News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Buktikan Tuduhan Dede dan Liga Akbar, Iptu Rudiana Ngaku Siap Disumpah Pocong untuk...

Bukan untuk membuktikan tuduhan Dede dan Liga Akbar, Iptu Rudiana ternyata mengaku siap disumpah pocong untuk buktikan hal ini.
Rabu, 14 Agustus 2024 - 13:50 WIB
Iptu Rudiana berani sumpah pocong untuk ini
Sumber :
  • kolase foto tim tvOnenews

tvOnenews.com - Iptu Rudiana ternyata berani sumpah pocong, namun bukan untuk membuktikan tuduhan Dede dan Liga Akbar, melainkan untuk buktikan hal ini.

Polemik sumpah pocong telah mengemuka di tengah pengungkapan kasus Vina Cirebon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan terpidana kasus Vina Cirebon, Saka Tatal melakukan sumpah pocong pada Jumat (9/8/2024) di Padepokan Amparan Jati Plumbon, Cirebon.


Saka Tatal menantang Iptu Rudiana untuk sumpah pocong. Sumber: kolase tim tvOnenews
 

Meski tidak mempengaruhi hukum, sumpah pocong tetap dilakukan Saka Tatal untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Sebelumnya, pihak kuasa hukum Saka Tatal juga menantang Iptu Rudiana untuk melakukan sumpah pocong bersama.

Farhat Abbas dkk. telah mengirimkan surat tantangan sumpah pocong secara resmi ke kantor kuasa hukum Ayah Eky itu.

Iptu Rudiana ditantang melakukan sumpah pocong untuk membuktikan bahwa tudingan yang diarahkan kepadanya selama ini tidaklah benar.

Seperti diketahui, Iptu Rudiana menjadi sosok yang paling disorot dalam kasus tewasnya Vina dan Eky tahun 2016.

Terlebih, setelah saksi Liga Akbar dan Dede mencabut kesaksiannya.


Saksi Dede. Sumber: tvOne
 

Liga Akbar mengaku tidak mengetahui peristiwa pengeroyokan Vina dan Eky. Ia mengaku mengikuti perintah Iptu Rudiana untuk menjadi saksi palsu.

Bukan hanya Liga Akbar, saksi lain dalam kasus Vina Cirebon yakni Dede, juga mencabut keterangannya di BAP kasus yang menghebohkan masyarakat tersebut.

Dede dan Aep sebelumnya menjadi saksi kunci dalam pengungkapan kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eky hingga didapatkan 8 nama terpidana.

Namun, belakangan Dede mengaku bahwa keterangannya tahun 2016 itu adalah keterangan palsu.

Dede mengaku tidak melihat peristiwa pengejaran dan pelemparan batu terhadap Eky dan Vina.

Menurut Dede, ia hanya mengikuti skenario dari Aep dan Iptu Rudiana untuk menceritakan peristiwa malam 27 Agustus 2016.


Pitra Romadoni kuasa hukum Iptu Rudiana. Sumber: tvOne
 

Iptu Rudiana Membantah Tudingan

Iptu Rudiana dengan didampingi oleh kuasa hukumnya yang tergabung dalam DPP Perhimpunan Penasihat dan Konsultasi Hukum Indonesia (Perhakhi) membantah tudingan masyarakat.

Tak hanya membantah, pihak Iptu Rudiana juga melayangkan somasi kepada Dede, Liga Akbar dan Dedi Mulyadi karena dinilai telah melakukan fitnah terhadapnya, Senin (22/7/2024).

Kuasa hukum Iptu Rudiana juga telah melaporkan pihak-pihak tersebut karena tidak meminta maaf dalam waktu 3x24 jam.

"Kami per hari ini melayangkan somasi terbuka kepada saudara Dede, kepada Kang Dedi Mulyadi Channel, kepada Liga Akbar," ujar Pitra Romadoni kuasa hukum Iptu Rudiana.

