News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ternyata Ini Alasan Cak Lontong dan Sutiyoso Dipilih untuk Pegang Posisi Komisaris Ancol, Pramono: Mereka Orang-Orang Profesional

Ternyata ini alasan Cak Lontong, Sutiyoso dan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra dipilih untuk menjabat posisi Komisaris Ancol.
Selasa, 29 April 2025 - 11:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberi keterangan kepada media di Jakarta, Minggu (27/4/2025).
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Ternyata ini alasan Cak Lontong, Sutiyoso dan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra dipilih untuk menjabat posisi Komisaris Ancol.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memaparkan alasannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pramono menyebut meski Cak Lontong, Sutiyoso dan Irfan Setiaputra ditunjuk sebagai komisaris, tapi jajaran direksi di Ancol tidak berubah.

“Karena memang dalam periode saya di awal-awal ini Ancol akan mendapatkan perhatian yang khusus terutama untuk melakukan konektivitas Ancol dengan JIS. Supaya kalau JIS ada acara itu parkirnya gampang,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/4/2025).

tvonenews

Pramono menyebut penunjukan Cak Lontong, Sutiyoso dan Irfan Setiaputra ini untuk membantu mewujudkan rencana tersebut.

Dia pun sudah meminta kepada jajaran direksi Ancol untuk menerapkan cara berpikir yang lebih modern, terbuka dan transparan.

Pramono pun menyinggung unjuk rasa yang sempat terjadi di depan Balai Kota Jakarta pada Senin (28/4/2025) lalu.

Massa pedagang yang tergabung dalam Koperasi Peduli Usaha (Ampuhkop) itu menolak menjual merchandise buatan manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol dan menuntut agar koperasi dapat kembali beroperasi.

“Maka dengan demikian, untuk urusan Ancol ini kemudian kenapa ada tiga orang yang kami angkat. Pendekatannya ya karena kemampuan mereka. Siapa sih yang meragukan Pak Sutiyoso, Dirut Garuda dan juga Cak Lontong? Ya mereka adalah orang-orang yang memang profesional,” jelasnya. 

Sebelumnya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk merombak jajaran komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (25/4/2025) lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam RUPST tersebut, perusahaan menunjuk mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi Komisaris Utama dan Komisaris Independen.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan komedian Lies Hartono alias Cak Lontong juga ada dalam daftar jajaran komisaris. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Saga Transfer AC Milan Dimulai, Gerry Cardinale Bakal Agresif dan Bidik Pemain Baru di Setiap Lini

Saga Transfer AC Milan Dimulai, Gerry Cardinale Bakal Agresif dan Bidik Pemain Baru di Setiap Lini

AC Milan mulai menyusun rencana besar untuk memperkuat skuad pada bursa transfer Januari 2027. Gerry Cardinale memastikan Rossoneri bakal bergerak agresif.
War Tiket Remember Fest 2026 x Cube Concert: Harga Mulai Rp77.500, Ini Cara Beli dan Jadwal Lineup 7–8 November

War Tiket Remember Fest 2026 x Cube Concert: Harga Mulai Rp77.500, Ini Cara Beli dan Jadwal Lineup 7–8 November

Remember Fest 2026 digelar 7–8 November di Kemayoran. Simak cara beli tiket resmi, harga One Day Pass dan Two Day Pass, serta jadwal lineup.
KPK: Panglima TNI Punya Kewenangan Penuh Izin Periksa Anggota TNI yang Diduga Terlibat Korupsi BNPB

KPK: Panglima TNI Punya Kewenangan Penuh Izin Periksa Anggota TNI yang Diduga Terlibat Korupsi BNPB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto punya kuasa penuh terkait izin pemeriksaan terhadap dua anggota TNI ...
Meski Mengaku Kondisinya Belum Fit 100 Persen, Samuel Maxson Septionus Berhasil Pecahkan Rekor Nasional di IOAC 2026

Meski Mengaku Kondisinya Belum Fit 100 Persen, Samuel Maxson Septionus Berhasil Pecahkan Rekor Nasional di IOAC 2026

Samuel Maxson memecahkan rekor nasional Kelompok Umur KU1 di gelaran Indonesia Open Aquatic Championship 2026 (IOAC) yang diselenggarakan PB Akuatik Indonesia.
BREAKING
NEWS
Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri tetapkan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.
Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Garudayaksa FC tak sekadar ingin meramaikan I.League Cup 2026/27. Klub tersebut memasang target tinggi dengan membidik gelar juara.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral