Ayah Bukan Eks Anggota TNI, Megawati Hangestri Anak Siapa Sih Sebenarnya?
- Red Sparks
“Pas aku minta izin ke Korea, ayah belum sakit. Tapi gak lama, beliau kena stroke dan akhirnya meninggal. Aku yakin, walau gak lihat secara langsung, ayah tetap menyaksikan dari dunia lain,” ucapnya dengan suara pelan.
Sementara sang ibu, yang kini hidup sendiri di rumah keluarga mereka, menolak diajak pindah ke tempat yang lebih besar atau lebih nyaman meski Megawati sudah bisa memberikannya. Keengganan itu bukan karena tidak ingin, melainkan karena rasa keterikatan terhadap rumah yang penuh kenangan bersama almarhum suaminya.
“Aku sempat bilang ke mama, ayo pindah rumah yang lebih enak. Tapi mama gak mau. Dia bilang, ‘Ini rumah yang dibangun bareng ayah kamu. Aku nyaman di sini.’ Ya sudah, aku gak paksa,” tutur Megawati.
Pernyataan itu mencerminkan akar kehidupan Megawati yang sangat kuat pada nilai keluarga dan kesederhanaan. Meskipun kini ia berada di puncak karier, dengan gelar internasional dan popularitas yang terus meroket, ia tetap kembali ke rumah yang sama, ke lingkungan yang sama, dan ke kehidupan yang jauh dari kesan mewah.
Kesederhanaan yang Menguatkan
Megawati adalah gambaran atlet yang dibesarkan dalam nilai-nilai kedisiplinan bukan karena latar belakang militer, tetapi karena warisan moral dari keluarga sederhana. Dari ayahnya ia belajar berjuang, dari ibunya ia belajar ikhlas, dan dari rumah lamanya ia belajar bahwa tidak semua hal harus diganti hanya karena sudah mampu.
Di tengah sorotan publik yang semakin besar, Megawati tetap memilih pulang ke rumah yang sama, duduk bersama ibunya, dan mengingat ayah yang kini hanya bisa ia temui dalam doa. Mungkin di situlah letak kekuatan terbesarnya—akar yang dalam, dan hati yang tetap bersahaja. (nsp)
Load more