News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menguak Tabir Kronologi Tragis Pembunuhan Anak Dilakban di Banten, Motifnya Terbongkar

Baru-baru ini terkuak tabir kronologi tragis pembunuhan anak dilakban di Banten. Sontak, hal ini menyita perhatian publik.
Senin, 23 September 2024 - 16:52 WIB
Menguak Tabir Kronologi Tragis Pembunuhan Anak Dilakban di Banten, Motifnya Terbongkar
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini terkuak tabir kronologi tragis pembunuhan anak dilakban di Banten. Sontak, hal ini menyita perhatian publik.

Dalam hal ini, Polisi telah menangkap lima pelaku penculikan dan pembunuhan Aqilatunnisa Prisca Herlan (5), yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan mulut dilakban di Pantai Lebak, Banten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelima tersangka tersebut adalah SH (38), RH (38), EM (23), YH (32), dan UH (22).

- Perencanaan dan Motif

Menurut penyelidikan polisi, para tersangka sudah merencanakan aksi keji ini sejak satu bulan sebelumnya. SH, RH, dan EM diduga menyimpan dendam terhadap ibu korban, A.

"Motif awal yang terungkap adalah dendam SH dan RH terhadap saudari A karena persoalan utang pinjaman online (pinjol) senilai Rp75 juta dan perlakuan kasar A terhadap anak EM," ujar Kapolres Cilegon AKBP Kemas Indra Natanegara saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Selasa (23/9).

SH dan RH merasa tertekan setelah usaha mereka yang didanai dengan pinjaman online bangkrut, sementara EM merasa kesal karena anaknya sering dimarahi oleh ibu korban. 

Ketiga pelaku kemudian sepakat untuk merencanakan balas dendam.

- Kronologi Kejahatan: Mulut Dilakban

Pada 17 September 2024, SH dan RH menyelinap ke kontrakan kosong di sebelah rumah korban. 

Ketika ibu korban sedang keluar, Aqilatunnisa diculik dan dibawa ke dalam kontrakan tersebut.

Menurut keterangan SH kepada polisi, korban sempat menggigit tangannya, sehingga mulut korban dilakban. 

SH dan RH kemudian menutupi wajah korban dengan lakban dan secara bergantian menduduki tubuhnya, hingga akhirnya korban tewas akibat pukulan menggunakan shockbreaker motor.

Sebelumnya, pada Minggu sebelum kejadian, mereka sudah merencanakan eksekusi di lokasi yang sama. 

Setelah korban meninggal, jasadnya dimasukkan ke kontainer, kemudian ke dalam tas ransel yang kemudian dibakar.

Usai pembunuhan, SH dan RH segera menghubungi EM, yang kemudian memanggil UH dan YH untuk membantu membuang jasad korban. 

UH dan YH mendapatkan bayaran sebesar Rp100 ribu untuk melaksanakan aksi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Jasad Dibuang ke Sungai

UH dan YH membawa jasad Aqilatunnisa dengan motor, bingung menentukan tempat pembuangan. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral