News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kepala Desa Kohod Buka Suara soal Sumber Uang untuk Beli Mobil Rubicon

Kepala Desa Kohod, Arsin, akhirnya angkat bicara soal asal-usul hartanya yang mencuri perhatian publik. Pasalnya, ia diketahui memiliki mobil Jeep Rubicon
Rabu, 19 Februari 2025 - 05:00 WIB
Kepala Desa Kohod, Arsin
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Desa Kohod, Arsin, akhirnya angkat bicara soal asal-usul hartanya yang mencuri perhatian publik. 

Pasalnya, ia diketahui memiliki mobil Jeep Rubicon seharga Rp 800 juta, selain Honda Civic dan CRV yang nilainya juga ratusan juta rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arsin menegaskan bahwa mobil-mobil tersebut bukan hasil dari pengurusan sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Hak Milik (SHM) di area Pagar Laut Tangerang. 

Ia mengungkap bahwa sebelum membeli Rubicon, dirinya lebih dulu mencicil Honda Brio. Setelah lunas, mobil itu ia jadikan uang muka untuk kredit Rubicon.

tvonenews

"Saya ambil Rubicon karena bisa digunakan di kota maupun kampung. Itu juga kredit," jelasnya seperti yang dikutip dari YouTube Official iNews pada Selasa (18/2/2025).

Ketika ditanya soal harga, Arsin enggan menyebut angka pasti, namun mengakui bahwa harga mobil tersebut mencapai Rp 800 juta jika dibayar tunai.

Sumber Uang Arsin: Bisnis Kos-kosan dan Bengkel

Saat disinggung bagaimana bisa membeli kendaraan mewah, Arsin hanya tertawa tanpa menyebutkan gajinya sebagai kepala desa. 

Namun, ia akhirnya mengungkap bahwa dirinya memiliki bisnis kos-kosan di Desa Kohod dan Kalibaru yang sudah berjalan sejak sebelum menjabat sebagai Kades. Selain itu, anaknya juga memiliki usaha bengkel.

Arsin membantah keras tudingan bahwa kekayaannya berasal dari pemberian seseorang terkait pengurusan sertifikat di Pagar Laut Tangerang.

"Tidak ada itu. Saya tidak ikut campur urusan tersebut," tegasnya dengan nada tinggi.

Isu Menghilang dan Klarifikasi Arsin

Seiring dengan kontroversi yang berkembang, Arsin disebut-sebut menghilang setelah kasus Pagar Laut mencuat. 

Namun, ia membantah kabar tersebut. Menurutnya, ia hanya sakit akibat perubahan cuaca dan sempat menjalani pengobatan.

"Kemarin saya berobat ke rumah sakit, bahkan saat di Mabes, dokter disiapkan untuk saya. Tapi kalau dirawat, nanti dibilang benar-benar hilang," ujarnya.

Arsin juga menyangkal isu bahwa dirinya tidak masuk kantor selama dua minggu.

"Warga mana yang bilang saya hilang? Saya ada di sini setiap hari. Ini jangan dibesar-besarkan," katanya.

Rubicon Masih Dicicil, Bukan Tunai

Kuasa hukum Arsin, Yunihar, turut meluruskan rumor mengenai kepemilikan Rubicon tersebut.

"Memang benar Rubicon itu milik Kades Arsin, tapi dibeli dengan cara kredit dan hingga kini masih dalam proses cicilan," ungkapnya kepada wartawan di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (11/2/2025).

Pernyataan ini diperkuat oleh Edi, salah satu pekerja di rumah Arsin. Menurutnya, mobil tersebut bukan baru dan berwarna hitam, bukan putih seperti yang ramai diberitakan.

"Itu mobil second, bukan baru. Kalau beli baru, harganya bisa jauh lebih mahal," kata Edi dalam tayangan Kompas Petang, Minggu (2/2/2025).

Edi juga membantah kabar bahwa Arsin melarikan diri.

"Pak Lurah tidak pernah kabur, saya bahkan masih bertemu dengannya pagi tadi sebelum ia pergi," tegasnya.

Dari Kuli hingga Kades: Perjalanan Hidup Arsin

Arsin menjabat sebagai Kepala Desa Kohod sejak 2021. Namun, sebelum itu, hidupnya jauh dari kemewahan. 

