Retail Asia. Mereka terus berkomitmen tingkatkan inovasi.
Penerapan Keadilan Restoratif Dikaji, Kenapa? Ternyata Karena Ini

Penerapan Keadilan Restoratif Dikaji, Kenapa? Ternyata Karena Ini

Penerapan keadilan Restoratif kini dikaji Kemenkumham dan Kejaksaan Agung. Tentu, hal ini menuai pertanyaan publik. Ternyata, kajian itu adanya atas potensi
Lereng Gunung Sipiso Piso Tongging Karo Terbakar

Lereng Gunung Sipiso Piso Tongging Karo Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Danau Toba tepatnya lereng gunung objek wisata Sipiso Piso Tongging, Desa Pengambatan, Kecamatan Merek, Kabupaten
Pemkab Klungkung Bali Raih Insentif Fiskal Rp5,5 Miliar

Pemkab Klungkung Bali Raih Insentif Fiskal Rp5,5 Miliar

Pemerintah Pusat memberikan penghargaan ke Pemkab Klungkung, Bali karena berhasil dalam pengendalian Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proksi inflasi.
Trending
Daftar 7 Tersangka Baru Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam, Harli Siregar Bocorkan Identitasnya

Daftar 7 Tersangka Baru Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam, Harli Siregar Bocorkan Identitasnya

Korupsi 109 Ton Emas Antam masih meyisakan perhatian publik dan masih didalami Kejaksaan Agung. Bahkan, baru-baru ini, Kejaksaan Agung beberkan 7 tersangka baru
Perusahaan Ini Cetak Hattrick Penghargaan dari Retail Asia

Perusahaan Ini Cetak Hattrick Penghargaan dari Retail Asia

Perusahaan ritel terkemuka di Indonesia, yang didirikan pada 1998, sukses terima penghargaan ke-3 dari Retail Asia. Mereka terus berkomitmen tingkatkan inovasi.
Efek Mengerikan LBM NU Jakarta Temui Presiden Israel, Nasib Zainul Jadi Begini

Efek Mengerikan LBM NU Jakarta Temui Presiden Israel, Nasib Zainul Jadi Begini

5 (lima) Cendikiawan NU yang temui Presiden Israel, Isaac Herzog, ternyata menuai efek mengerikan terhadap nasib mereka di NU.
Penerapan Keadilan Restoratif Dikaji, Kenapa? Ternyata Karena Ini

Penerapan Keadilan Restoratif Dikaji, Kenapa? Ternyata Karena Ini

Penerapan keadilan Restoratif kini dikaji Kemenkumham dan Kejaksaan Agung. Tentu, hal ini menuai pertanyaan publik. Ternyata, kajian itu adanya atas potensi
Iptu Rudiana Resmi Dilaporkan, Keterlibatan Dedi Mulyadi di Kasus Vina Cirebon Semakin Jauh, sampai Berani Tantang Bareskrim…

Iptu Rudiana Resmi Dilaporkan, Keterlibatan Dedi Mulyadi di Kasus Vina Cirebon Semakin Jauh, sampai Berani Tantang Bareskrim…

Iptu Rudiana telah dilaporkan atas keterlibatannya di kasus Vina Cirebon, Dedi Mulyadi menantang Bareskrim buka bukti-bukti untuk kejelasan kasus. Seperti apa?
Suporter Vietnam Berulah, Mengolok-olok Kemenangan Gemilang Timnas Indonesia U-19 Atas Filipina hingga Tim Asuhan Indra Sjafri Itu Disebut…

Suporter Vietnam Berulah, Mengolok-olok Kemenangan Gemilang Timnas Indonesia U-19 Atas Filipina hingga Tim Asuhan Indra Sjafri Itu Disebut…

Suporter Vietnam menyebut kemenangan gemilang Timnas Indonesia U-19 atas Filipina dengan skor 4-0 hanya kebetulan dan banyak diuntungkan.
Terang-benderang! Tim Psikolog Ungkap Penyebab Penyidik Polda Jabar Panik Memeriksa Pegi Setiawan, Ternyata Ada Hal Besar di Kasus Vina Cirebon

Terang-benderang! Tim Psikolog Ungkap Penyebab Penyidik Polda Jabar Panik Memeriksa Pegi Setiawan, Ternyata Ada Hal Besar di Kasus Vina Cirebon

Salah satu tim psikolog yang memeriksa kejiwaan Pegi Setiawan, Nurafni membeberkan penyebab penyidik Polda Jabar panik menangani kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Selengkapnya