GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cover Story One : Akhir Cerita Petaka Berdarah Sukolilo

Ds Sumbersoko, Kec. Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dibuat gempar oleh warganya yang menghakimi empat orang yang diduga sebagai komplotan pencuri mobil.
Kamis, 20 Juni 2024 - 15:15 WIB
CSO : Akhir Cerita Petaka Berdarah Sukolilo
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kamis 6 Juni 2024 di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dibuat gempar oleh warganya yang menghakimi empat orang yang diduga sebagai komplotan pencuri mobil. Peristiwa itu kemudian menjadi perbincangan di dunia maya. 

Sebuah video amatir yang diunggah oleh @lingkarjateng.id ramai menarik simpati warga net untuk mencari tahu. Dalam video tersebut terekam kerumunan massa tengah mengelilingi keempat orang tersebut yang sudah tak berdaya berlumuran darah usai dikeroyok. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sesekali terdengar suara dari massa yang meminta keempat orang tersebut untuk dibakar. Dalam rekaman yang dilihat itu teriakan dari massa itu terdengar nyaring saat petugas kepolisian mengevakuasi keempat orang yang telah berlumuran darah tersebut. 

"Komplotan terduga pencuri mobil dihajar warga Desa Sumbersoko, Sukolilo Pati pada Kamis (06/06/2024) siang," tulis deskripsi akun tersebut dikutip pada Sabtu (08/06/2024).

Belakangan diketahui keempat orang yang menjadi korban amukan warga adalah pengusaha rental mobil asal Kemayoran, Jakarta Pusat yang akan mengambil mobil rentalnya yang hilang dibawa kabur oleh pelanggannya. Mereka adalah BH (52), SH (28), KB (54), dan AS (37). 

BH bernasib nahas dalam peristiwa berdarah tersebut. Ia dinyatakan meninggal dunia saat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, sementara ketiga rekannya kritis dan mengalami luka hebat. 

"Awal para korban ini berangkat dari Jakarta untuk menuju ke Pati, untuk tujuan diajak korban BH yang meninggal dunia untuk mengambil rentalan saudara BH tersebut," kata Kompol M Alfan Armin Kasat Reskrim Polresta Pati kepada awak media, Sabtu(08/06/2024). 

Menurut Alfan, awalnya BH bersama ketiga temannya mengikuti GPS pada mobil rental miliknya yang hilang. Setelah ditelusuri, BH menemukan mobil rentalnya terparkir di kawasan Desa Sumbersoko. 

Saat itu pula BH yang telah membawa kunci cadangan mobil tersebut pun lantas membawa kendaraan tersebut. Namun saat itu pula terdapat warga yang meneriaki BH maling hingga mengundang massa yang mengejar. Saat itu pula massa yang telah mengepung keempat orang tersebut secara membabi buta mengeroyoknya. 

"Kemudian di lokasi, hasil keterangan korban ketika mengambil mobil kemudian mengambil kunci cadangan, kemudian mengambil mobil tersebut. Warga yang melihat kemudian diteriaki maling sehingga para korban dikejar oleh warga sehingga terjadi pemukulan," ungkapnya. 

Polisi Buru dan "Sweeping" Pelaku Pengeroyokan

Tim gabungan dari Dirkrimsus Polda Jawa Tengah dan Polresta Pati, menyisir dan melakukan sweeping di lokasi terjadinya pengeroyokan untuk mengejar pelaku. 

Atas insiden tersebut polisi sudah menetapkan 10 orang oknum warga sebagai pelaku pengeroroyokan. Tak hanya itu, polisi turut memeriksa puluhan warga Desa Susokilo terkait peristiwa tersebut. 

"Kemarin sudah disampaikan Pak Kapolda ada 35 saksi (warga Desa Sukolilo-red)," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Satake Bayu kepada tvOnenews.com saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (16/06/2024). 

