GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BNPT: Waspadai Ancaman Terorisme di Ruang Digital

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk mewaspadai penyebaran paham ekstremisme dan terorisme melalui ruang digital yang masif.
Rabu, 4 Juni 2025 - 06:40 WIB
BNPT: Waspadai Ancaman Terorisme di Ruang Digital
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk mewaspadai penyebaran paham ekstremisme dan terorisme melalui ruang digital yang masif.

"Kita bisa melihat OutlooK 2024 yang lebih menyasar ancaman dalam ruang digital. Jadi, dapat kita lihat berbagai aspek bagaimana pemuda harus diantisipasi pencegahan terorisme dan ekstremisme dalam ruang digital," kata Analis Kebijakan Ahli Muda/Subkoordinator Kerja Sama Non-Pemerintah BNPT Alfroda Heanitu Panjaitan mengutip Antara pada Rabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut disampaikannya di sela Pemutaran Film Dokumenter berjudul Road to Resilience dan Bedah Buku berjudul Anak Negeri di Pusaran Konflik Suriah.

Menurut dia, secara perbandingan antara jumlah penduduk Indonesia dan pengguna internet juga sangat tinggi yang mengartikan besarnya pengaruh ruang digital bagi masyarakat.

Sebagai implementasi nyata Roadmap Komunikasi Strategis dalam Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE), BNPT bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan kegiatan seperti pemutaran film tersebut.

Pakar dan pegiat antiterorisme Dr. Noor Huda Ismail mengingatkan bahwa BNPT telah melihat pergeseran tren penyebaran paham terorisme dan diidentifikasi dalam outlook tahun lalu.

"Menurut saya, bentuknya ke depan akan ke sana dan makin menguat. Narasi yang kami dorong tidak hanya radikalisasi, agama, tetapi juga karakter," jelasnya.

Oleh karena itu, seluruh pihak perlu bekerja sama, misalnya dinas pendidikan yang akan mengawal penanaman karakter, kemudian Kementerian Komunikasi dan Digital terkait dengan literasi digital.

"Aparat keamanan pun sudah menyadari bahwa pendekatan lama, jadul yang nginteli, nangkepi, penjara doang enggak cukup sekarang. Kalau dahulu organisasi kelas, hanya satu JI (Jamaah Islamiyah)," lanjutnya.

Dahulu, kata dia, mereka yang terjebak paham terorisme bisa dengan mudah diidentifikasi dari kelompok masyarakat tertentu. Akan tetapi, belakangan cenderung acak dan bisa siapa saja, mulai ibu rumah tangga, anak kampus, hingga orang kaya.

"Kalau fokus pada pendekatan lama, yang ceramah banget. Lo mereka ini belajar ilmu di TikTok, hanya berapa byte, tidak belajar lama. Itulah sebabnya saya kira langkah ke depan lebih ke aspek digital," ucap Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian itu

Film dokumenter yang diputar menceritakan tentang kisah warga negara Indonesia (WNI) bernama Febri Ramdani yang berangkat ke Syuriah menyusul sang ibunda dan kakaknya pada tahun 2016.

Namun, kenyataan yang dihadapinya setiba di Suriah sangat berbeda dengan informasi yang selama ini tersaji di ruang digital, termasuk propaganda dari ISIS sehingga langsung menyadarkannya.

"Intinya saya tertipu. Saya ke sana hanya karena ingin bertemu ibu. Namun, ternyata propaganda yang saya lihat di media sosial sangat bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, diakui Febri bahwa tidak mudah untuk melepaskan diri dan pulang ke Tanah Air, baik karena persoalan yang mereka hadapi di negara tersebut maupun stigma masyarakat di negara asal.

Dalam film itu, diceritakan bagaimana dinamika yang dihadapi Febri sekeluarga yang dengan sudah payah akhirnya bisa pulang ke Indonesia, dan bagaimana menghadapi tantangan sepulangnya ke pangkuan Ibu Pertiwi.(ant/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Italia Bawakan Kabar Buruk kepada John Herdman Jelang FIFA Matchday, Jay Idzes Terancam Dicoret?

Media Italia Bawakan Kabar Buruk kepada John Herdman Jelang FIFA Matchday, Jay Idzes Terancam Dicoret?

Media Italia membawakan kabar buruk mengenai kondisi kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes. Pelatih John Herdman terancam tak bisa memanggilnya untuk FIFA Matchday.
Ini Tips Debat dan Public Speaking Ala Wapres Gibran untuk Josepha Alexandra Jelang Final Ulang Cerdas Cermat MPR

Ini Tips Debat dan Public Speaking Ala Wapres Gibran untuk Josepha Alexandra Jelang Final Ulang Cerdas Cermat MPR

Ia menyebut Gibran juga mendorong para peserta agar terus meningkatkan kemampuan akademik dan tidak berhenti berprestasi.
KSP Dudung Sebut Dua Dapur MBG Penuh Belatung di Jakarta Barat Disetop: Itu Tidak Layak!

KSP Dudung Sebut Dua Dapur MBG Penuh Belatung di Jakarta Barat Disetop: Itu Tidak Layak!

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengambil tindakan keras setelah menemukan kondisi memprihatinkan di dapur program MBG di Jakarta Barat..
Penampakan Tempat Peristirahatan Pendaki yang Baru Dibangun di Jalur Sembalun dan Senaru Gunung Rinjani

Penampakan Tempat Peristirahatan Pendaki yang Baru Dibangun di Jalur Sembalun dan Senaru Gunung Rinjani

Sejumlah rest shelter di tiap jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani dibangun Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang datang berkunjung.
KSP Ketemu Wamen Stella, Target SMA Garuda Cetak Alumni Oxford hingga Peraih Nobel

KSP Ketemu Wamen Stella, Target SMA Garuda Cetak Alumni Oxford hingga Peraih Nobel

Program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu disiapkan bukan sekadar sekolah unggulan biasa, melainkan mesin pembentuk generasi elite nasional
Xi Jinping: China-AS Harusnya Bermitra, Bukan Bersaing

Xi Jinping: China-AS Harusnya Bermitra, Bukan Bersaing

Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kedua negara seharusnya menjadi "mitra, bukan rival" saat keduanya bertemu di Beijing, Kamis (14/5).

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Selengkapnya

Viral