Ia memulai kariernya sebagai kuli bangunan dan pekerja bank keliling dengan kondisi ekonomi di bawah rata-rata.

"Dulu dia kuli borongan. Ini bukan cerita dibuat-buat, ini fakta," ungkap Reza, warga Kohod, dalam wawancara dengan Kompas.com, Jumat (31/1/2025).

Perubahan hidupnya dimulai ketika ia mencalonkan diri sebagai Kades pada 2019, meski sempat gagal. 

Tak menyerah, ia kemudian menjadi Sekretaris Desa sebelum akhirnya terpilih sebagai Kades pada Pilkades 2021.

Sejak menjabat, kehidupannya berubah drastis. Salah satu yang mencolok adalah kepemilikan Rubicon yang kerap ia gunakan dalam aktivitasnya sebagai kepala desa.

"Sejak ada proyek pembangunan PIK 2, kekayaannya meningkat. Bisa jadi dari situ," kata Reza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, saat tim Kompas.com menyambangi rumahnya, mobil Rubicon itu tak terlihat di garasi.

"Dia sudah berada di lingkaran desa. Baru dia dapat fasilitas ini dan itu," pungkas Reza. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penuhi Panggilan KPK, Fuad Hasan Tegaskan Tak Ada Transaksi untuk Kuota Haji Tambahan

Penuhi Panggilan KPK, Fuad Hasan Tegaskan Tak Ada Transaksi untuk Kuota Haji Tambahan

Bos Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur penuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan sebagai saksi di kasus korupsi kuota haji.
Perkuat Produksi Gula Jatim, Pemprov dan PT SGN Luncurkan Program Bongkar Ratoon Tebu

Perkuat Produksi Gula Jatim, Pemprov dan PT SGN Luncurkan Program Bongkar Ratoon Tebu

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) terus memperkuat langkah strategis untuk meningkatkan produksi gula di berbagai wilayah Jawa Timur
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Membusuk dalam Plastik Hitam di TPU Susukan Ciracas

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Membusuk dalam Plastik Hitam di TPU Susukan Ciracas

Penemuan jasad bayi perempuan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, menghebohkan warga setempat pada Kamis (18/6) pagi. 
Persib Terjebak di Grup Neraka, Uilliam Barros Komentari Persaingan Tim Juara di ACC 2026-2027

Persib Terjebak di Grup Neraka, Uilliam Barros Komentari Persaingan Tim Juara di ACC 2026-2027

Persib Bandung bersaing di Grup B ACC 2026-2027 dengan melawan Port FC, Johor Darul Tazim, Lion City Sailors, Cong An Ha Noi, Svay Rieng dan pemenang antara Ezra FC atau Shan United. 
Tayang Bulan Ini, Film Saat Aku Bersuara Ceritakan Perjuangan Penyintas Kekerasan Seksual Lawan Budaya Bungkam

Tayang Bulan Ini, Film Saat Aku Bersuara Ceritakan Perjuangan Penyintas Kekerasan Seksual Lawan Budaya Bungkam

Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures siap menghadirkan film drama terbaru berjudul ‘Saat Aku Bersuara’ sebagai film perjuangan kekerasan seksual lawan budaya bungkam.
Awkarin dan Vokalis Guyon Waton Minta Tunda Pemeriksaan Kasus Hanania Travel

Awkarin dan Vokalis Guyon Waton Minta Tunda Pemeriksaan Kasus Hanania Travel

Polda Metro Jaya menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Vokalis Guyon Waton, Faisal Bagus Ibrahim dan Selebgram Karin Novilda atau Awkarin terkait promosi travel umrah Hanania Group.

Trending

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat resmi menolak gugatan bernilai Rp4,9 miliar yang diajukan Ari Bias selaku pencipta lagu Bilang Saja terhadap perusahaan hiburan HW Group.
Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Selain jajaran direksi Bank Himbara, Prabowo juga memanggil Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wamenkeu Suahasil Nazara, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan diwarnai aksi kepanikan para tamu hotel yang menginap pada Kamis (18/6/2026).
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Langkah PSSI Usai DPR Setujui Luke Vickery dan Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Langkah PSSI Usai DPR Setujui Luke Vickery dan Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia

Proses naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat usai PSSI datangkan Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Selengkapnya

Viral