Pelaku Pengeroyokan Bos Rental Mobil Hingga Tewas di Desa Susokilo Terus Bertambah Polda Jawa Tengah kembali meringkus pelaku pengeroyokan terhadap bos rental mobil asal Jakarta yang tewas di Desa Sukolilo, Jawa Tengah.  

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi mengatakan para tersangka ditangkap saat sembunyi di hutan dan kebun. 

"Tadi malam empat orang, dan subuh dua orang. Sebelumya sudah 4 orang. Jadi jumlahnya 10 orang tersangka. Mereka punya peran dan bukti permulaan cukup bahwa yang bersangkutan terlibat kasus 170 pengeroyokan. Kita tangkap dan langsung tahan," kata Ahmad Luthfi di Mapolda Jateng, Sabtu (15/06/2024). 

Ahmad Luthfi menuturkan keenam tersangka baru pada kasus pengeroyokan itu masing-masing berinisial STM (35), AK (46), SA (60), SU (63), NS (29), SHD (39). Keenam tersangka baru tersebut didapati merupaka warga Sukolilo, Pati yang ikut dalam aksi pengeroyokan tersebut. 

"Mereka yang ditangkap perannya antara lai ada yang ambil alih kendaraan, stop kendaraan, cengkiwing korban, tendang perut. Ada yang pukul dengan batu yang ditali di kaos. 

Ada yang melindas dengan motor," ungkapnya. Ahmad Luthfi menjelaskan terdapat pelaku lain yang masih diburu oleh pihak kepolisian. Ia pun mengimbau kepada pelaku lain aksi pengeroyokan terhadap bos rental mobil tersebut untuk menyerahkan diri. 

"Kami ingatkan kepada para pelaku untuk menyerah. Atau akan ada upaya paksa. Sudah kantongi beberapa nama yang bukti permulaannya cukup untuk lakukan upaya paksa," tegasnya. 

Polisi Tangkap Aris Gunawan Dalang Pengeroyokan

Otak pembunuhan bos rental mobil Aris Gunawan, ditetapkan jadi tersangka. Ia juga diduga adalah penyewa yang membawa mobil milik korban ke desanya. Aris melakukan tindakan sadis dan biadab memukul serta melindas korban dengan kendaraan roda dua mengenai lengan kanan, dada, dan lengan kiri korban hingga tewas. Padahal Burhanis sebelumnya sudah terkapar tak berdaya karena dikeroyok belasan massa. 

Aris Gunawan sempat diperiksa dalam kejadian itu dan ia juga berkelit kalau ia tidak terlibat dalam aksi pembunuhan Burhanis, bos rental mobil asal Jakarta. Aris merupakan penyewa yang menggelapkan mobil Burhanis. Ia menggelapkan mobil Burhanis di rumahnya di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo. Burhanis sebagai pemilik mobil mendatangi rumah Aris dan membawa mobil tersebut. Namun anehnya, Aris Gunawan marah dan memprovokasi warga agar membunuh Burhanis. 

Dalam wawancaranya sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Aris membuat kesaksian bohong.

“Kalau dikabari warga sekitar jam 1 lah. Saya di lapangan gak di rumah. Taunya istri diberitahu tetangga,” ucap Aris saat awal diwawancara. 

Sukolilo Dijuluki "Kampung Maling" oleh Warga Net

Usai heboh pengeroyokan di  Desa Sukolilo, Pati, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, warga net ramai-ramai menjuluki Sukolilo sebagai "Kampung Maling". Hal itu ditandai dengan Sukolilo berubah nama menjadi Kampung Maling di Google Maps.  Sejumlah titik lokasi di wilayah tersebut hampir semuanya berubah dan diberi nama ‘Maling’ di Google Maps.  

Adapun sejumlah titik lokasi yang diberi nama kampung maling di antaranya berikut; Kampung Maling Mobil, Desa Maling, Wisata Kampung Maling hingga Pasar Para Maling.  