"Tentu ini akan kami proses hukum apabila yang bersangkutan tidak meminta maaf kepada Bapak Iptu Rudiana beserta keluarga," sambungnya.


Iptu Rudiana berani sumpah pocong? Sumber: kolase tim tvOnenews
 

Iptu Rudiana Berani Sumpah Pocong untuk Hal Ini

Ucapan sumpah pocong sebelumnya ramai disoroti oleh netizen karena terucap dari Iptu Rudiana.

Sebelumnya, Iptu Rudiana melakukan jumpa pers bersama dengan Hotman Paris selaku kuasa hukum keluarga Vina.

Pada kesempatan tersebut, Hotman Paris mencecar Iptu Rudiana dengan beberapa pertanyaan yang selama ini banyak dipertanyakan publik.

Salah satunya soal isu yang mengatakan bahwa putranya Eky masih hidup, sedangkan yang meninggal bersama Vina adalah orang pengganti.

Menanggapi isu tersebut, Iptu Rudiana dengan tegas mengatakan bahwa itu tidak benar. 

Bahkan, ia juga mengaku berani sumpah pocong untuk membuktikan bahwa putranya benar-benar sudah meninggal.

"Saya sumpah pocong mau, sumpah apapun mau, artinya yang meninggal adalah anak saya," ucap Iptu Rudiana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anak yang saya didik dari kecil, yang saya rawat dari kecil, tujuh turunan saya mati semua  Bang kalau saya bohong," sambungnya.

(gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Munas PB Percasi, Mayoritas Pengprov Dorong Nama Agustiar Sabran Jadi Kandidat Kuat Ketua Umum

Jelang Munas PB Percasi, Mayoritas Pengprov Dorong Nama Agustiar Sabran Jadi Kandidat Kuat Ketua Umum

Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) 2026 dipastikan segera bergulir dalam waktu dekat.
Ahmad Sahroni Buka Suara soal Pemerasan Rp300 Juta oleh Oknum Ngaku Utusan KPK

Ahmad Sahroni Buka Suara soal Pemerasan Rp300 Juta oleh Oknum Ngaku Utusan KPK

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni angkat bicara perihal aksi penipuan yang mencatut nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Begini kronologinya.
DPR RI,World Bank,Ekonomi Nasional

DPR RI,World Bank,Ekonomi Nasional

Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh World Bank menjadi 4,7 persen dinilai tak bisa dibaca secara hitam-putih.
Laporkan Saiful Mujani, MPSI: Jangan Coba-Coba Giring Publik Lengserkan Presiden di Luar Konstitusi!

Laporkan Saiful Mujani, MPSI: Jangan Coba-Coba Giring Publik Lengserkan Presiden di Luar Konstitusi!

Direktur Eksekutif Merah Putih Strategik Indonesia (MPSI), Noor Azhari, resmi melaporkan Saiful Mujani atas dugaan ajakan menjatuhkan Presiden di luar mekanisme konstitusional.
Korban SK ASN Palsu di Pemkab Gresik Masuk Kerja dalam Kondisi Hamil Tua

Korban SK ASN Palsu di Pemkab Gresik Masuk Kerja dalam Kondisi Hamil Tua

Pada hari kejadian, sudah ada 14 orang yang menjadi korban penipuan SK Pengangkatan PNS dan PPPK palsu yang bekerja pada hari pertama di sejumlah OPD setelah menerima SK.
Komdigi Siapkan Roadmap Perang Lawan Hoaks di Era AI, Pemerintah Kejar Disinformasi dengan Teknologi

Komdigi Siapkan Roadmap Perang Lawan Hoaks di Era AI, Pemerintah Kejar Disinformasi dengan Teknologi

Komdigi memfinalisasi Roadmap AI Nasional dan Pedoman Etika AI. Dua instrumen ini dirancang untuk memperkuat ekosistem kebijakan, riset, hingga investasi.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Selengkapnya

Viral