Terang-terangan Ustaz Alfian Tanjung Sebut Kedatangan Paus Fransiskus Meresahkan, Agama Islam Dipermalukan hingga...
- Tangkapan Layar YouTube Ustadz Alfian Tanjung
Paus Fransiskus pimpin Misa Kudus di GBK, Jakarta. (Julio/tvOnenews)
Ustaz Alfian meminta hukum dasar dan penjelasan soal digantinya azan dengan running text.
"Sekali lagi untuk Paus yang mau bicara di hadapan kita di Masjid Istiqlal itu harus diblok. Dan yang paling bagus sebetulnya Paus itu diminta atau segera dideportasi untuk segera pulang karena anda tidak cocok untuk menimbulkan kerukunan, justru kedatangan anda menimbulkan keresahan bagi orang-orang yang meyakini prinsip-prinsip tauhid," tuturnya.
Menurutnya, Paus Fransiskus tak perlu mengajarkan kerukunan di Indonesia yang sudah lebih baik.
"Sekali lagi kepada tokoh-tokoh Islam bersikap dong. Nyatakan pernyataan-pernyataan yang sifatnya kolektif. Kita nyatakan bahwa Misa tersebut boleh dilakukan tertutup saja, tidak usah disebarluaskan," katanya.
Menurutnya Paus Fransiskus menganggap suara azan berisik dan akan mengganggu mereka.
"Terus terang saja, kurang ajar lu di kampung orang enggak tahu diri," ujarnya.
Terakhir Ustaz Alfian menyayangkan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas mengundang Paus Fransiskus ke Indonesia.
"Pengundangan itu merupakan sebuah catatan hitam, catatan merah, catatan silang untuk pengundangan terhadap orang itu (Paus Fransiskus)," pungkasnya.
Sebelumnya, Paus Fransiskus datang ke Indonesia Paus Fransiskus dalam misi perjalanan apostolik ke Asia Pasifik pada 3–11 September 2024.
Ada empat negara yang dikunjungi, yakni Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi pada tanggal 3 hingga 6 September 2024 dan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia ini merupakan ketiga kalinya setelah Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.(muu)
Load more