News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kelompok Militan Serang Kereta di Pakistan, Sandera Ratusan Penumpang

Baku tembak antara pasukan keamanan dan kelompok militan terjadi pada Selasa (11/3) di Pakistan barat daya usai kelompok tersebut menyerang sebuah rangkaian kereta dan menyandera penumpangnya
Rabu, 12 Maret 2025 - 10:54 WIB
Kelompok Militan Serang Kereta di Pakistan, Sandera Ratusan Penumpang
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Baku tembak antara pasukan keamanan dan kelompok militan terjadi pada Selasa (11/3) di Pakistan barat daya usai kelompok tersebut menyerang sebuah rangkaian kereta dan menyandera penumpangnya.

Kelompok separatis Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengeklaim telah menyandera hingga 214 penumpangnya yang siap mereka tukar dengan "aktivis politik Baloch yang hilang dan anggota BLA yang dipenjara".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, pasukan keamanan Pakistan menyatakan telah membebaskan 104 sandera, termasuk wanita dan anak-anak, dan masih berupaya menyelamatkan penumpang lain yang masih disandera.

Sejumlah 16 terduga militan dilaporkan terbunuh, sementara lainnya terluka, menurut pasukan keamanan. Laporan lainnya yang masih belum dikonfirmasi menyebut bahwa sekurangnya 10 penumpang, termasuk masinis kereta, tewas dalam serangan itu.

Meski belum ada pernyataan resmi soal korban jiwa, sumber keamanan menyebut ada 17 korban luka yang sudah dibawa ke rumah sakit. Kondisi darurat juga telah diberlakukan di rumah sakit di dekat lokasi kejadian

Insiden tersebut terjadi di sebuah area perbukitan di Distrik Bolan, Provinsi Balochistan, ketika sekelompok militan meledakkan bom di rel kereta dan menembaki rangkaian kereta Jaffar Express yang sedang dalam perjalanan dari Quetta ke Peshawar.

Juru bicara otoritas daerah Balochistan, Shahid Rind, menyatakan bahwa pasukan tambahan telah ke lokasi kejadian di mana pasukan keamanan terlibat baku tembak dengan kelompok militan.

Muhammad Kashif, seorang pejabat perkeretaapian, menyatakan bahwa rangkaian kereta tersebut terdiri dari sembilan kereta dan mengangkut sekitar 500 penumpang.

Diketahui, BLA dan kelompok militan separatis lainnya telah melakukan sejumlah serangan terhadap pasukan keamanan dan warga sipil di provinsi-provinsi Pakistan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelompok tersebut memperjuangkan kemerdekaan Balochistan yang mereka anggap dipaksakan bergabung ke Pakistan pada akhir masa kolonial di India Inggris -- yang masih belum terbagi antara India dan Pakistan -- pada 1947.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengutuk serangan tersebut dan berkata pihak-pihak yang "menembaki penumpang tak bersalah tak pantas mendapat konsesi apapun." (ant/ree)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selidiki Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Sumbar, Bareskrim Turun Langsung ke Lokasi

Selidiki Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Sumbar, Bareskrim Turun Langsung ke Lokasi

Bareskrim Polri turun langsung ke Sumatra Barat menyikapi maraknya aktivitas tambang emas ilegal yang tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga diduga memicu aksi kekerasan.
Update Kondisi Setter Jakarta Electric PLN Usai Ditandu Keluar Setelah Kalahkan Livin Mandiri di Proliga 2026

Update Kondisi Setter Jakarta Electric PLN Usai Ditandu Keluar Setelah Kalahkan Livin Mandiri di Proliga 2026

Berikut update kondisi setter Jakarta Electric PLN, Khalisa Azilia Rahma yang sempat ditandu keluar pasca menang dari Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026.
Jakarta Dikepung Banjir, Genangan Air Tercatat Terjadi di 28 RT dan 46 Ruas Jalan di Sepanjang Ibu Kota

Jakarta Dikepung Banjir, Genangan Air Tercatat Terjadi di 28 RT dan 46 Ruas Jalan di Sepanjang Ibu Kota

Banjir di Jakarta makin meluas. Tercatat sebanyak 28 RT dan 46 ruas jalan di Jakarta Selatan, Utara, Timur, dan Barat digenangi air hingga ketinggian 95 cm.
Ditolak Mentah-mentah Tunisia, Patrick Kluivert Masih Nganggur usai Dipecat Timnas Indonesia

Ditolak Mentah-mentah Tunisia, Patrick Kluivert Masih Nganggur usai Dipecat Timnas Indonesia

Patrick Kluivert masih menganggur usai dipecat dari Timnas Indonesia. Kini Patrick Kluivert tak punya peluang untuk menjadi pelatih Tunisia. Ada masalah apa?
Prabowo Kritik Keras Teori ‘Trickle Down’: Netesnya Kapan? Jangan-Jangan 300 Tahun!

Prabowo Kritik Keras Teori ‘Trickle Down’: Netesnya Kapan? Jangan-Jangan 300 Tahun!

Prabowo menyindir konsep trickle down effect tersebut sebagai teori semata yang tidak terbukti mengentaskan kesenjangan dan tak berdampak signifikan pada masyarakat bawah.
Sikap Rendah Hati Beckham Putra di Tengah Sorotan Penunjukan John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Sikap Rendah Hati Beckham Putra di Tengah Sorotan Penunjukan John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia

‎Alih-alih terpancing membicarakan dinamika tim nasional, Beckham menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap berada di Persib.

Trending

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Bantah Penelantaran Anak, Kuasa Hukum Denada Sebut Ressa Dibelikan Mobil dan Ditransfer Uang

Bantah Penelantaran Anak, Kuasa Hukum Denada Sebut Ressa Dibelikan Mobil dan Ditransfer Uang

Kuasa hukum Denada bantah tudingan penelantaran anak, sebut Ressa sudah dibelikan mobil hingga ada transferan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT