GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenbud Ungkap Alasan Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Harus Dilanjutkan

Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud Restu Gunawan buka suara soal permintaan penghentian penulisan ulang sejarah Indonesia oleh DPR.
Senin, 30 Juni 2025 - 19:34 WIB
Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud, Restu Gunawan
Sumber :
  • Instagram @pelindungbudaya

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Restu Gunawan angkat bicara soal permintaan penghentian penulisan ulang sejarah Indonesia oleh Ketua DPP PDIP, MY Esti Wijayati.

Restu beranggapan penulisan ulang sejarah Indonesia ini sudah waktunya, lantaran adanya temuan-temuan baru. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini diungkapkan dirinya saat hadir dalam Pembukaan Pameran Jurnalistik Kompas, di Bentara Budaya Jakarta, Senin (30/6/2025).

“Ya, kita sebenarnya kan sudah lama yang nggak menulis buku sejarah nasional. Ya, setahun sejarah, sejak Indonesia dalam arus sejarah itu kita kan nggak menulis ya. Saya kira sudah waktunya karena temuan-temuan baru, baik di bidang arkeologi, sejarah, temuan kan sudah banyak nih. Jadi ini kan perlu kita tulis, jadi masyarakat biar tahu gitu,” kata Restu, kepada awak media.

Lebih lanjut Restu menuturkan penulisan ulang ini dilakukan guna mengubah paradigma berpikir masyarakat tentang Indonesia sentris.

“Dan juga kita ini kan ingin mengubah juga paradigma berpikir kita tentang Indonesia sentris. Kita ingin melihat kehebatan Indonesia. Nah, kehebatan itu dari masa lalu sampai kini kan harusnya dilihat dari sejarah, dari tulisan sejarah,” terang Restu.

Kemudian Restu berharap agar penulisan ulang sejarah ini dapat selesai sesuai jadwal dan bisa menghasilkan karya-karya yang bagus dari para penulis, sejarawan, dan arkeolog.

Untuk diketahui, Ketua DPP PDIP, MY Esti Wijayati meminta pemerintah untuk menghentikan proyek penulisan ulang sejarah nasional. 

Hal ini dikarenakan menimbulkan polemik, termasuk menjadi sorotan dari dunia internasional.

“Kami meminta dengan tegas agar proyek penulisan ini dihentikan, karena sudah menimbulkan polemik dan melukai banyak pihak,” kata Esti, kepada wartawan, Senin (30/6/2025).

Lebih lanjut Esti menuturkan bahwa permintaan pemberhentian penulisan sejarah ini dikarenakan banyaknya catatan yang akan menimbulkan gejolak dan tidak sesuai fakta sejarah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Termasuk banyaknya sejarawan yang memilih mundur dari tim penulisan. Itu menunjukkan adanya persoalan serius dalam proses ini,” terang Esti.

Sementara itu Esti meminta agar penulisan sejarah ini perlu didiskusikan kembali, dan melibatkan lebih banyak sejarawan. Esti berharap jangan sampai ada persoalan prinsip yang berpotensi melukai masyarakat luas. (ars/muu)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ibu-ibu Tagih Janji Dedi Mulyadi saat Bongkar PKL Trotoar Cicadas, KDM: Kapan Saya Bohong?

Ibu-ibu Tagih Janji Dedi Mulyadi saat Bongkar PKL Trotoar Cicadas, KDM: Kapan Saya Bohong?

Dedi Mulyadi mendadak ditagih janjinya oleh ibu-ibu saat melakukan pembongkaran PKL trotoar CIcadas, Kota Bandung. Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan ingkar.
Pemprov DKI Ungkap Harga Cabai dan Bawang Naik Jelang Idul Adha

Pemprov DKI Ungkap Harga Cabai dan Bawang Naik Jelang Idul Adha

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan terjadi kenaikan beberapa komoditas pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026
Sidang Nenek Elina, Dokumen Tanah Disebut Hilang Usai Rumah Dibongkar

Sidang Nenek Elina, Dokumen Tanah Disebut Hilang Usai Rumah Dibongkar

Sidang lanjutan perkara dugaan kekerasan dan pengusiran paksa terhadap Elina Widjajanti atau yang dikenal sebagai Nenek Elina kembali digelar di PN Surabaya
Klaim Telah Menemukan Solusi Permasalahan pada Mobil Aston Martin, Honda Optimis Bisa Bangkit di F1 GP Kanada 2026

Klaim Telah Menemukan Solusi Permasalahan pada Mobil Aston Martin, Honda Optimis Bisa Bangkit di F1 GP Kanada 2026

Honda baru-baru ini menyatakan kalau mereka telah mengatasi persoalan getaran baterai dan keandalan unit daya dari mobil Aston Martin di F1 2026.
Ketum TP PKK Ajak Pelajar Alor Tingkatkan Kesadaran Pelindungan Perempuan dan Anak

Ketum TP PKK Ajak Pelajar Alor Tingkatkan Kesadaran Pelindungan Perempuan dan Anak

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mengajak para pelajar di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meningkatkan kesadaran terhadap pelindungan perempuan dan anak.
Ibu dan Anak Spesialis Pencuri Emas Lintas Provinsi Ditangkap Polisi di NTB

Ibu dan Anak Spesialis Pencuri Emas Lintas Provinsi Ditangkap Polisi di NTB

Dua perempuan berstatus ibu dan anak ditangkap anggota Satreskrim Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026), di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Trending

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak muda tiba-tiba menghampiri Dedi Mulyadi saat proses penertiban kios-kios di kawasan Pasar Cicadas, tak disangka pemuda itu ajak KDM tinjau kios pil haram.
Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sempat disorot adanya tudingan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan perusahaan nikel, PT Karya Wijaya.
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membagikan momen manis karena mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.
Dedi Mulyadi Bikin Sayembara: Kalau Ada yang Menemukan Aman Yani, Saya Beri Rp750 Juta

Dedi Mulyadi Bikin Sayembara: Kalau Ada yang Menemukan Aman Yani, Saya Beri Rp750 Juta

Dedi Mulyadi umumkan sayembara Rp750 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukan Aman Yani, sosok misterius di balik kasus pencairan dana pensiun yang viral. 
Selengkapnya

Viral