Era Keemasan Ekonomi Indonesia 1970-1990, Boediono Beberkan Rahasia Pertumbuhan 7%
- istimewa - Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Wakil Presiden RI ke-11, Boediono, mengungkap fakta menarik tentang kejayaan ekonomi Indonesia pada era 1970-an hingga 1990-an.
Menurutnya, selama dua dekade tersebut, ekonomi Indonesia melesat dengan pertumbuhan tahunan stabil di kisaran 6%-7%.
"Indonesia mengalami lonjakan ekonomi dan sosial yang luar biasa. Pada periode ini, sinergi antara politik dan teknokrasi menciptakan kebijakan yang solid, memungkinkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6%-7% per tahun," ujar Boediono dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2025 yang digelar Indonesia Business Council (IBC) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Boediono menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh sektor pertanian yang naik sekitar 4% dan sektor industri yang melonjak hingga 10%. Puncaknya, pada 1984 Indonesia berhasil mencapai swasembada beras—sebuah pencapaian monumental.
Namun, sayangnya, keberhasilan ini tidak bertahan lama dan mulai merosot drastis pasca-1990.
Tak hanya itu, berbagai indikator ekonomi dan sosial juga mencatatkan prestasi gemilang.
Tingkat kemiskinan menurun, koefisien gini (rasio ketimpangan ekonomi) membaik, serta akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan meningkat.
Stabilitas ekonomi pun tetap terjaga hingga krisis finansial Asia 1997 mengguncang fondasi ekonomi nasional.
Pada masa kejayaannya, kebijakan ekonomi Indonesia mendapat pengakuan dari berbagai lembaga internasional, termasuk Bank Dunia.
"Periode ini adalah salah satu babak paling impresif dalam sejarah ekonomi Indonesia. Tak heran jika Bank Dunia memuji strategi pembangunan dan manajemen makroekonomi Indonesia sebagai contoh yang patut ditiru," ungkap Boediono.
Namun, ia menyoroti bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini cenderung mengalami kemunduran dibandingkan era 1970-1990. Beberapa indikator kesejahteraan masyarakat bahkan menunjukkan tren negatif.
Strategi Boediono untuk Kembali ke Masa Keemasan
Agar Indonesia bisa kembali ke jalur kejayaan seperti dulu, Boediono memberikan empat rekomendasi utama:
1. Kolaborasi Politik dan Teknokrasi
Keberhasilan kebijakan hanya bisa dicapai jika teknokrat dan politisi bekerja sama. Teknokrat harus menyusun strategi yang berbobot, sementara politisi memastikan implementasinya berjalan efektif.
2.Pembangunan Jangka Panjang, Bukan Instan
Tidak ada jalan pintas dalam pembangunan ekonomi. Indonesia harus memiliki rencana sistematis dengan koordinasi lintas sektor yang disiplin.
3. Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Keuangan
Kebijakan fiskal dan moneter harus dikelola dengan hati-hati. Risiko sektor non-pemerintah harus tetap dalam batas aman, sementara inflasi dan tingkat pengangguran harus terus dipantau.
4. Optimalisasi Lonjakan Harga Komoditas
Indonesia perlu memiliki sistem yang bisa memanfaatkan keuntungan dari lonjakan harga komoditas global dan mengarahkannya ke proyek-proyek strategis nasional.
Sebagai penutup, Boediono mengingatkan bahwa sejarah selalu memberikan pelajaran berharga bagi mereka yang mau belajar darinya.
"Sejarah selalu memiliki sesuatu untuk diajarkan kepada mereka yang mau belajar darinya," pungkasnya. (aag)
Load more