Atas cemohoan warga net itu, Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro angkat bicara. Ia merespons keras netizen atau masyarakat yang menjuliki Desa Sukolilo sebagai "Kampung Maling", seusai viral video pengeroyokan bos rental mobil asal Jakarta yang tewas di wilayah tersebut. 

Pj Bupati Pati, Henggar menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban yang tewas seusai diamuk massa di Desa Sukolilo, Pati, Jawa Tengah (Jateng) beberapa waktu lalu. 

"Tentunya kita juga prihatin, karena kondisi itu sebenarnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Pati saja, tetapi sudah sampai tingkat level nasional," kata Henggar kepada tvOne dilansir Selasa (18/06/2024). 

Henggar mengungkapkan kondisi Pati seusai viral julukan kampung maling tersebut masih berjalan seperti biasa. Dia menegaskan bahwa masyarakat Pati tidak seperti stigma negatif yang baru-baru ini disematkan masyarakat atau netizen. 

"Tentunya kondisi ini tadi pagi juga di Kabupaten Pati, masyarakat di sana juga sudah ada pada kumpul di Alun-alun Kabupaten Pati. Pati cinta damai. Jadi, dalam arti bahwa inilah yang sebenarnya masyarakat di Kabupaten Pati yang ada itu adalah seperti ini situasi dan kondisi sebenarnya di Pati itu sangat kondusif," tegasnya. 

Keluarga Berduka Kehilangan Burhanis 

Insiden bos rental yang dibakar hingga tewas, di  Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyisakan pilu bagi keluarga. Burhanis meninggal dunia ditangan oknum warga yang beringas. Adik ipar Burhanis, Hariyanto mengungkapkan korban merupakan seorang tulang punggung keluarga.  

"Beliau tanggung jawab pada keluarga. Sekarang anak pertamanya masih kuliah, anak kedua SMA, anak ketiga juga mau masuk SMA," cerita Hariyanto, seperti yang dikutip tvOnenews.com, dari berbagai sumber, Minggu (09/06/2024). 

Burhanis membuka bisnis rental mobil di kediamannya, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. 

"Sudah lama usaha rentalnya. Sepuluh tahunan lebih. Kalau tidak salah sejak 2010," ceritanya kembali. 

Kini kata dia, dengan meninggalnya Burhanis, anak-anak korban merasa kehilangan. 

"Sekarang anak-anaknya kehilangan sosok ayah penopang keluarga," ucapnya. 

Bahkan di mata adik iparnya, BH merupakan sosok yang sederhana, bertanggung jawab, baik pada keluarga, ulet, dan dermawan. Hariyanto menuturkan, jika ada keluarga yang membutuhkan bantuan, BH selalu memberi bantuan. 

Atas kejadian yang merenggut nyawa BH, Hariyanto bersama keluarga meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus itu. Dia juga berharap agar pelaku dihukum seadil-adilnya. 

Saksikan selengkapnya di Program Cover Story One, Kamis 20 Juni 2024 Pukul 23.30 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(raa/ign/ebs/muu/adw/lis/mur/fis)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Sebut Pokok Perkara Tidak akan Hilang Meski Praperadilannya Dikabulkan Hakim

Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Sebut Pokok Perkara Tidak akan Hilang Meski Praperadilannya Dikabulkan Hakim

Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Febri Diansyah menegaskan bahwa praperadilan yang diajukannya bukan untuk menghilangkan substansi perkara pokok melainkan menguji aspek prosedural.
Klasemen AVC Women's Continental 2026, Senin 24 Agustus: Timnas Voli Putri Indonesia Terdepak dari Papan Atas

Klasemen AVC Women's Continental 2026, Senin 24 Agustus: Timnas Voli Putri Indonesia Terdepak dari Papan Atas

