Jasa Besar Hercules ke Prabowo Diungkit, Eks Tim Mawar Kopassus Ceritakan Sejarahnya
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Rozario Marshal alias Hercules, merupakan Ketum GRIB Jaya, yang kali ini menjadi perbincangan publik. Hal ini tak lain buntut dari polemik Hercules dengan Purnawirawan TNI serta mencuatnya kasud di Depok.
Buntut dari polemik itu, nama Ketum GRIB kian hari berseliwiran di media massa hingga media sosial.
Tak sedikit yang mencibirnya dan tak sedikit juga yang membela Hercules.
Bahkan, baru-baru ini, eks Anggota Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI, Fauka Noor Farid mengungkit jasa besar Hercules ke Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Fauka juga menceritakan sejarah kedekatan Hercules dengan Prabowo Subianto.
Fauka Noor Farid menceritakan, Hercules sangat berjasa terhadap Prabowo Subianto, karena kesetiaannya ketika Prabowo terpuruk pada tahun 1998 silam.
Hal ini karena pada saat itu, Prabowo yang menjabat Panglima Kostrad dituduh terlibat penculikan para aktivis, bahkan dia ditinggalkan para senior dan junior di TNI, tak lain karena polemik kasus tersebut.
"Waktu itu semua meninggalkan Pak Prabowo, tidak ada yang tinggal meski untuk sekadar memberi dukungan moril. Hanya Tim Mawar dan Hercules yang setia menemani bapak," ungkap Fauka, dikutip pada Rabu (14/5/2025).
Seperti diketahui, pada saat itu, tuduhan menjadi dalang penculikan aktivis yang dilontarkan berbagai pihak membuat posisi Prabowo rentan, baik secara posisi maupun mental.
Hanya para anggota Tim Mawar Kopassus yang dibentuk Prabowo saat menjabat Danjen Kopassus serta Hercules tetap setia memberi dukungan terhadap Prabowo.

Menurut Fauka, kala itu Hercules bahkan menyatakan kesiapan diri untuk turun membela Prabowo bila terdapat pihak-pihak yang berupaya melakukan tindakan menyerang Prabowo.
"Saat karir Pak Prabowo dibunuh, Hercules masih setia, dia bahkan berani pasang badan membela Pak Prabowo. Artinya, dia memiliki jasa besar terhadap Pak Prabowo," ungkap Fauka.
Fauka yang kini diketahui menjabat Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII) mengajak seluruh pihak untuk menghormati jasa Hercules.
Pasalnya, tanpa dukungan dari orang-orang terdekat, Prabowo dirasa sulit untuk bangkit hingga akhirnya kini dipercaya masyarakat Indonesia menjadi Presiden Republik Indonesia.
"Pak Prabowo mengajarkan kepada kita, bahwa kita harus menghormati jasa pahlawan dan menghormati jasa seseorang. Ini penting, kita tidak boleh menghilangkan jasa seseorang," jelasnya.
Terkait polemik GRIB sekarang, Fauka menilai GRIB merupakan Ormas yang dibentuk Hercules untuk membantu masyarakat sehingga tidak tepat bila dicap sebagai ormas preman.
Terlebih sebelum GRIB resmi dibentuk, pada tahun 2008 Hercules sempat menghadap Prabowo di Hambalang, Jawa Barat untuk menyatakan niatnya membentuk Ormas.
Prabowo pun secara langsung mengubah akronim GRIB dari yang sebelumnya Gerakan Rakyat Indonesia Baru menjadi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu sebagaimana GRIB saat ini.
"Tidak lama setelah itu, saat Hercules meresmikan berdirinya GRIB di Lapangan Sempur, Bogor pak Prabowo hadir secara langsung dalam kegiatan. Saya juga hadir menyaksikan," ujar Fauka.
Sehingga dapat dikatakan bahwa GRIB adalah bagian dari kekuatan Gerindra, yang sebagai Ormas berfungsi membantu mendukung jalannya program pemerintahan.
Sebagai praktisi intelijen, Fauka curiga bila polemik terkait GRIB dilontarkan dengan tujuan melemahkan Gerindra dan orang-orang yang berada di lingkungan terdekat Prabowo.
Pun terdapat sejumlah kasus, tapi hal itu merupakan ulah Oknum dan Hercules sudah menunjukkan ketegasannya sebagai pimpinan untuk menghukum anggota yang melanggar.
Baginya GRIB sudah membantu pemerintah untuk membina orang-orang yang dicap masyarakat bermasalah, agar dapat memiliki pekerjaan dan dapat membantu pemerintah.
"Jangan karena ulah satu orang kita ribut dan malah dimanfaatkan kelompok tertentu. Justru kita harus bergotong royong membawa Indonesia menjadi lebih baik, Indonesia emas," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Hendropriyono menyebut bahwa Hercules memiliki jasa yang cukup besar untuk bangsa Indonesia.
Hendropriyono membeberkan peran penting Hercules dalam perang Timor Timur.
Kala itu Hercules ditugaskan sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) di Timor Timur bersama para tentara TNI.
Menurutnya, Hercules adalah seorang anak bangsa yang juga memiliki jasa terhadap bangsa Indonesia.
"Dia dulu juga sebagai TBO (Tenaga Bantuan Operasi), kemudian partisan, itu ikut bahu-membahu bersama kita melaksanakan tugas negara. Waktu itu di Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste," kata Hendropriyono dikutip dari YouTube Kilat Media, pada Minggu (4/5/2025).
Bahkan, menurutnya saat konflik pecah sehingga Timor Leste menjadi negara merdeka, banyak orang yang berganti kewarganegaraan, namun Hercules memilih tetap setia kepada Republik Indonesia.
"Di medan pertempuran, itu tercatat banyak juga jasa dia yang sampai kakinya buntung, dia kan orang berkaki buntung satu, tangannya juga satu, matanya juga satu," katanya.
Hendropriyono menilai Hercules tidak akan berada dalam dunia kekerasan atau menjadi preman jika tidak terpaksa demi mempertahakan hidupanya.
"Kalau dia bisa milih, dia tidak akan menjadi preman. Tapi dia menjadi preman karena tidak ada orang yang mau terima dia kerja dengan kaki buntung, tangan buntung dan mata satu (yang sehat). Mungkin tidak ada jalan lain kecuali jalan preman. Itu kan yang harus kita lihat," ujar Hendropriyono.
Namun, Hendropriyono juga menyarankan agar Hercules harus bisa memperbaiki diri dan memperbaiki organisasinya.
Hendropriyono menilai sikap Hercules yang seperti ini sebenarnya tidak lepas dari kondisi sosial masyarakat yang terjadi di sekitarnya.
"Kita ajarkan bagaimana caranya merubah diri. Dia juga kan sudah minta maaf ya kalau saya enggak keliru. Saya rasa dia harus memperbaiki diri dan kita juga berkaca diri mengapa hal ini bisa terjadi. Kembali ke kita saja," pungkasnya. (aag)
Load more