News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Tahan Lagi, Pakar Psikologi Forensik Bongkar 2 Faktor Mencengangkan Dugaan Kesaksian Palsu Aep usai Kini Menghilang

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri beberakan beberapa faktor dugaan kesaksian palsu Aep yang memenjarakan Pegi Setiawan di kasus pembunuhanVina Cirebon.
Rabu, 17 Juli 2024 - 08:06 WIB
Tak Tahan Lagi, Pakar Psikologi Forensik Bongkar 2 Faktor Mencengangkan Dugaan Kesaksian Palsu Aep usai Kini Menghilang
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengungkapkan beberapa faktor dugaan keterangan dan kesaksian palsu Aep yang memenjarakan Pegi Setiawan di kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon. 

Nama Aep kini menjadi perbincangan hangat publik dalam pusaran kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon, hal ini karena dia menghilang pasca bebasnya Pegi Setiawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, Aep menjadi salah satu saksi yang mengatakan bahwa terpidana dan tersangka Pegi Setiawanberada di lokasi TKP pembunuhan pada malam hari, ia bahkan tak ragu menceritakan secara detail keterlibatan Pegi Setiawan.

Pegi Setiawan
Kolase foto Aep dan Pegi Setiawan. 

Atas dasar kesaksian Aep tersebut yang membuat Pegi Setiawan ditetapkan sebagai tersangka atau pelaku utama dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon oleh Polda Jabar.

Namun, belakangan terungkap bahwa penetapan status tersangka Pegi Setiawan tidak sah dan harus dibatalkan demi hukum.

Hakim tunggal Eman Sulaeman mengabulkan gugatan praperadilan untuk membebaskan Pegi Setiawan dari penetapan status tersangka dari Polda Jabar.

Oleh karena itu, Pegi Setiawan kini dibebaskan dan dicabut semua tuduhan sebagai tersangka kasus Vina. 

Di mana hal ini membuat publik bertanya-tanya soal validitas pengakuan Aep yang melihat Pegi Setiawan berada di lokasi kejadian perkara saat Eky dan Vina dianiaya hingga tewas.

Muncul dugaan bahwa Aep memberikan kesaksian palsu kepada Polisi, salah satu yang meragukan kesaksian Aep adalah Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri.

Ia mengutarakan pandangannya terkait polisi hanya mengandalkan keterangan saksi, ada dua, untuk proses hukum dari pembunuhan Vina.

"Ada dua sesungguhnya, satu Aep, yang kedua Sudirman. Perkiraan saya kedua pihak ini boleh jadi sudah menyampaikan keterangan tidak sesuai dengan kenyataan," tuturnya.

"Berarti terbuka kemungkinan berupa keterangan palsu, atau kebohongan, tapi tinggal lagi menurut saya perlu dibedakan cara otoritas penegakan hukum menyikapi seorang Aep, dengan cara menyikapi seorang Sudirman," terangnya.

Di sisi lain, sisi benang merah terkait validitas keterangan dari Aep dan Sudirman tampaknya sungguh sangat diragukan.

"Bahkan patut untuk dicurigai, bahwa sekali lagi keterangan mereka mengandung keterangan sifatnya palsu," tandasnya.

Presenter tvOne menanyakan soal posisi Aep dalam memberikan kesaksian kepada Polisi.

Menjawab hal tersebut, Reza Indragiri mengaku pernah berkunjung di lokasi TKP pembunuhan di Cirebon.

"Saya mencoba melakukan simulasi, di mana titik atau lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat penganiayaan terhadap kedua korban, dan di mana gerangan posisi Aep berada," tuturnya.

Pegi Setiawan
Pegi Setiawa saat ditahan oleh Polda Jabar. (antara)

Reza Indragiri melakukan simulasi berdasarkan kesaksian Aep, di mana terjadi di kegelapan malam.

"Kesimpulan saya terlalu kecil kemungkinan seorang Aep bisa mengidentifikasi siapa saja sesungguhnya orang-orang yang melakukan penganiayaan, kalau memang di situ lokasinya," papar Reza.

