News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bos Besar GRIB Jaya Tertunduk Cium Tangan Sutiyoso, Sosok Sebenarnya Hercules Dibongkar oleh Tokoh Intelijen Indonesia, Ternyata Suka...

Sempat jumawa dengan menyebut bau tanah, kini Hercules tertunduk dengan penuh penyesalan mencium tangan Sutiyoso sambil menyampaikan permohonan maaf. (3/6).
Selasa, 3 Juni 2025 - 06:08 WIB
Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules dan Letjen (Purn.) TNI, Sutiyoso.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Di balik pemberitaan perseteruan Hercules dengan para Jenderal Purnawirawan TNI, tokoh inteijen paling dihormati di Indonesia membeberkan sosok sebenarnya dari Ketua Umum GRIB Jaya itu.

Sebagaimana diketahui, sempat terjadi ketegangan antara Rosario de Marshall atau Hercules dengan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perselisihan keduanya terjadi usai Hercules dengan lantang menghina Letjen (Purn) Sutiyoso dengan sebutan "sudah bau tanah".

Polemik  Preman Berbaju Ormas  melibatkan Hercules dengan Sutiyoso dan Gatot Nurmantyo
Polemik 'Preman Berbaju Ormas' melibatkan Hercules dengan Sutiyoso dan Gatot Nurmantyo
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

 

Sebelumnya mantan preman Tanah Abang itu membela Wapres Gibran Rakabuming Raka soal usulan pemakzulan yang dituntut oleh Forum Purnawirawan TNI.

Adapun salah satu tokoh yang mendukung pemakzulan tersebut adalah mantan Gubernur DKI, Sutiyoso dan pernah menjadi Wadanjen Kopassus tahun 1992.

Sontak saja pernyataan Hercules soal 'bau tanah' itu menjadi perbincangan hangat publik dan memicu reaksi keras dari kalangan Purnawirawan.

Salah satunya yang cukup keras adalah Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang geram atas pernyataan dari Hercules.

Gatot mengecam keras sikap Hercules yang dianggap tidak menghargai tokoh Militer Indonesia, Sutiyoso.

Setelah melontarkan kata hinaan 'bau tanah', Rosario de Marshall atau Hercules akhirnya meminta maaf secara langsung kepada Sutiyoso.

Ketua Umum GRIB Jaya mendatangi kediaman Sutiyoso bersama teman-temannya dari Timor Timur untuk meminta maaf secara langsung kepada sesepuh Purnawirawan TNI tersebut.

Permintaan maaf Hercules itu adalah buntut dari pernyataan kontroversialnya yang menyebut Sutiyoso 'bau tanah'.

Meski sudah pernah meminta maaf melalui media, namun mantan Penguasa Tanah Abang itu nampaknya merasa hal ini belum tuntas jika belum bertemu langsung dengan Jenderal Kopassus itu.

Pada 28 Mei, Hercules datang menemui langsung Sutiyoso, dalam pertemuan tersebut pria asli Timor Timur itu meminta maaf sambil memberikan kain khas Timor sebagai bentuk permintaan maaf.

Meski tampil garang di media dalam beberapa waktu lalu, namun kini Hercules tampak khidmat dan melembut saat mencium tangan Sutiyoso, seperti layaknya kepada orang tua sendiri.

Sosok Sebenarnya Hercules

Dalam acara bincang bersama Rhenald Kasali, Mantan kepala BIN (Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono berbicara blak-blakan soal Depremanisasi dan Hercules.

AM Hendropriyono bukan sosok sembarangan dalam dunia intelijen.

Jenderal yang kerap dijuluki 'The Master of Intelligence' sudah malang melintang, dalam riwayatnya, Hendropriyono pernah menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

Julukan ini hadir bukan tanpa sebab, melainkan karena AM Hendropriyono menjadi profesor di bidang ilmu filsafat intelijen pertama di dunia. 

Dalam persoalan Hercules, ia pun memberikan tanggapan.

"Kalau cuma Hercules, saya rasa kita mesti berpikir dingin, walaupun mungkin hatinya panas, kecewa," ungkap Hendropriyono dilansir dari youtube Rhenald Kasali.

Menurut pandangan Hendropriyono, Hercules dan para prajurit kita adalah korban dari konspirasi global seperti operasi TNI di Timor Timur.

"Yang nyuruh kita Tim-tim siapa? Amerika, karena dia kiranya itu komunis, dia mau balas kekalahannya di Vietnam," ujarnya.

Mertua dari Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa ini menceritakan bahwa Amerika Serikat kalah perang Vietnam tahun 1974.

"Tahun 1975, kami ini termasuk saya, bulan Februari masuk di sana (Timor Timur) Operasi Seroja, dia (Amerika Serikat) yang suruh, kasih mobil utility, banyak sekali," ujarnya.

"Kita kan nggak punya mobil, turun operasi, mobilnya dari Vietnam dibawa ke situ," sambungnya.

Saat itu, Hendropriyono masih berpangkat kapten, a pun meyakini bahwa para bosnya dulu juga disuruh sehingga operasi Seroja itu bisa berjalan.

"Sebelum kita nyerbu itu, banyak yel-yel dan slogan, Viva Amerika, VIVA United States di perbatasan di sana, jadi kita mendung Amerika Serikat untuk menyerbu Timor Timur," jelasnya.

"Selagi Portugal waktu itu dikuasai perwira-perwira revolusioner yang kiri, jadi memang waktunya sangat tepat, sehingga kita tidak terlalu sulit untuk menguasai," sambungnya.

Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono.
Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono.
Sumber :
  • Istimewa

 

Kemudian, lulusan Akademi Militer Nasional Magelang tahun 1967 itu mengatakan bahwa pada tahun 1998 terjadi peristiwa diseret ke Pengadilan HAM atas Operasi Timor Timur tersebut.

"Artinya dia (Amerika Serikat) yang memulai, dia yang mengakhiri dan kita dijadikan kambing congek," ucap Hendropriyono.

Menurutnya, hadirnya Hercules juga bagian dari konspirasi global dan merupakan korban.

"Kita harus punya pemikiran ke situ bahwa Hercules cs ini adalah korban transisi, termasuk perwira-perwira yang dulu, para veteran, para purnawirawan, termasuk Prabowo Subianto. Ini semuanya kan korban konspirasi internasional, kita jangan lupa itu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun jika Hercules dinilai banyak meresahkan dengan Ormas yang dipimpinnya GRIB.

"Kenapa kalau sekarang dinilai meresahkan dan lain-lain kayak begini, berarti kan masalah pembinaan, bukan bekas teroris ini, ini bekas pahlawan, yang sebenarnya harus kita bina secara sistemik," pungkasnya. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kosmetik Polandia: Mengedepankan Inovasi untuk Bersaing di Pasar Global

Kosmetik Polandia: Mengedepankan Inovasi untuk Bersaing di Pasar Global

Industri kosmetik Polandia telah berkembang sangat dinamis dan mendapatkan pengakuan yang semakin meningkat di pasar Eropa dan global. Penyebabnya ialah kombinasi antara alam, teknologi modern, dan respons cepat terhadap tren
Hakim Beberkan Hal Memberatkan dan Meringankan dalam Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem Makarim

Hakim Beberkan Hal Memberatkan dan Meringankan dalam Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem Makarim

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat memaparkan sejumlah poin krusial yang menjadi dasar pertimbangan hukum sebelum menjatuhkan vonis kepada mantan Mendikbud, Nadiem Makarim, dalam perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Kemendag Pastikan Skema Ekspor PT DSI Belum Ada Kendala, Evaluasi Digelar per Tiga Bulan

Kemendag Pastikan Skema Ekspor PT DSI Belum Ada Kendala, Evaluasi Digelar per Tiga Bulan

Mendag Budi Santoso mengakui bahwa pemerintah dan PT DSI masih menyusun mekanisme terbaik selama masa transisi agar sistem pelaporan dan tata kelola ekspor berjalan efektif.
Puan soal Pelatihan Kopdes Merah Putih: Sebaiknya Memang Fokus ke Manajerial Saja

Puan soal Pelatihan Kopdes Merah Putih: Sebaiknya Memang Fokus ke Manajerial Saja

Puan Maharani pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait penyelenggaraan pelatihan dasar militer (latsarmil) program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Akademisi: Perubahan Iklim Tantangan Multidimensi Ketahanan Pangan

Akademisi: Perubahan Iklim Tantangan Multidimensi Ketahanan Pangan

Perubahan iklim menjadi tantangan multidimensi yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan ekosistem, serta penyediaan jasa lingkungan. Dampak tersebut turut memengaruhi produktivitas sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sekaligus meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap krisis pangan dan bencana ekologis.
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 87 Perwira Tinggi Polri: 4 Komjen, 29 Irjen, dan 54 Brigjen Resmi Dilantik

Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 87 Perwira Tinggi Polri: 4 Komjen, 29 Irjen, dan 54 Brigjen Resmi Dilantik

Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara kenaikan pangkat sejumlah perwira di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).

Trending

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan keuangan shio 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka hoki! Siapa shio yang buka bulan baru dengan cuan paling kencang dan siapa yang perlu strategi dulu?
Kapten Belanda Kecewa, Anak Patrick Kluivert Disorot setelah Gagal Penalti: Belanda Angkat Koper dari Piala Dunia 20262026

Kapten Belanda Kecewa, Anak Patrick Kluivert Disorot setelah Gagal Penalti: Belanda Angkat Koper dari Piala Dunia 20262026

Langkah Belanda dipastikan terhenti: tiga eksekutor penalti mereka, termasuk anak kandung mantan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert yakni Justin Kluivert
Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim mendadak menjadi perbincangan hangat volimania Korea Selatan usai tampil gemilang membawa Timnas Voli Indonesia juara AVC Men's Cup 2026.
Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Jerman menelan pil pahit di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara dramatis setelah kalah 3-4 dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Rabu 1 Juli 2026: Virgo Dapat Kejutan Manis di Awal Bulan, Scorpio Stop Cemburu Buta atau Si Dia Bakal Jauh

Ramalan Zodiak Cinta Besok Rabu 1 Juli 2026: Virgo Dapat Kejutan Manis di Awal Bulan, Scorpio Stop Cemburu Buta atau Si Dia Bakal Jauh

Berdasarkan ramalan bintang, esok hari Rabu, 1 Juli 2026, beberapa zodiak diprediksi akan mendapatkan momen romantis yang tak terlupakan, sementara yang lain -
Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Ini klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat soal video yang viral di unggahan akun Threads @junist.hairdressing.
6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

Memasuki pekan pertama Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan pergerakan positif dalam sektor keuangan pada periode 1 - 7 Juli 2026. Siapa saja?
Selengkapnya

Viral