News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pilu, Kondisi Terkini Anak Disabilitas Korban Pelecehan Perawat di Cirebon Trauma Berat, Sering Teriak-teriak Tanpa Alasan

Komnas PA Cirebon membeberkan kondisi anak disabilitas korban pelecehan seksual yang dilakukan seorang perawat berinisial DS (31). Saat ini, korban trauma berat
Selasa, 13 Mei 2025 - 16:37 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com -  Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Cirebon membeberkan kondisi anak disabilitas korban pelecehan seksual yang dilakukan seorang perawat berinisial DS (31).

Ketua Komnas PA Cirebon Raya Siti Nuryani mengatakan saat ini kondisi korban mengalami trauma psikis berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang kami lihat, dia tidak hanya trauma karena pelecehan, tapi juga karena tidak bisa sekolah lagi. Itu menambah beban psikisnya," ujar Siti, Selasa (13/5/2025).

Korban saat ini sedang menjalani proses pemulihan kejiwaan dan didampingi oleh Komnas PA.

Siti mengatakan, korban memiliki keterlambatan dalam berbicara. Meski demikian, korban tetap bisa menjelaskan apa yang terjadi padanya untuk kelanjutan proses hukum.

“Disabilitasnya hanya keterlambatan bicara. Secara pemahaman, dia bisa menceritakan kejadian yang dialami. Kami hanya perlu menyesuaikan dengan gaya bicaranya,” katanya lagi.

Saat ini pihaknya sudah menyiapkan terapi psikologis agar kondisi mental korban bisa pulih sampai tuntas.

Di satu sisi, ibu korban NH (38) mengatakan anaknya itu akhirnya mau mengakui telah menjadi korban pelecehan seksual sekitar akhir April 2025.

Saat bercerita, anaknya langsung menunjuk perawat yang bersangkutan setibanya mereka di rumah sakit.

NH berharap agar keadilan bagi anaknya dapat tercapai dan proses hukum berjalan secara transparan.

"Anak saya masih sering melamun dan teriak-teriak endiri. Harapan saya cuma satu, keadilan untuk dia," tegas NH.

Diberitakan sebelumnya, Polres Cirebon Kota mendapatkan laporan pelecehan seksual pada 5 Mei 2025 lalu.

Adapun terlapor adalah oknum perawat di salah satu rumah sakit di wilayah Kecamatan Gunung Jati. (ant/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Erling Haaland Bangga Bisa Bantu Timnas Norwegia Catatatkan Kemenangan Pertamanya di Piala Dunia dalam 28 Tahun

Erling Haaland Bangga Bisa Bantu Timnas Norwegia Catatatkan Kemenangan Pertamanya di Piala Dunia dalam 28 Tahun

Striker Manchester City, Erling Haaland, menjadi aktor penting dibalik kemenangan besar Norwegia atas Irak pada laga perdana mereka di Grup I Piala Dunia 2026.
Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker, PSSI Targetkan Bawa Timnas Indonesia Tembus Top 50 Ranking FIFA

Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker, PSSI Targetkan Bawa Timnas Indonesia Tembus Top 50 Ranking FIFA

PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji mengungkapkan tujuan federasi menaturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker adalah membawa Timnas Indonesia menembus Top 50 Ranking FIFA. 
Roberto Martinez Akan Tinggalkan Timnas Portugal

Roberto Martinez Akan Tinggalkan Timnas Portugal

Roberto Martinez akan meninggalkan Tim Nasional atau Timnas Portugal setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Bahkan, jika ia berhasil membawa Portugal menjadi juara untuk pertama kalinya.
Hanif Sjahbandi Jadi Pemain Pertama yang Dilepas Persija Usai Rekrut Shin Tae-yong

Hanif Sjahbandi Jadi Pemain Pertama yang Dilepas Persija Usai Rekrut Shin Tae-yong

Setelah melepas pemain asing, kini giliran Persija yang melepas Hanif Sjahbandi setelah kedua pihak memutuskan mengakhiri kontrak dengan skema mutual termination. 
Kenapa Israel Bersikeras Tolak Hentikan Perang Buat Damai AS-Iran Hampir Gagal? Ini Kata Pengamat Timur Tengah

Kenapa Israel Bersikeras Tolak Hentikan Perang Buat Damai AS-Iran Hampir Gagal? Ini Kata Pengamat Timur Tengah

Pengamat Timur Tengah, Teuku Rezasyah kupas alasan Israel tetap mau perang yang nyaris membuat kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir gagal.
KPK Ungkap Kemungkinan Periksa Tim Review BPK di Kasus Suap yang Menyeret Bupati Muara Enim

KPK Ungkap Kemungkinan Periksa Tim Review BPK di Kasus Suap yang Menyeret Bupati Muara Enim

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyebut bahwa kemungkinan memeriksa sejumlah anggota tim review Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat. 

Trending

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, menyebut sistem digitalisasi pemerintah melalui Perlinsos Digital dan Simbara bisa membuat hemat ribuan triliun.
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.
Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Nama Herve Renard bukanlah sosok asing bagi penggemar Timnas Indonesia. Eks pelatih Arab Saudi kini dapat tugas berat untuk selamatkan Tunisia di Piala Dunia.
Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

ESDM menyampaikan pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi Pertalite sebagai langkah perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan, seraya mendorong implementasi B50.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Bintang Baru dari Eropa Jelang Piala AFF 2026

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Bintang Baru dari Eropa Jelang Piala AFF 2026

Timnas Indonesia kembali dapat sorotan media Vietnam menjelang bergulirnya berbagai turnamen internasional pada 2026. Tambahan dua pemain anyar jadi perhatian.
Selengkapnya

Viral