GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gilang Bungkus Jarik Diduga Bayar "Model" Rp100.000 untuk Dibungkus, Kasus Fetish Dirinya Kembali Viral

Gilang Bungkus Jarik diduga membayar model atau korbannya senilai Rp100.000 untuk dibungkus. Kasus fetish ini pun kembali viral di media sosial X. 
Rabu, 12 Maret 2025 - 12:01 WIB
Korban Gilang Bungkus Jarik dan transferan DANA
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - “Gilang Bungkus Jarik” diduga membayar “model” atau korbannya senilai Rp100.000 untuk dibungkus. Kasus fetish ini pun kembali viral di media sosial X. 

Pada tahun 2021 lalu, Gilang Bungkus Jarik disidang dan pada akhirnya dijatuhi vonis hukuman penjara selama 5 tahun 6 bulan karena terbukti melakukan tindakan cabul dalam kasus “fetish kain jarik” miliknya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkedok penelitian, Gilang Bungkus Jarik yang kala itu masih berstatus mahasiswa semester 10 di Surabaya menyuruh korbannya untuk dibungkus menggunakan kain jarik. 

Kini, Gilang Bungkus Jarik pun kembali viral lantaran disebut-sebut telah bebas dari hukumannya. 

Kembalinya Gilang Bungkus Jarik hingga menjadi viral berawal dari sebuah utas di media sosial X yang dibagikan @se*it*ms*bit pada Selasa (11/3/2025) lalu. 

Di cuitannya, @se*it*ms*bit mengaku dihubungi Gilang Bungkus Jarik. 

Namun, dia menegaskan kembali kalau dirinya enggan terseret-seret di meja hijau terkait Gilang Bungkus Jarik. 

Pemilik akun ini berharap cuitannya ini bisa dibaca langsung oleh Gilang Bungkus Jarik. Dia juga berharap tidak ada lagi yang menjadi korban selanjutnya. 

Gilang Bungkus Jarik diduga membayar model atau korbannya senilai Rp100.000 untuk dibungkus diketahui melalui utas yang ditulis @se*it*ms*bit. 

"Halo semuanya, saya mohon bantuan kalian perihal Gilang Bungkus. Dia baru saja nge-chat saya dan akhirnya juga nge-approach teman-teman saya. Semua isi chat sempat saya simpan akan saya letakkan di sini dan mungkin kalian dapat lihat gimana cara di dia menarik korban," katanya saat mengawali utas, dikutip pada Rabu (13/2/2025). 

"Awal si bangsat (Gilang Bungkus Jarik) nemu saya, yakni di salah satu kompetisi menulis cerpen saat pengumuman pemenang poster winner announcement ini saya share ke InstaStory. Lalu si penyelenggara minta di tag, saya tag dan mereka repost. Nah, dari sanalah si bangsat bisa nemu akun Instagram saya," sambungnya.

Singkat cerita, Gilang Bungkus Jarik akhirnya mem-follow atau mengikuti akun Instagram milik @se*it*ms*bit.

Tak sekedar follow, Gilang Bungkus Jarik juga mengirimnya pesan di direct message Instagram. 

Berpikir positif,  @se*it*ms*bit mengikutinya kembali atau follow back akun Gilang Bungkus Jarik. Dia juga membalas pesan Gilang Bungkus Jarik di direct message tersebut. 

Percakapan “basa-basi” pun berlanjut. Hingga pada akhirnya Gilang Bungkus Jarik meminta percakapan berlanjut via WhatsApp.

Singkat cerita, percakapan pun pindah ke aplikasi pesan WhatsApp. 

"Tapi si dia cuma nge-chat hal yang berulang-ulang jadi enggak saya tenggepin. Pikir awal emang orang random aneh aja sih ini. Larut berhari-hari. Dan akhirnya si dia minta lanjut ke WhatsApp. Cape juga saya digituin di Instagram. Mungkin di WhatsApp akan lebih jelas apa maksud dan tujuan si manusia satu ini," terangnya.

@se*it*ms*bit melanjutkan utasnya membagikan bukti foto screenshot percakapannya dengan Gilang Bungkus Jarik di WhatsApp. 

Gilang Bungkus Jarik tampak menjelaskan apa maksud dan tujuannya menghubungi @se*it*ms*bit di pesan WhatsApp tersebut. 

Terpantau @se*it*ms*bit cukup slow response lantaran memiliki kesibukan di samping membalas WhatsApp darinya. 

Hal ini tampak membuat Gilang Bungkus Jarik naik pitam apabila dilihat dari chat yang dia tulis kepada @se*it*ms*bit.

"Bagaimana aku bisa lanjut menjelaskan dan memperkenalkan diri kalau kamu sejak awal sudah susah dihubungi dan tanggapannya tidak ramah?," tulis Gilang Bungkus Jarik.

"Coba sejak awal kamu tanggap dan membalas dengan ramah, aku sudah selesai memperkenalkan diri dan menjelaskan," sambungnya. 

Meski demikian, Gilang Bungkus Jarik tetap memperkenalkan siapa dirinya. 

Dia mengaku sebagai Aprilian Pratama dari Surabaya dan sekarang berdomisili di Kalimantan. 

Setelah melanjutkan studi, katanya, sekarang Gilang Bungkus Jarik memiliki rutinitas sebagai seorang penulis lepas.

Dia juga mengaku sedang mengerjakan salah satu proyek tulisan yang masih belum jelas apa proyeknya.

Chat pun terus berlanjut hingga pada akhirnya Gilang Bungkus Jarik mengungkit tema soal “bungkus-membungkus”.

Dia mengungkit tema itu dengan pertanyaan, "Kamu selama sekolah atau kuliah pernah praktik mengkafani jenazah? Saat kamu mendengar kata dibungkus, apa pikiranmu langsung mengarah ke kematian/jenazah?," tanya Gilang Bungkus Jarik.

"Enggak,” jawab @se*it*ms*bit singkat. 

Gilang Bungkus Jarik pun mulai membalasnya dengan pendapatnya. 

Menurut dia, sangat wajar apabila orang berpikiran kalau dibungkus itu berasosiasi dengan kematian atau jenazah.

Hal ini karena Indonesia adalah negara mayoritas muslim yang mengenal pembungkusan (pengafanan) untuk jenazah. 

“Coba saja kamu ke Jerman, Prancis atau Amerika. Mereka tidak akan terlintas dalam pikirannya bajwa orang dibungkus itu sama dengan mati," tulis Gilang Bungkus Jarik.

Menurut Gilang Bungkus Jarik, dibungkus itu bisa juga bermanfaat seperti bisa memanajemen kontrol emosi dan ketahanan napas seperti perenang. 

Percakapan berlanjut, Gilang Bungkus Jarik pun lanjut membahas soal "pelaksanaan" bungkus-membungkus itu. 

"Aku punya kenalan/teman sesama penulis. Dia ini sedang bikin proyek tulisan tentang kondisi emosi dan ketahanan napas remaja sekaligus ini bisa jadi nantinya semacam terapi renungan buat aku. Nah, sekarang dia butuh aku jadi modelnya tapi aku gak bisa melakukannya sendiri. Aku perlu bantuanmu. Tolong bantu aku. Kamu nantinya hanya perlu mengikuti instruksi dari dia dan mendokumentasikan," kata Gilang Bungkus Jarik. 

"Pelaksanaannya adalah seperti yang ada dalam penjelasan. Jadi menempatkan model dalam keadaan terbungkus untuk dilihat bagaimana reaksi dan kondisi emosional serta mentalnya juga melihat ketahanan napasnya. Namun, kamu tidak mungkin bisa membungkus dirimu sendiri kan?,” sambungnya.

Pemilik akun pun mulai curiga. Dia bertanya, "Apa sudah ada yang melakukan sebelumnya?". 

"Sudah tapi beda kriteria. Yang sebelumnya santri bukan mahasiswa. Ada juga yang juga remaja yang tidak melanjutkan kuliah. Lebih memilih ke pengabdian daripada kuliah. Total sekitar empat orang," balas Gilang Bungkus Jraik. 

Percakapan pun semakin "mengerikan" saat Gilang Bungkus Jarik menulis: Nanti di akhir penjelasan aku akan bilang kalau modelnya sudah ada dan hanya butuh yang bisa membungkusnya. 

Ada juga perkataan Gilang Bungkus Jarik yang menuliskan soal imbalan.

"Oh iya. Nanti tolong kirimkan nomor GoPay tau DANA karena ini ada imbalannya," tulis dia. 

Gilang Bungkus Jarik pun memberikan contoh foto model yang terbungkus kain jarik serta bukti transfer DANA sebesar Rp100.000 yang diduga pernah dia kirim ke korban sebelumnya. 

"Chat WhatsApp-nya mati di sini. Aku udah ngelihat fotonya, dapat buktinya dan enggak tahu mau berbuat apa lagi," cuit @se*it*ms*bit.

Merasa hal ini tidak beres, @se*it*ms*bit akhirnya mengakhiri percakapan dan memblokir Gilang Bungkus Jarik baik di Instagram maupun di WhatsApp. 

Namun, Gilang Bungkus Jarik tampak geram dan dia disebut-sebut malah mendekati akun-akun yang berkaitan dengan @se*it*ms*bit. Hal inilah yang membuat @se*it*ms*bit geram.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cuitan ini sudah dilihat jutaan kali oleh pengguna akun media sosial X, di-retweet dan di-likes ribuan kali dan dikomentari ratusan akun. 

Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan fenomena yang viral di media sosial. Belum ada konfirmasi dan percakapan langsung dengan pihak terkait. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rumah Tangga Clara Shinta Kembali Jadi Sorotan, Dugaan Perselingkuhan Suami hingga Isu Datangi Kelab Malam Tanpa Hijab

Rumah Tangga Clara Shinta Kembali Jadi Sorotan, Dugaan Perselingkuhan Suami hingga Isu Datangi Kelab Malam Tanpa Hijab

Rumah tangga Clara Shinta kembali disorot usai dugaan perselingkuhan suami hingga isu dirinya terlihat tanpa hijab di kelab malam Jakarta Selatan.
Warga Jabar Siap Berpesta? Persib Bandung Bisa Jadi Juara pada Pekan Ke-33 Super League Jika Skenario Ini Terjadi

Warga Jabar Siap Berpesta? Persib Bandung Bisa Jadi Juara pada Pekan Ke-33 Super League Jika Skenario Ini Terjadi

Persib Bandung bisa mengunci gelar Super League pekan ini jika menang atas PSM Makassar dan Borneo FC kalah dari Persijap Jepara. Warga Jabar siap berpesta?
Teks Khutbah Jumat 15 Mei 2026 Singkat Jelang Idul Adha: Luruskan Niat dalam Berkurban

Teks Khutbah Jumat 15 Mei 2026 Singkat Jelang Idul Adha: Luruskan Niat dalam Berkurban

Berikut teks khutbah Jumat 15 Mei 2026 singkat jelang Idul Adha 1447 H berjudul "Luruskan Niat dalam Berkurban".
Pakar Perkotaan UI: Perlu Strategi Dekarbonisasi untuk Kurangi Emisi Karbon di Sektor Pelayaran

Pakar Perkotaan UI: Perlu Strategi Dekarbonisasi untuk Kurangi Emisi Karbon di Sektor Pelayaran

Indonesia perlu mengembangkan strategi dekarbonisasi kolaboratif yang melibatkan operator kapal, regulator, dan komunitas maritim secara luas sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon di sektor pelayaran.
Sesama Eks Persija, Terungkap Alasan Marc Klok Beri Bonus pada Adam Alis atas Kemenangan Persib di El Clasico

Sesama Eks Persija, Terungkap Alasan Marc Klok Beri Bonus pada Adam Alis atas Kemenangan Persib di El Clasico

Kemenangan 2-0 Persib atas Persija di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) ini bahkan menjaga asa Maung Bandung untuk menjadi juara Super League 2025-2026. 
Belasan Mahasiswi Diduga Jadi Korban Pelecehan Dosen, UNU Blitar Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus

Belasan Mahasiswi Diduga Jadi Korban Pelecehan Dosen, UNU Blitar Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar atau UNU Blitar menyita perhatian publik.

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Selengkapnya

Viral