News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Data Kependudukan Semester I Tahun 2024: Potret Demografi dan Implikasinya bagi Pembangunan Nasional

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2024.
Rabu, 7 Agustus 2024 - 10:11 WIB
ILUSTRASI - Penduduk
Sumber :
  • Novrian Arbi-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2024.

Rilis DKB diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta pada Rabu (7/8/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acara ini dihadiri oleh pejabat dari berbagai kementerian/lembaga pemerintah di antaranya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Selain itu, juga hadir dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian PPN/Bappenas, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. 

Juga hadir para kepala dinas Dukcapil provinsi seluruh Indonesia, para awak media dan stakeholder lainnya.

Peran Strategis Data Kependudukan

Data kependudukan yang dirilis setiap semester merupakan amanat Pasal 5 huruf e Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. 

Undang-Undang ini mengatur bahwa data kependudukan harus diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yakni pada tanggal 30 Juni untuk Semester I dan pada 31 Desember untuk Semester II.

Data kependudukan memainkan peran strategis sebagai pondasi penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan negara. 

Data ini digunakan untuk pelayanan publik seperti layanan kesehatan, pendidikan, perbankan dan perencanaan pembangunan dengan menyediakan informasi yang diperlukan untuk merancang dan melaksanakan proyek-proyek pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan demografis serta alokasi anggaran untuk memastikan distribusi sumber daya yang efisien dan adil dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Selain itu, data ini mendukung pembangunan demokrasi dengan menyediakan basis data pemilih yang akurat dan up-to-date serta berkontribusi pada penegakan hukum dan pencegahan kriminal melalui pemantauan dan analisis kependudukan yang cermat. 

Dengan data yang akurat dan mutakhir, berbagai kebijakan dan program dapat dirancang dan diimplementasikan dengan lebih efektif, mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Regulasi Terkait Penggunaan Data Kependudukan

Selain Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2023, ada sejumlah regulasi yang menekankan peran penting penggunaan data kependudukan. 

Misalnya, penerapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Terkait pemanfaatan data kependudukan untuk kebijakan sektoral berbasis NIK sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dan penggunaan data penduduk sebagai dasar penghitungan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Desa sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Selain itu, data penduduk juga menjadi dasar data potensial pemilih Pemilu dan Pilkada sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang. 

Selain itu, NIK sebagai identitas peserta BPJS Kesehatan sesuai Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Jumlah Penduduk Semester I Tahun 2024

Pada Semester I Tahun 2024, data kependudukan Indonesia mencatat jumlah total penduduk sebesar 282.477.584 jiwa. 

Dari jumlah tersebut, 142.569.663 jiwa adalah laki-laki. Sementara 139.907.921 jiwa adalah perempuan. 

Distribusi penduduk berdasarkan pulau menunjukkan bahwa Pulau Jawa memiliki proporsi terbesar dengan 55,93% dari total penduduk atau sekitar 157.393.610 jiwa.

Pulau Sumatera mengikuti dengan 21,81% yang setara dengan 61.583.691 jiwa. Pulau Sulawesi menyumbang 7,36% dari total penduduk, yaitu 20.783.350 jiwa. 

Pulau Kalimantan mencatat 6,18% dengan jumlah penduduk sebanyak 17.454.078 jiwa. Bali dan Nusa Tenggara mengumpulkan 5,56% dari total penduduk atau 15.711.214 jiwa. 

Sementara itu, Pulau Papua memiliki 2,00% dari total penduduk, yakni 5.649.552 jiwa dan Pulau Maluku mencatat 1,17% dengan 3.084.148 jiwa.

Data ini menggambarkan konsentrasi penduduk yang sangat tinggi di Pulau Jawa, mencerminkan peranannya sebagai pusat ekonomi utama serta menunjukkan sebaran penduduk yang lebih rendah di pulau-pulau lainnya yang penting untuk diperhatikan dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan infrastruktur secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Demografi dan Persebaran Penduduk

Analisis demografi terbaru menunjukkan variasi signifikan dalam jumlah penduduk di berbagai daerah di Indonesia.

Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah penduduk tertinggi dengan total 50.489.208 jiwa diikuti oleh Jawa Timur yang memiliki 41.714.928 jiwa dan Jawa Tengah dengan 38.280.887 jiwa. 