"Terlalu gelap dan lokasinya agak berbelok, posisi Aep tidak melihat lurus tapi berbelok, itu yang terus terang membuat saya sangsi," tambahnya.

Hal yang kedua membuat Pakar Psikologi Forensik ini ragu atas kesaksian Aep.

"Memang peristiwa ini alias hal yang harus diingat-ingat oleh Aep ini berlangsung 8 tahun lalu, tapi belum lama beberapa pekan silam, kan Aep sudah muncul di publik sudah menyampaikan pernyataan di media, dan dia menegaskan bagaimana dia melihat Penganiayaan itu," tuturnya.

Aep juga mengaku melihat siapa yang melakukan penganiayaan tersebut.

"Jadi menurut saya, walaupun peristiwa sudah berlangsung lama, tapi ternyata Aep hingga hari ini bersikukuh bahwa keterangan dia akurat, keterangan dia lengkap," tuturnya.

"Yang dari sudut pandang Psikolog Forensik, itu sangat-sangat meragukan," tambahnya.

Reza Indragiri

Menyikapi soal menangnya Pegi Setiawan di sidang praperadilan menjadi angin segar bagi terpidana kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon.

Pihak tujuh terpidana dalam kasus Eky dan Vina resmi melaporkan Aep dan Dede ke Bareskrim Polri, pada Rabu (10/7/2024).

Sementara itu, Jutek Bongso sebagai kuasa hukum 7 terpidana menyatakan bahwa Aep dan Dede dilaporkan terkait tindak pidana dalam memberikan kesaksian atau keterangan palsu di bawah sumpah, di mana tertuang dalam pasal 242 KUHP.

Dalam kesempatan pelaporan terhadap Aep dan Dede, Dedi Mulyadi ikut bersama tim kuasa hukum tujuh terpidana. 

"Hari ini kami sama teman-teman kuasa hukum dan keluarga terpidana datang ke Mabes Polri untuk kembali menguji kesaksian Aep dan Dede, apakah kesaksiannya benar atau palsu," ungkap Dedi Mulyadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan orang nomor satu di Purwakarta itu meyakini bahwa tujuh terpidana kasus Vina dengan vonis penjara seumur hidup itu terlibat dengan pemerkosaan dan pembunuhan.

"Mereka tak melakukan perbuatan pidana dengan tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan, dan mereka masuk penjara itu karena salah satunya ada kesaksian yang disampaikan oleh Aep dan Dede," tambah Dedi Mulyadi. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, peraih medali emas angkat besi putra kelas 75 kilogram di Asian Games 2026 dan pemecah rekor dunia.
18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

Sebanyak 18 kasus influenza tipe A ditemukan di wilayah DI Yogyakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut influenza yang ditemukan itu merupakan bagian dari flu musiman.
Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

AirNav Indonesia mendorong penguatan ekonomi lokal melalui program revitalisasi Pasar Ngasem, Yogyakarta.
Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Lifter Indonesia yakni Rahmat Erwin Abdullah, berhasil meraih medali emas pada cabor angkat besi kelas 75kg Asian Games 2026 pada hari ini, Sabtu 26 September.
Bersiaplah! 5 Zodiak Paling Beruntung dalam Pekerjaan Oktober 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Promosi

Bersiaplah! 5 Zodiak Paling Beruntung dalam Pekerjaan Oktober 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Promosi

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung dalam karier atau pekerjaan bulan Oktober 2026: Ada yang berpeluang dapat promosi. Zodiakmu termasuk?
Tak Cuma Back to Back medali Emas di Asian Games, Rahmat Erwin Abdullah Juga Berhasil Pecahkan Dua Rekor Dunia

Tak Cuma Back to Back medali Emas di Asian Games, Rahmat Erwin Abdullah Juga Berhasil Pecahkan Dua Rekor Dunia

Rahmat Erwin Abdullah kembali mengharumkan nama Indonesia setelah merebut medali emas dari cabor angkat besi di Asian Games 2026 pada hari Sabtu 26 September.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral