News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Revisi KUHAP dan RUU Polri: Harus Dikawal Ketat karena Polri Banyak Berinteraksi dengan Rakyat

Gelombang kritik terhadap institusi kepolisian mengalir deras. Salah satu parameternya adalah pada media sosial, dapat dilihat cuitan-cuitan dan postingan-postingan netizen telah menjadi barometer keresahan publik.
Minggu, 23 Maret 2025 - 16:42 WIB
Harik Ash Shiddieqy
Sumber :
  • IST

Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang kritik terhadap institusi kepolisian mengalir deras. Salah satu parameternya adalah pada media sosial, dapat dilihat cuitan-cuitan dan postingan-postingan netizen telah menjadi barometer keresahan publik.

Misalkan, tercermin dari tagar seperti #PercumaLaporPolisi, #1Hari1Oknum, dan #ViralForJustice yang terus bermunculan. Terbaru, lagu "Bayar-Bayar Polisi" dari Band Sukatani, yang menyindir praktik pungutan liar aparat, memicu solidaritas dengan tagar #KamiBersamaSukatani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat fenomena ini, Harik Ash Shiddieqy, MH sebagai praktisi hukum sekaligus Ketua Umum Pimpinan Daerah (PIMDA) Korps Masyarakat Madani Indonesia Provinsi Jawa Barat (KMMI Jawa Barat) mengatakan bahwa sudah saatnya perubahan besar dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terhadap POLRI pada Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) dan RUU Kepolisian Republik Indonesia (RUU POLRI) yang keduanya masuk dalam Program Legislasi Nasional (PROLEGNAS) Tahun 2025.

"Publik perlu kawal ketat DPR RI, harus jauh lebih ketat dan galak ketimbang RUU TNI, kenapa? Karena Polri Ā yang jauh lebih banyak berinteraksi dengan rakyat, 10 tahun terakhir ini POLRI banyak menyakiti hati rakyat, sudah saatnya POLRI kita benahi dengan RUU KUHAP dan RUU POLRI," ujar Harik yang juga merupakan Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (UNISBA) ini, Minggu (23/3/2025).

Bukan tanpa alasan, untuk ini data memperkuat bahwa POLRI masih menjadi aktor dominan dalam berbagai pelanggaran hukum dan hak asasi manusia (HAM). Laporan KontraS mencatat 136 kasus kekerasan oleh aparat hanya dalam 100 hari pertama pemerintahan saat ini.Ā 

Komnas HAM menegaskan bahwa kepolisian menjadi institusi paling banyak diadukan, dengan 350 dari total 1.227 laporan dugaan pelanggaran HAM sepanjang semester pertama 2024 melibatkan Ā Polri. Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat bahwa sepanjang 2019–2024 terjadi 35 kasus penembakan oleh aparat yang menewaskan 94 orang, dengan motif yang mencakup konflik agraria, represi terhadap oposisi politik, hingga eksekusi brutal dalam kasus narkotika.

Buruknya rekam jejak ini berbanding lurus dengan anjloknya kepercayaan publik. Survei yang dilakukan oleh Police Watch (9/2/2025) menunjukkan bahwa hanya 48,1% masyarakat yang masih percaya terhadap Polri. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan krisis legitimasi yang menuntut reformasi struktural, bukan sekadar kosmetik kelembagaan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak, Dunia Usaha Butuh Kepastian di Tengah Tekanan Global

Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak, Dunia Usaha Butuh Kepastian di Tengah Tekanan Global

Waketum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin menegaskan, pelaku usaha membutuhkan kepastian kebijakan, bukan tambahan ketidakpastian yang berpotensi mengganggu iklim investasi.
Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah

Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menghadiri Rapat Kerja Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Jepang jadi Andalan, Menaker Genjot Pengiriman WNI Lewat Program Magang

Jepang jadi Andalan, Menaker Genjot Pengiriman WNI Lewat Program Magang

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengungkapkan bahwa pengiriman peserta magang ke luar negeri terus ditingkatkan, Jepang masih menjadi tujuan dominan.
Ambisi Hijau Agung Sedayu Group: Sulap Hutan Lindung Banten Jadi Wisata Ramah Lingkungan Tanpa Rusak Alam?

Ambisi Hijau Agung Sedayu Group: Sulap Hutan Lindung Banten Jadi Wisata Ramah Lingkungan Tanpa Rusak Alam?

Agung Sedayu Group kembangkan hutan lindung Banten jadi wisata hijau. Fokus pada rehabilitasi mangrove, fasilitas publik, dan infrastruktur.
Pluim Blak-blakan Bongkar Fakta Mengejutkan di Tengah Kasus Dean James, Sebut Ada Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Pegang Paspor Ganda

Pluim Blak-blakan Bongkar Fakta Mengejutkan di Tengah Kasus Dean James, Sebut Ada Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Pegang Paspor Ganda

Wiljan Pluim mengungkap dugaan sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia masih menyimpan paspor Belanda, di tengah polemik status Dean James.
Irina Voronkova Jadi Pemain Termahal Proliga 2026? Segini Perbandingannya dengan Pemain Lokal

Irina Voronkova Jadi Pemain Termahal Proliga 2026? Segini Perbandingannya dengan Pemain Lokal

Berapa gaji atau nilai transfer Irina Voronkova di Jakarta Pertamina Enduro pada Final Four Proliga 2026? Federasi PBVSI sebenarnya sudah memiliki pedoman terkait

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Selengkapnya

Viral