News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Trump Klaim Rusia-Ukraina Siap Gencatan Senjata, Putin Belum Mau Komitmen Penuh

Donald Trump klaim Rusia dan Ukraina segera negosiasi gencatan senjata usai bicara dengan Putin. Namun, Kremlin belum sepakat dan Eropa tekan Moskow dengan sanksi baru.
Selasa, 20 Mei 2025 - 10:29 WIB
Ilustrasi - unjuk rasa anti perang rusia ukraina
Sumber :
  • tim tvOne

Washington, tvOnenews.com– Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi gencatan senjata setelah percakapannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (19/5/2025). Namun, Kremlin menegaskan bahwa proses ini tidak akan instan dan penuh tantangan.

Dalam pernyataan di media sosial, Trump menyebut bahwa ia telah menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, serta kepada para pemimpin Uni Eropa, Jerman, Prancis, Italia, dan Finlandia dalam sebuah panggilan bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Rusia dan Ukraina akan langsung memulai pembicaraan menuju gencatan senjata dan, yang lebih penting, menuju AKHIR dari perang,” tulis Trump. Ia menambahkan bahwa "beberapa kemajuan sudah terlihat" saat memberikan pernyataan di Gedung Putih.

Putin mengapresiasi langkah Trump yang mendorong dilanjutkannya dialog langsung antara Moskow dan Kyiv, namun menekankan bahwa negosiasi damai masih berada di tahap awal. “Kami setuju untuk mulai menyusun memorandum perdamaian masa depan bersama Ukraina,” ujar Putin dari Sochi.

Putin Tak Setuju Gencatan Senjata Segera

Meski ada sinyal positif, Presiden Rusia tetap menolak permintaan Trump untuk gencatan senjata 30 hari. Putin bersikeras bahwa syarat-syarat tertentu harus dipenuhi lebih dulu.

Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov mengatakan tidak ada tenggat waktu dalam pembahasan memorandum gencatan senjata. “Semua ingin cepat, tapi detailnya rumit,” katanya dikutip kantor berita RIA.

Trump Tolak Sanksi Baru, Eropa Bergerak Sendiri

Alih-alih menekan Rusia dengan sanksi baru, Trump memilih pendekatan diplomasi. “Kalau ditekan sekarang, bisa jadi lebih buruk. Tapi jika tidak ada kemajuan, saya akan mundur,” tegasnya.

Keputusan Trump untuk tidak menjatuhkan sanksi langsung membuat para pemimpin Eropa terkejut. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan Eropa akan menambah tekanan ke Moskow, meskipun AS tampaknya enggan ikut serta. "Trump tampak ragu dan tak ingin menambah beban," ujar seorang pejabat Uni Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zelensky Usulkan Pertemuan Puncak Perdamaian

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv siap melakukan negosiasi langsung dengan Rusia dalam format apapun yang dapat mendatangkan hasil konkret. Ia mengusulkan pertemuan tingkat tinggi antara Ukraina, Rusia, AS, UE, dan Inggris di negara netral seperti Turki, Vatikan, atau Swiss.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Malaysia Resmi Umumkan Jadwal FIFA Matchday November 2026, Timnas Indonesia masih Abu 

Malaysia Resmi Umumkan Jadwal FIFA Matchday November 2026, Timnas Indonesia masih Abu 

Malaysia mengumumkan jadwal laga uji coba internasional FIFA Matchday edisi November 2026 melalui laman resmi mereka pada Selasa (3/11/2026). 
Herri Pras Minta Adi Paryanto Bertobat, Tak Terima Video Dipotong hingga Dibuat Parodi

Herri Pras Minta Adi Paryanto Bertobat, Tak Terima Video Dipotong hingga Dibuat Parodi

Herri Pras meminta Adi Paryanto bertobat karena menudingnya melakukan framing dengan memotong video hingga membuat parodi pakaian yang menyerupai atribut silatnya.
Michael Carrick Terpojok, Pelatih AS Roma Ogah Terbuai dengan Keterpurukan Manchester United

Michael Carrick Terpojok, Pelatih AS Roma Ogah Terbuai dengan Keterpurukan Manchester United

Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menolak terbuai dengan situasi yang dialami oleh Manchester United. Michael Carrick berada dalam posisi terpojok jelang duel.
Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir buka suara soal penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Dia menerangkan salah satu bentuk evaluasi yang telah dilakukan, yaitu Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena telah dinonaktifkan.
Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Polri masih terus melakukan evaluasi buntut peristiwa penggeledahan yang terjadi di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Polri meminta kepada Kapolres jajaran agar peristiwa tersebut kedepannya dijadikan sebagai pembelajaran.
Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Drama Korea The Remarried Empress tayang lebih awal hari ini, 3 November 2026, simak sinopsis dan jadwal lengkapnya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral