News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beijing Minta Pakar UNHCR Objektif soal Orang Uighur di Thailand

Kementerian Luar Negeri China meminta agar kelompok pakar dari UNHCR bersikap objektif dalam memberikan penilaian mengenai sejumlah warga etnis Uighur yang saat ini berada di Thailand.
Kamis, 23 Januari 2025 - 09:49 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Luar Negeri China meminta agar kelompok pakar dari UNHCR bersikap objektif dalam memberikan penilaian mengenai sejumlah warga etnis Uighur yang saat ini berada di Thailand.

"Para ahli PBB, apa pun peran mereka, harus memenuhi mandat mereka dengan cara yang adil dan objektif sesuai dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB alih-alih berbicara secara tidak bertanggung jawab tentang masalah tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing mengutip Antara pada Kamis (23/1/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya pada Selasa (21/1), kelompok pakar dari Badan Pengungsi PBB (United Nations High Commissioner for Refugees atau UNHCR) menyampaikan pernyataan agar pemerintah Thailand segera menghentikan kemungkinan pemulangan 48 warga etnis Uighur ke China.

Alasannya adalah karena kemungkinan akan adanya penyiksaan atau perlakuan atau hukuman tidak manusiawi jika mereka dipulangkan.

Para pakar menyampaikan hal tersebut menyusul seorang tahanan mengatakan mereka melakukan mogok makan sejak 10 Januari sebagai bentuk protes terhadap deportasi.

"Para pakar PBB seharusnya menaati Kode Etik untuk Pemegang Mandat Prosedur Khusus Dewan Hak Asasi Manusia, dan memastikan bahwa tidak ada yang mereka katakan atau lakukan mengganggu kedaulatan peradilan negara-negara anggota PBB dan kerja sama peradilan normal negara-negara tersebut," tambah Mao Ning.

Persoalan kepulangan orang Uighur dari Thailand ke China, ungkap Mao Ning, merupakan masalah hukum dua negara yang berdaulat.

"Posisi China imigrasi ilegal konsisten dan jelas. Kami dengan tegas melawan aktivitas imigrasi ilegal dalam bentuk apa pun dan menentang tindakan apa pun yang membenarkan atau bahkan mendukung imigrasi ilegal," ungkapnya.

China, ungkap Mao Ning, adalah negara yang menjunjung tinggi hukum dan akan menangani masalah yang relevan dengan memperkuat penegakan hukum internasional dan kerja sama keamanan.

Ke-48 warga Uighur itu disebut sebagai bagian dari kelompok yang lebih besar, yang terdiri dari sekitar 350 orang, yang diamankan di Thailand pada 2014, setelah melintas perbatasan Thailand-China secara ilegal untuk mencari perlindungan di Thailand.

Mereka diduga ditahan tanpa akses komunikasi selama lebih dari satu dekade, tanpa akses kepada pengacara, anggota keluarga, perwakilan dari Badan PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) maupun Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

UNHCR juga menyebut 23 dari 48 orang Uighur itu menderita kondisi kesehatan serius, termasuk diabetes, disfungsi ginjal, kelumpuhan tubuh bagian bawah, penyakit kulit, penyakit gastrointestinal, serta sakit jantung dan paru-paru.

Para pakar mengingatkan agar tahanan nonkriminal ditempatkan secara terpisah dan dalam kondisi yang sesuai dengan status mereka dan harus memiliki akses ke pelayanan hukum, medis maupun untuk dikunjungi oleh badan pemantau HAM independen.

Lima tahanan Uighur juga dilaporkan meninggal dalam penahanan di Thailand dalam 11 tahun terakhir, dua di antaranya adalah bayi yang baru lahir dan anak berusia 3 tahun karena kondisi penahanan yang tidak memadai.

Para pakar juga mendesak pihak berwenang Thailand untuk memberikan kepada para tahanan akses untuk berkomunikasi dengan perwakilan hukum mereka dan badan-badan PBB yang relevan.

Kekhawatiran bahwa 48 orang tersebut akan segera dipindahkan ke China muncul karena pada 8 Januari otoritas Thailand dilaporkan memberikan dokumen pemulangan sukarela kepada para tahanan untuk ditandatangani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Thailand diketahui bukan negara pihak dalam Konvensi Pengungsi 1951 dan tidak mengakui konsep suaka. 

Thailand juga memiliki sejarah mendorong pengungsi kembali ke negaranya termasuk pada 2015 Thailand mendeportasi 100 warga Uighur kembali ke China.(ant/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel, Khawatir Diterapkan kepada Rakyat Palestina

Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel, Khawatir Diterapkan kepada Rakyat Palestina

Hidayat Nur Wahid kecam keras undang-undang hukuman mati di Israel. Ia menilai hal itu berpotensi diterapkan secara diskriminatif kepada rakyat Palestina..
Fenomena Halo Matahari Muncul di Langit Pamekasan Mandura, Jadi Pertanda Datangnya Cuaca Ekstrem

Fenomena Halo Matahari Muncul di Langit Pamekasan Mandura, Jadi Pertanda Datangnya Cuaca Ekstrem

Fenomena Sun Halo atau Halo Matahari muncul di langit Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (3/4/2026).
Inflasi Maret 2026 Naik Tipis, Bank Indonesia Sebut Pangan dan BBM Jadi Biang Kerok

Inflasi Maret 2026 Naik Tipis, Bank Indonesia Sebut Pangan dan BBM Jadi Biang Kerok

Kenaikan harga pangan dan bahan bakar kembali menjadi pendorong inflasi pada Maret 2026, meski secara umum masih dalam batas aman.
Kabar Baik Timnas Indonesia! Bos Eredivisie Ungkap Solusi Pasporgate agar Dean James dkk Bisa Main Lagi di Liga Belanda

Kabar Baik Timnas Indonesia! Bos Eredivisie Ungkap Solusi Pasporgate agar Dean James dkk Bisa Main Lagi di Liga Belanda

Ada titik terang terkait nasib para pemain Timnas Indonesia yang terseret Pasporgate di Liga Belanda. Direktur Eredivisie CV, Jan de Jong, akhirnya buka suara.
Sat-Setnya Dedi Mulyadi Urusi Sekolah Kumuh di Subang, Langsung Beri Uang ke Satpam untuk Beli Sarpras

Sat-Setnya Dedi Mulyadi Urusi Sekolah Kumuh di Subang, Langsung Beri Uang ke Satpam untuk Beli Sarpras

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan sidak ke SMK 2 Subang. Aksinya ini dilakukan untuk memperbaiki sekolah-sekolah kumuh supaya menjadi lebih bersih.
Polisi Tangkap Driver Taksi Online Diduga Lecehkan Penumpang di Jakpus, Modus Bawa ke Tempat Sepi

Polisi Tangkap Driver Taksi Online Diduga Lecehkan Penumpang di Jakpus, Modus Bawa ke Tempat Sepi

Polisi berhasil menangkap driver taksi online yang diduga mencabuli penumpangnya dengan membawanya ke tempat sepi di sekitar kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Masalah paspor WNI pemain Timnas Indonesia tersebut tak hanya jadi buah bibir di maupun Indonesia. Salah satu media Malaysia juga ikut menyoroti hal tersebut.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Tampil di Asia hingga Dipanggil Timnas Indonesia, Ivar Jenner Petik Hasil dari Keputusan Besarnya Pindah ke Dewa United

Tampil di Asia hingga Dipanggil Timnas Indonesia, Ivar Jenner Petik Hasil dari Keputusan Besarnya Pindah ke Dewa United

Gelandang muda Dewa United Banten FC, Ivar Jenner, mulai memasuki fase penting dalam kariernya setelah memutuskan melanjutkan kiprah di Indonesia. Ia menilai.
Selengkapnya

Viral