Ketiga provinsi ini menunjukkan konsentrasi populasi yang tinggi seringkali dipengaruhi oleh urbanisasi dan aktivitas ekonomi yang signifikan.

Sebaliknya, provinsi dengan jumlah penduduk terkecil adalah Papua Selatan yang memiliki 545.861 jiwa diikuti oleh Papua Barat dengan 569.910 jiwa dan Papua Barat Daya dengan 616.132 jiwa. 

Provinsi-provinsi ini menunjukkan kepadatan populasi yang jauh lebih rendah yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti aksesibilitas dan tingkat pembangunan infrastruktur.

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor menempati urutan teratas dengan jumlah penduduk sebanyak 5.664.537 jiwa disusul oleh Kabupaten Bandung dengan 3.773.104 jiwa dan Kabupaten Tangerang yang memiliki 3.373.149 jiwa.

Kabupaten-kabupaten ini menunjukkan konsentrasi populasi yang tinggi seringkali karena faktor urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, kabupaten dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Supiori dengan 27.159 jiwa,

Kabupaten Tana Tidung yang memiliki 29.291 jiwa dan Kabupaten Kepulauan Seribu dengan 30.414 jiwa. 

Kabupaten-kabupaten ini menunjukkan angka populasi yang lebih rendah yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lokasi geografis yang terpencil dan tingkat aksesibilitas yang terbatas.

Tren Peningkatan Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan secara signifikan dari semester ke semester. 

Pada Semester I Tahun 2024, jumlah penduduk mengalami kenaikan sebesar 1,6 juta jiwa dibandingkan dengan Semester I Tahun 2023 dan peningkatan mencapai 1,7 juta jiwa dibandingkan dengan Semester II Tahun 2023.

Peningkatan jumlah penduduk ini menggambarkan dinamika demografi yang terus berkembang dan menunjukkan perlunya strategi perencanaan pembangunan yang adaptif.

Selain itu, jumlah kepala keluarga juga mengalami kenaikan dengan rata-rata penambahan sekitar 800 ribu kepala keluarga per semester. 

Kenaikan ini memperlihatkan pertumbuhan rumah tangga yang sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan mencerminkan perubahan sosial yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan nasional.

Kenaikan jumlah penduduk dan kepala keluarga ini menekankan pentingnya perencanaan yang berkelanjutan untuk mengelola kebutuhan infrastruktur, layanan publik dan sumber daya yang memadai bagi masyarakat.

Perekaman KTP-el dan Implikasinya

Perekaman KTP elektronik (KTP-el) menunjukkan capaian yang signifikan. 

Dari total wajib KTP sebesar 207.889.876 jiwa, sebanyak 202.054.251 jiwa telah melakukan perekaman atau sekitar 97,19%. 

Pencapaian ini mencerminkan peningkatan kualitas data kependudukan yang sangat baik yang menjadi modal penting dalam perencanaan pembangunan nasional serta dalam penyediaan layanan publik yang lebih efisien dan akurat. Cakupan perekaman KTP-el juga bervariasi di seluruh Indonesia.

Sebanyak 67 kabupaten/kota telah mencapai tingkat perekaman KTP-el 100% menandakan bahwa semua penduduk yang wajib memiliki KTP-el di wilayah tersebut telah melakukan perekaman. 

Sementara itu, 412 kabupaten/kota mencapai cakupan perekaman antara 80% hingga 99% menunjukkan upaya yang signifikan dalam menyelesaikan perekaman di sebagian besar wilayah tersebut.

Namun, terdapat 18 kabupaten/kota dengan cakupan perekaman antara 60% hingga 79% dan 17 kabupaten/kota yang cakupannya masih kurang dari 60%. 

Data ini menandakan perlunya perhatian lebih untuk meningkatkan perekaman KTP-el di wilayah yang masih memiliki cakupan rendah guna memastikan bahwa data kependudukan di seluruh wilayah Indonesia dapat lebih akurat dan lengkap.

Keragaman Agama dan Status Perkawinan

Dalam hal keragaman agama di Indonesia, mayoritas penduduk beragama Islam dengan persentase mencapai 87,08% dari total populasi. 

Kristen mengikuti dengan jumlah 7,4%. Sementara Katolik mencakup 3,07% dari penduduk. Agama Hindu diikuti oleh 1,68% dari populasi dan Buddha mencakup 0,71%. 

