GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nangis Lihat Puncak Berubah Jadi Tempat Wisata, Dedi Mulyadi Cuma Pencitraan? Ade Armando Bilang…

Dedi Mulyadi menangis saat menertibkan kawasan Puncak Bogor, disebut pencitraan? Ade Armando dan Eko Kuntadhi berikan pandangan berbeda soal aksi sang Gubernur
Rabu, 9 April 2025 - 18:16 WIB
Dedi Mulyadi, Ade Armando
Sumber :
  • Kolase YouTube

tvOnenews.com - Nama Dedi Mulyadi kembali mencuat setelah momen dirinya menangis di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat viral di media sosial.

Dalam video yang tersebar luas, mantan Bupati Purwakarta tersebut terlihat menitikkan air mata saat menyaksikan kondisi kawasan Puncak yang kini berubah drastis akibat pembangunan berbagai fasilitas wisata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam klarifikasinya, Dedi Mulyadi menjelaskan alasan di balik tangisannya yang mengundang perhatian publik.

Ia menyebut bahwa gunung dan alam memiliki makna mendalam bagi masyarakat Sunda maupun Jawa.

“Karena bagi orang Sunda dan orang Jawa, gunung itu sesuatu yang sakral, gunung itu sesuatu yang dihormati,” ujar Dedi.

Dedi juga menyampaikan bahwa gunung adalah sumber kehidupan.

Tradisi seperti tumpeng dalam budaya Sunda dan Jawa menjadi simbol betapa pentingnya menjaga alam dan lingkungan.

Ketika gunung rusak demi keuntungan segelintir orang, ia merasa bahwa nilai-nilai luhur tersebut telah diinjak-injak.

“Merusak gunung dan hutan adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa martabatnya sebagai orang Sunda turut direndahkan ketika gunung dijadikan objek eksploitasi semata.

Namun, momen haru tersebut tidak diterima begitu saja oleh sebagian kalangan.

Beberapa pengamat menilai bahwa tangisan Dedi Mulyadi hanyalah bagian dari strategi pencitraan.

Dedi Mulyadi

Salah satunya datang dari pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang secara blak-blakan membandingkan aksi Dedi dengan konten YouTube Baim Wong.

“Sebagai pegiat media sosial, kita pasti terhibur dengan channel YouTube-nya Kang Dedi. Agak mirip-mirip Baim Wong, ada nangis-nangisnya. Itu hiburan buat kita,” ujar Eko Kuntadhi dalam program Catatan Demokrasi TV One.

Namun, ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin publik sekelas gubernur tidak seharusnya hanya menyuguhkan tontonan yang menyerupai konten hiburan.

Eko juga menyoroti langkah Dedi yang membongkar sebuah taman hiburan di kawasan Puncak dengan dalih sebagai penyebab banjir.

Ia mengingatkan bahwa penyebab banjir di kawasan tersebut tidak hanya karena satu gedung atau satu bangunan saja.

"Yang dibutuhkan adalah penataan kawasan Puncak. Kalau itu tidak dilakukan, maka ini jelas pencitraan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eko menyatakan bahwa untuk bisa disebut bukan pencitraan, tindakan seperti itu haruslah konsisten dan berkelanjutan.

Jika tidak, maka akan dianggap sekadar pertunjukan sesaat yang kemudian dilupakan publik.

“Kalau cuma show sebentar lalu lupa, lalu besok Bogor banjir lagi, maka ya itu pencitraan,” ucap Eko.

Di sisi lain, akademisi sekaligus tokoh media, Ade Armando, memiliki pandangan yang berbeda.

Menurut Ade, Dedi Mulyadi adalah figur yang memiliki pengalaman panjang di dunia politik dan pemerintahan.

Ia menilai Dedi bukan tipe pemimpin yang melakukan gebrakan tanpa dasar yang jelas.

“Saya melihat Kang Dedi ini adalah orang yang sudah punya asam garam sebagai pejabat publik. Sebelum jadi bupati, dia adalah wakil bupati. Dia dua periode jadi bupati, lalu sekarang jadi anggota DPR dan mencalonkan diri jadi gubernur,” kata Ade.

Ade juga menilai bahwa Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak pemimpin seperti Dedi Mulyadi.

"Saya merasa bahwa Kang Dedi adalah tipe pemimpin yang dibutuhkan Indonesia. Saya membayangkan kalau saja daerah lain punya pemimpin seperti beliau, pasti banyak hal yang bisa diperbaiki,” ujarnya.

Menanggapi anggapan soal pencitraan, Ade mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar dalam dunia politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, menurutnya, hal yang lebih penting adalah apakah tindakan tersebut membawa perubahan atau tidak.

“Kang Dedi itu levelnya tanpa basa-basi. Apakah itu pencitraan atau bukan, itu soal lain,” pungkasnya. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Malaysia Masters 2026: Lewati Babak Kualifikasi, Kadek Dhinda Langsung Jumpa Ratchanok Intanon di Babak Utama

Hasil Malaysia Masters 2026: Lewati Babak Kualifikasi, Kadek Dhinda Langsung Jumpa Ratchanok Intanon di Babak Utama

Hasil Malaysia Masters 2026 sektor tunggal putri yang mempertemukan Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menghadapi Lo Sin Yan Happy pada babak kualifikasi
Geledah Rumah Pengusaha Terkait Kasus Bupati Ponorogo, KPK Dapati Barang Bukti Ini

Geledah Rumah Pengusaha Terkait Kasus Bupati Ponorogo, KPK Dapati Barang Bukti Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah seorang pengusaha di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).
Duduk Perkara Perseteruan Antara Ahmad Bahar dan Hercules Hingga Anaknya Dibawa ke Markas Grib Jaya

Duduk Perkara Perseteruan Antara Ahmad Bahar dan Hercules Hingga Anaknya Dibawa ke Markas Grib Jaya

Perseteruan Ahmad Bahar dan Hercules bermula dari video AI yang terkirim ke WhatsApp pribadi hingga anak Ahmad Bahar dibawa ke markas GRIB Jaya.
Format Baru Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 Bikin Timnas Indonesia Wajib Waspada, Nova Arianto Beri Pesan Tegas

Format Baru Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 Bikin Timnas Indonesia Wajib Waspada, Nova Arianto Beri Pesan Tegas

Nova Arianto meminta para pemain Timnas Indonesia U-20 untuk siap menghadapi format baru Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 yang memakai sistem promosi-degradasi.
Daftar Sementara Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman untuk FIFA Matchday Juni 2026, Siapa Saja?

Daftar Sementara Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman untuk FIFA Matchday Juni 2026, Siapa Saja?

Timnas Indonesia mendapat kabar buruk jelang FIFA Matchday Juni 2026. Tiga pemain dipastikan absen karena sanksi dan cedera, Herdman harus putar otak lagi.
AFC Resmi Terapkan Sistem Promosi-Degradasi di Kualifikasi Piala Asia, Timnas Indonesia U-20 Diuntungkan

AFC Resmi Terapkan Sistem Promosi-Degradasi di Kualifikasi Piala Asia, Timnas Indonesia U-20 Diuntungkan

AFC kini menerapkan format dua fase dengan mekanisme promosi dan degradasi untuk pertama kalinya dalam Piala Asia U-20.

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral