GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PHK Massal Terjadi di Mana-mana, Ancaman Ini Mengintai

Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Sapto Priyanto, mengatakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini bisa membuat angka kriminalitas meningkat. 
Selasa, 3 Juni 2025 - 15:32 WIB
Ilustrasi pencurian.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Sapto Priyanto, mengatakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini bisa membuat angka kriminalitas meningkat. 

"PHK massal itu kemungkinan besar berdampak pada kriminalitas yang tinggi, karena ketika seseorang tidak punya pekerjaan dan tidak punya penghasilan, sangat dimungkinkan menjadi pelaku kejahatan atau kriminal umum dengan motif ekonomi," kata Sapto, saat dihubungi, Selasa (3/6/2025). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Sapto, faktor ekonomi memang bisa menjadi penyebab utama terjadinya kriminalitas seperti pencurian, perampokan, dan lain sebagainya. Karena itu, PHK massal sangat mungkin memicu kriminalitas. "Artinya, kejahatan-kejahatan yang bermotif ekonomi itu kemungkinan besar akan muncul," ujar dia. 

Kendati begitu, Sapto menambahkan, seseorang tidak serta-merta melakukan tindakan kriminal lantaran faktor ekonomi. Ada juga faktor tempat tinggal yang ikut mempengaruhinya. Sebagai contoh, kota besar atau sekitarnya memiliki risiko angka kejahatan yang tinggi karena biaya hidup di sana tinggi. 

"Tapi kalau di perkampungan atau pedesaan, karena mungkin biaya hidup di sana lebih rendah, jadi mereka yang menjadi pengangguran masih bisa bertani, berkebun, atau punya kegiatan lain yang positif sehingga mereka tidak menjadi pelaku kriminal," ucapnya. 

Sapto juga menjelaskan keterkaitan antara PHK massal, kemiskinan, dan potensi tumbuhnya radikalisme atau terorisme di masyarakat. Menurut dia, PHK massal memang bisa mendorong bertambahnya angka kemiskinan. Namun, kemiskinan tidak lantas memicu radikalisme atau terorisme. 

"Akar masalah terorisme di Indonesia itu bukan masalah ekonomi. Kalau misalnya orang menjadi radikal atau teroris karena faktor ekonomi, berarti hampir semua orang yang katakanlah berpenghasilan rendah atau miskin bisa menjadi teroris. Faktanya kan tidak seperti itu," kata Sapto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Sapto tidak menampik kemiskinan bisa saja mendorong terorisme atau radikalisme jika didukung faktor-faktor lain. "Kemiskinan saja tidak bisa menyebabkan orang menjadi pelaku teror. Jadi, bukan kemiskinan saja. Artinya, kelompok teroris bisa memanfaatkan orang-orang yang miskin untuk menjadi radikal atau teroris," ujar dia. 

Di sisi lain, Sapto menganggap berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan pihak-pihak terkait untuk mencegah radikalisme dan terorisme sudah cukup baik. Apalagi sudah ada Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE). 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Semprot Penataan Keraton: Jangan Buru-Buru Pikir Wisata, Urus Lembur dan Kota Dulu

Dedi Mulyadi Semprot Penataan Keraton: Jangan Buru-Buru Pikir Wisata, Urus Lembur dan Kota Dulu

KDM menyebut kegiatan budaya tersebut tidak hanya bernilai historis dan tradisional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata di daerah.
Kata-Kata Nova Arianto Bikin Panik Media Vietnam Jelang Timnas Indonesia U-19 Tampil di Piala AFF U-19 2026

Kata-Kata Nova Arianto Bikin Panik Media Vietnam Jelang Timnas Indonesia U-19 Tampil di Piala AFF U-19 2026

Media Vietnam dibuat panik oleh Nova Arianto menjelang Piala AFF U-19 2026. Sebab, Timnas Indonesia U-19 mengandalkan beberapa pemain diaspora.
Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi Dramatis Lolos ke Semifinal Maroko Open 2026

Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi Dramatis Lolos ke Semifinal Maroko Open 2026

Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi bersama pasangannya, Vera Zvonareva di ganda putri secara dramatis berhasil lolos ke semifinal Maroko Open 2026.
Persipura Jayapura Buka Suara soal Sanksi Berat yang Dijatuhkan PSSI: Hukuman Bukan Satu-satunya Solusi!

Persipura Jayapura Buka Suara soal Sanksi Berat yang Dijatuhkan PSSI: Hukuman Bukan Satu-satunya Solusi!

Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara terkait hukuman berat yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI usai kericuhan pada laga play-off promosi Championship 2025/2026.
Halo Dayak Kalteng Bikin Gebrakan di Kejurnas Adventure Offroad Seri 2, 5 Podium Langsung Diamankan

Halo Dayak Kalteng Bikin Gebrakan di Kejurnas Adventure Offroad Seri 2, 5 Podium Langsung Diamankan

Tim Halo Dayak Kalteng mencuri perhatian di Kejurnas Adventure Offroad Seri 2 setelah meraih lima podium di lintasan berlumpur Palangka Raya yang diguyur hujan.
Purbaya Optimistis Ekonomi RI Bisa Tembus 6,5 Persen, Rupiah Diyakini Bakal Menguat Signifikan

Purbaya Optimistis Ekonomi RI Bisa Tembus 6,5 Persen, Rupiah Diyakini Bakal Menguat Signifikan

Menurut Purbaya, pemerintah telah menyiapkan strategi fiskal, stabilisasi pasar keuangan, hingga dorongan terhadap sektor swasta agar mesin pertumbuhan ekonomi bergerak lebih agresif.

Trending

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak muda tiba-tiba menghampiri Dedi Mulyadi saat proses penertiban kios-kios di kawasan Pasar Cicadas, tak disangka pemuda itu ajak KDM tinjau kios pil haram.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sempat disorot adanya tudingan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan perusahaan nikel, PT Karya Wijaya.
Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Dedi Mulyadi Geram Pekerja Pembibitan Pohon Dialihkan Tugasnya, Beri Teguran Keras kepada Kadis Kehutanan: Macam-macam

Dedi Mulyadi Geram Pekerja Pembibitan Pohon Dialihkan Tugasnya, Beri Teguran Keras kepada Kadis Kehutanan: Macam-macam

Dedi Mulyadi geram usai menemukan pekerja pembibitan pohon di kawasan reboisasi Puncak justru dialihkan untuk mengurus proyek kopi, hingga memberi teguran keras
Dedi Mulyadi Bikin Sayembara: Kalau Ada yang Menemukan Aman Yani, Saya Beri Rp750 Juta

Dedi Mulyadi Bikin Sayembara: Kalau Ada yang Menemukan Aman Yani, Saya Beri Rp750 Juta

Dedi Mulyadi umumkan sayembara Rp750 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukan Aman Yani, sosok misterius di balik kasus pencairan dana pensiun yang viral. 
Selengkapnya

Viral