Kelompok minoritas lainnya termasuk penganut Kepercayaan dan Konghucu masing-masing dengan persentase 0,03%.

Berdasarkan status perkawinan, terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan. 

Laki-laki mendominasi kategori status belum kawin menunjukkan bahwa lebih banyak pria yang belum menikah dibandingkan dengan wanita. 

Sebaliknya, perempuan lebih banyak berada dalam status kawin dibandingkan dengan laki-laki. 

Data ini memberikan gambaran mengenai struktur demografis dan dinamika sosial di Indonesia serta dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan.

Potensi Pengembangan Statistik Hayati

Data kependudukan menunjukkan bahwa terdapat sekitar 32,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang berada dalam rentang usia 17 hingga 60 tahun dan telah mengisi informasi mengenai berbagai jenis data kependudukan.

Selain itu, Kemendagri secara aktif bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas dalam upaya mengembangkan statistik hayati. 

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan nilai manfaat dari data kependudukan dengan mengintegrasikannya dalam peta tematik GIS Dukcapil. 

Pemetaan ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam dan platform data yang lebih efektif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan khususnya dalam konteks kebijakan kesehatan, sosial dan pembangunan.

Dengan pengembangan statistik hayati dan pemanfaatan data yang lebih baik diharapkan dapat dihasilkan informasi yang lebih akurat dan berguna untuk mendukung berbagai program dan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan efektivitas pelayanan publik.

Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Pelayanan Publik

Data kependudukan di Indonesia telah dimanfaatkan secara luas untuk verifikasi dan validasi data oleh 6.535 lembaga pusat dan daerah yang bekerja sama dengan Kemendagri.

Pemanfaatan data ini mencakup berbagai sektor termasuk pelayanan publik, administrasi pemerintah dan program-program sosial. 

Lembaga-lembaga tersebut menggunakan data kependudukan untuk memastikan keakuratan dan konsistensi informasi yang esensial dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan serta pelaksanaan program-program yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Dengan adanya kerja sama ini, data kependudukan menjadi dasar yang penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. 

Data yang valid dan terkini membantu dalam mempercepat proses administrasi, mengurangi kesalahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Hal ini juga berkontribusi pada penyusunan perencanaan dan evaluasi yang lebih baik serta mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data dan informasi publik.

Kesimpulan dan Harapan

Kemendagri berharap rilis data kependudukan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta menunjukkan bahwa Indonesia memiliki database kependudukan yang memberikan kontribusi besar dalam pembangunan nasional. 

Dengan data kependudukan yang akurat dan mutakhir, Indonesia mampu menyusun kebijakan yang lebih baik dan tepat sasaran.

Database kependudukan yang dikelola dengan baik memungkinkan pemerintah untuk merancang strategi pembangunan yang efektif, memastikan alokasi sumber daya yang optimal serta meningkatkan pelayanan publik. 

Dengan dukungan data yang terintegrasi dan up-to-date, Indonesia dapat terus membangun infrastruktur sosial dan ekonomi dengan lebih baik, mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan mempercepat proses menuju Indonesia Emas Tahun 2045.

Kontribusi data kependudukan juga tercermin dalam kemampuannya mendukung perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pemerintah mulai dari pengembangan infrastruktur, kebijakan sosial hingga program kesehatan dan pendidikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data yang valid memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat menargetkan kelompok sasaran dengan tepat, mengurangi pemborosan dan meningkatkan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan adanya database yang komprehensif dan terkelola dengan baik, Indonesia dapat memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil berbasis pada informasi yang solid, mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (nsi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tersengat Listrik Saat Pasang Kanopi, Buruh Asal Kudus Meninggal Dunia di Sumbawa

Tersengat Listrik Saat Pasang Kanopi, Buruh Asal Kudus Meninggal Dunia di Sumbawa

Seorang buruh harian lepas berinisial SW (35), warga asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersengat listrik saat memasang rangka kanopi
Pigai Ungkap 'Biang Kerok' Anak SD di NTT Nekat Bunuh Diri, Diduga Berhubungan Erat dengan Hal Ini

Pigai Ungkap 'Biang Kerok' Anak SD di NTT Nekat Bunuh Diri, Diduga Berhubungan Erat dengan Hal Ini