Klasemen AVC Women's Continental 2026 per Senin (24/8/2026), di mana terdapat sejumlah perubahan. Salah satunya ialah Timnas Voli Putri Indonesia yang turun peringkat.
Terpilih Duduki SVP AFLAG, Kawula Muda Ini Bawa Nama Indonesia ke Panggung Surveyor ASEAN

Terpilih Duduki SVP AFLAG, Kawula Muda Ini Bawa Nama Indonesia ke Panggung Surveyor ASEAN

Dunia survei dan geomatika Indonesia kembali mengukir prestasi dengan terpilihnya Said Abdullah Abri sebagai Senior Vice President (SVP) ASEAN Federation of Land Surveying and Geomatics (AFLAG) untuk periode 2026–2028.
Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed, KPK Geledah Rumah Para Tersangka hingga Kantor Rektorat

Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed, KPK Geledah Rumah Para Tersangka hingga Kantor Rektorat

Juru bicara KPK menyampaikan bahwa penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga masih berkaitan dengan perkara korupsi di kampus Unsoed.
Rekap Hasil AVC Women's Continental 2026, Senin 24 Agustus: Thailand Hajar Timnas Voli Putri Indonesia Tanpa Ampun

Rekap Hasil AVC Women's Continental 2026, Senin 24 Agustus: Thailand Hajar Timnas Voli Putri Indonesia Tanpa Ampun

Rekap hasil AVC Women's Continental 2026 hari ini, Senin (24/8/2026). Timnas Voli Putri Indonesia dipaksa menelan pil pahit karena kalah telak dari Thailand.
Inter Milan Naik Level, 3 Pemain Inggris Bikin Nerazzurri Makin Berpeluang Pertahankan Scudetto

Inter Milan Naik Level, 3 Pemain Inggris Bikin Nerazzurri Makin Berpeluang Pertahankan Scudetto

Inter Milan mendapat suntikan tenaga baru pada bursa transfer musim panas 2026. Tiga pemain asal Inggris dinilai mampu meningkatkan kualitas skuad Nerazzurri.

Trending

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Polisi menegaskan tindakan yang dilakukan penyelidik Ditreskrimsus bukan pemblokiran rekening, melainkan permohonan penundaan transaksi terkait penyelidikan dugaan penghimpunan dana yang dikaitkan dengan kegiatan AMPB.
Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Nama Lylia ramai dikaitkan dengan video viral kasir minimarket berdurasi 7 menit di TikTok, X, dan Telegram. Simak fakta terbaru dan risiko link palsu.
Pengakuan Wanita Pelaku Tabrak Lari Maut di Surabaya: Namanya Orang Mabuk, Saya Enggak Sadar

Pengakuan Wanita Pelaku Tabrak Lari Maut di Surabaya: Namanya Orang Mabuk, Saya Enggak Sadar

Kelanjutan kasus kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, menemui titik terang. 
Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di area kawasan Pasar Bintara, Kota Bekasi, tepatnya di depan Stasiun Cakung pada Minggu (24/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Pencarian video viral kasir Minimarket 7 menit terus ramai. Simak fakta, pola penyebaran link, serta perbandingannya dengan isu “Yank Uwes Yank Part 2”.
Polisi Ungkap Pemicu Debt Collector Masuk ke Dalam Mobil di Cengkareng: Ada Penunggakan Bayar Tiga Bulan

Polisi Ungkap Pemicu Debt Collector Masuk ke Dalam Mobil di Cengkareng: Ada Penunggakan Bayar Tiga Bulan

Polisi mengungkap penyebab debt collector berinisial ML alias E (30) yang diduga melakukan penganiayaan hingga memiting pengemudi mobil, saat melintas di SPBU Jalan Kamal Raya Ring Road, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Jumat (21/8).
Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Suami pedagang perabot & seragam sekolah di Pasar Bintara, Kota Bekasi, Mulyanto sedih puluhan lapak dan kios termasuk milik sang istri ludes akibat kebakaran.
Selengkapnya

Viral