News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasib Haryati, Oknum Guru di Medan yang Hukum Muridnya Duduk di Lantai Diberi Sanksi Berat oleh Pihak Yayasan

Pihak sekolah Yayasan Abdi Sukma Kota Medan akhirnya bertindak tegas terhadap oknum guru yang menghukum muridnya duduk di lantai karena nunggak SPP tiga bulan.
Minggu, 12 Januari 2025 - 15:40 WIB
Ketua Yayasan Abdi Sukma, Ahmad Perlindungan.
Sumber :
  • (B.S.Putra/VIVA)

Jakarta, tvOnenews.com - Pihak sekolah Yayasan Abdi Sukma Kota Medan akhirnya bertindak tegas terhadap oknum guru yang menghukum muridnya duduk di lantai karena nunggak SPP tiga bulan.

Haryati, oknum guru yang menghukum Anak didiknya duduk di lantai akhirnya diberikan sanksi oleh pihak Yayasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Mahesya Iskandar (10) siswa kelas IV SD di Yayasan Abdi Sukma Medan viral di media sosial.

Mahesya dibedakan dengan murid lainnya setelah diketahui menunggak SPP selama tiga bulan. 

Tangkapan layar siswa SD swasta di Medan disuruh belajar di lantai karena tunggak uang SPP
Tangkapan layar siswa SD swasta di Medan disuruh belajar di lantai karena tunggak uang SPP
Sumber :
  • Istimewa

 

Mahesya dilarang mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas oleh gurunya.

Bahkan, Mahesya Iskandar disuruh duduk di lantai ruang kelas di hadapan siswa lainnya pada 6-8 Januari 2025 dari pagi sampai jam belajar usai.

Menggapi kasus viral tersebut Ketua Yayasan Abdi Sukma Kota Medan, Ahmad Parlindungan, menuturkan Haryati tidak boleh lagi mengajar untuk sementara waktu karena perbuatannya.

"Kami yayasan akan memberikan pembebasan tidak mengajar atau skorsing sampai waktu yang ditentukan kemudian," ujar Ahmad Parlindungan, Sabtu (11/1/2025).

Ahmad mengatakan tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut bukan kebijakan dari yayasan, melainkan akal-akalan Haryati.

Menurutnya, pihak yayasan bahkan pihak sekolah tidak pernah merumuskan aturan seperti itu.

Pihak sekolah mengakui yayasan merasa kecolongan dengan insiden yang viral di media sosial tersebut.

"Semua siswa yang ada, mau bayar atau tidak, harus ikut belajar-mengajar. Kami sangat kecewa dengan kondisi ini yang menjadi viral seluruh Indonesia, karena tidak ada aturan tertulis," katanya.

SPP Dilunasi

Seorang siswa SD di Yayasan Abdi Sukma Kota Medan diduga dihukum duduk di lantai lantaran menunggak uang sumbangan Pendidikan atau SPP selama 3 bulan.

Video siswa SD duduk di lantai tersebut kemudian viral di media social. Masyarakat hingga tokoh publik merespons video viral tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi kasus tersebut, anggota DPRD Sumut Ihwan Ritonga pun tergerak untuk membayar tunggakan SPP siswa kelas 4 SD tersebut.

Dalam unggahan Instagram pribadinya @ihwan_ritonga, tampak orang tua sang siswa yakni Kamelia (38) tampak mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPC Gerindra Medan tersebut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dudung Abdurachman Dinilai Sosok yang Tepat Jabat KSP

Dudung Abdurachman Dinilai Sosok yang Tepat Jabat KSP

Presiden RI, Prabowo Subianto resmi melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Senin (27/4/2026).
Program MBG Dinilai Sah Secara Konstitusional

Program MBG Dinilai Sah Secara Konstitusional

Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) era Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dinilai telah sah secara hukum dan konstitusional.
Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Indonesia kalah 1-4 dari Prancis di laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026.
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Jasa Raharja Terbitkan Surat Jaminan Biaya Perawatan

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Jasa Raharja Terbitkan Surat Jaminan Biaya Perawatan

Kecelakaan antara KRL Coomuter Line dengan KA Argo Bromo yang terjadi di Bekasi Timur menjadi perhatian seksama usai belasan orang meninngal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Perjuangkan Nasib Gaji Ribuan Honorer Jabar, Dedi Mulyadi Ungkap Masih Tunggu Kejelasan MenPAN-RB: Belum Dijawab

Perjuangkan Nasib Gaji Ribuan Honorer Jabar, Dedi Mulyadi Ungkap Masih Tunggu Kejelasan MenPAN-RB: Belum Dijawab

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengaku masih belum direspon MenPAN-RB dalam menyikapi tunggakan gaji 3.823 tenaga honorer di Jabar sejak Maret 2026.
Buntut Tragedi Kereta Bekasi Timur, Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM di Bekasi, Ada Temuan Mengejutkan?

Buntut Tragedi Kereta Bekasi Timur, Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM di Bekasi, Ada Temuan Mengejutkan?

Pool taksi Green SM (Xanh SM) di Bekasi mendadak didatangi tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan pada Selasa (28/4) malam. 

Trending

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Putra Korban Kecelakaan KRL Ungkap Chat Terakhir ke Ibu Sesaat Sebelum Kecelakaan Maut

Putra Korban Kecelakaan KRL Ungkap Chat Terakhir ke Ibu Sesaat Sebelum Kecelakaan Maut

​​​​​​​Chat terakhir anak korban kecelakaan KRL terungkap, percakapan sederhana dengan sang ibu sebelum tragedi di Stasiun Bekasi Timur kini jadi kenangan pilu.
Dedi Mulyadi Temui Putra Korban Kecelakaan KRL: Saya Sekolahkan Sampai Jadi Orang Hebat

Dedi Mulyadi Temui Putra Korban Kecelakaan KRL: Saya Sekolahkan Sampai Jadi Orang Hebat

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui putra korban kecelakaan KRL, tawarkan jadi anak asuh dan janji sekolahkan hingga dewasa. Momen haru ini tuai simpati publik luas.
Kejutan! Indonesia Terhenti di Fase Grup Piala Thomas 2026

Kejutan! Indonesia Terhenti di Fase Grup Piala Thomas 2026

Indonesia harus puas finis di peringkat ketiga pada klasemen akhir Grup D Piala Thomas 2026.
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Selain Santunan, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Flyover Dipercepat Imbas Tragedi Kereta Api-KRL di Bekasi

Selain Santunan, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Flyover Dipercepat Imbas Tragedi Kereta Api-KRL di Bekasi

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) meminta pembangunan flyover dipercepat. Hal ini sikap atas tragedi kecelakaan kereta api (KA)-KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Selengkapnya

Viral