Menteri HAM Natalius Pigai menyoroti soal kasus anak SD bunuh diri di Ngada, NTT. Menurut dia, ada masalah utama yang menyebabkan anak itu merasa frustasi.
Kalau Boleh Jujur, Manchester United yang Kini Gacor Diprediksi Bakal Finish di Posisi Ini

Kalau Boleh Jujur, Manchester United yang Kini Gacor Diprediksi Bakal Finish di Posisi Ini

Manchester United tampil impresif musim ini, mampu menaklukkan tim-tim papan atas Liga Inggris seperti Manchester City dan Arsenal. Pengamat beri prediksi finis
Kecelakaan Maut Dua Minibus di Probolinggo, Satu Korban Meninggal

Kecelakaan Maut Dua Minibus di Probolinggo, Satu Korban Meninggal

Kecelakaan maut adu depan dua kendaraan minibus (Toyota Innova) terjadi di Jalan Raya Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Jadi YouTuber, Rafael Struick Banjir Kritik Netizen: Videonya Lebih Banyak Dibandingkan Golnya

Jadi YouTuber, Rafael Struick Banjir Kritik Netizen: Videonya Lebih Banyak Dibandingkan Golnya

Rafael Struick banjir kritik usai aktif jadi YouTuber saat performanya di Dewa United melempem. Tanpa gol di liga, posisinya di Timnas Indonesia kini terancam.
BNN Lumpuhkan Jaringan Narkoba Aceh-Sumut, Negara Hemat Rp209 Miliar

BNN Lumpuhkan Jaringan Narkoba Aceh-Sumut, Negara Hemat Rp209 Miliar

Badan Narkotika Nasional (BNN) gagalkan penyelundupan narkotika Jaringan Aceh. Hasil dari operasi, BNN mengamankan kurang lebih 160 Kg sabu serta 200 Kg ganja.

Trending

Terungkap! Siswa SD Bunuh Diri di NTT Ternyata Terdaftar PIP tapi Tak Bisa Cair, Bupati Ngada: KTP Orang Tua Bukan Warga Sini

Terungkap! Siswa SD Bunuh Diri di NTT Ternyata Terdaftar PIP tapi Tak Bisa Cair, Bupati Ngada: KTP Orang Tua Bukan Warga Sini

Sebagai informasi, PIP adalah bantuan tunai pendidikan untuk peserta didik usia 6-21 tahun yang berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau peserta PKH. 
Baru Juga Datangkan Mauro Zijlstra, Persija Dikabarkan Selangkah Lagi Gaet Gelandang Brasil Eks Rekan Messi

Baru Juga Datangkan Mauro Zijlstra, Persija Dikabarkan Selangkah Lagi Gaet Gelandang Brasil Eks Rekan Messi

Persija kembali jadi pusat perhatian bursa transfer awal 2026. Baru datangkan Mauro Zijlstra, Macan Kemayoran sudah dikaitkan dengan satu nama baru, Jean Mota.
Blak-blakan 5 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Ada Bintang Grade A Eropa

Blak-blakan 5 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Ada Bintang Grade A Eropa

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membuka peluang besar bagi kehadiran pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. 5 pemain asing ini siap jadi WNI?
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 6 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 6 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 6 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces, membahas peluang finansial, kondisi zodiak, dan angka hoki harian.
Atalia Bergetar Soroti Anak SD Gantung Diri di NTT, Singgung Dampak Besar Kemiskinan: Prihatin Saja Tidak Cukup!

Atalia Bergetar Soroti Anak SD Gantung Diri di NTT, Singgung Dampak Besar Kemiskinan: Prihatin Saja Tidak Cukup!

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya menyikapi tragedi pilu anak SD, YBR (10) bunuh diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026).
AFC Turun Tangan Selamatkan FAM, Sepak Bola Malaysia Terancam Diskors FIFA!

AFC Turun Tangan Selamatkan FAM, Sepak Bola Malaysia Terancam Diskors FIFA!

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyusul skandal serius yang menyeret proses naturalisasi pemain.
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cs Ajukan Permintaan Salinan 709 Dokumen ke PPID Polda Metro

Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cs Ajukan Permintaan Salinan 709 Dokumen ke PPID Polda Metro

Sambangi Polda Metro Jaya, kubu Roy Suryo cs mengajukan permintaan salinan 709 dokumen terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT