News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Laporan Ijazah Palsu Jokowi Dihentikan Polisi, TPUA Berang: Tidak Tuntas!

Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menyatakan keberatan atas keputusan Bareskrim Polri yang menghentikan laporan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Keputusan itu dinyatakan usai gelar perkara khusus oleh Biro Wasidik Bareskrim Polri.
Jumat, 1 Agustus 2025 - 05:18 WIB
Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/4/2025).
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menyatakan keberatan atas keputusan Bareskrim Polri yang menghentikan laporan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Keputusan itu dinyatakan usai gelar perkara khusus oleh Biro Wasidik Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7, Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan ini tertuang dalam sebuah Surat Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Pendumas (SP3D) dengan Nomor: 14657/VII/RES.7.5/2025/BARESKRIM terkait penghentian penyelidikan (SP3) yang ditangani Dittipidum Bareskrim Polri.

Dalam surat itu, tertulis bahwa Birowassidik Bareskrim Polri telah melaksanakan gelar perkara khusus terhadap Laporan Informasi Nomor: LP/39/V/RES.1.24/2025/Dittipidum tanggal 9 April 2025, dengan hasil sebagai berikut:
a. Terhadap Laporan tersebut, atas pengaduan dari Prof. Dr. H.Eggi Sudjana,S.H., M.Si (Tim Pembela Ulama & Aktivis) tentang dugaan tindak pidana pemalsuan dan/atau pemalsuan akta autentik dan/atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan/atau yang membantu memberikan dan menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi dan/atau vokasi yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 264 KUHP dan/atau Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 68 undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang ditangani oleh Dittipidum Bareskrim Polri, penghentian penyelidikan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Fakta yang dihadirkan oleh pendumas atau pelapor hanya berupa data sekunder dan tidak memiliki kekuatan pembuktian, sehingga tidak bisa digunakan sebagai alat bukti.

Terkait hal ini, kubu Pelapor, Rizal Fadilah selaku wakil ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) membenarkan bahwa laporannya dihentikan oleh polisi.

"Iya benar, tertanggal 25 Juli 2025," ucap Rizal Fadilah.

Terkait hal ini, kubu TPUA mengaku kecewa atas penghentian penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Ia menyangkal jika bukti-bukti yang dihadirkan disebut hanya berupa data sekunder.

"Pertama kami TPUA ucapkan terima kasih atas adanya Surat Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Dumas (SPD3) tertanggal 25 Juli 2025 yang terkait dengan gelar perkara khusus tanggal 9 Juli 2025 yang lalu," tutur Rizal Fadillah dalam keterangannya, Senin (31/7/2025).

Kemudian, Rizal memandang bahwa penghentian penyelidikan 22 Mei 2025 yang dibenarkan dalam SP3D 25 Juli 2025 berdasarkan alasan "sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku" tidaklah benar.

"Karena tidak sesuai dengan ketentuan KUHP maupun Perkapolri. Bahwa ketidaklengkapan peserta gelar dimana pelapor dan terlapor tidak diundang, tidak tuntas penyelidikan, tidak cermat mengungkap data, tidak menunjukkan dokumen/jazah Joko Widodo, serta tidak mengurai uji forensik skripsi dan jazah Jokowi adalah bukti bahwa penghentian penyelidikan  tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," beber Rizal.

Senada dengan Rizal, Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar, salah satu pihak yang mendukung laporan tersebut, mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan tersebut.

“Tanggapan saya soal penghentian penyelidikan di Bareskrim sangat tidak puas, karena dipandang bukti kami adalah bukti sekunder yg tidak bisa dijadikan sebagai pembuktian,” ucap Rismon, Kamis (31/7/2025).

Lalu, Rismon mencontohkan kasus pembuktian dokumen palsu seperti Hitler’s Diaries dan Killian Document, yang diselesaikan melalui analisis forensik digital meski dokumennya bersifat analog.

Ia menilai kepolisian perlu mempelajari pendekatan serupa dalam menangani kasus-kasus besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kepolisian harus belajar dari kasus dunia yang diselesaikan dengan digital forensik,” tegasnya.

(rpi/ebs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Piala Dunia 2026 Hari Ini: Comeback Belgia di Laga Kontra Senegal hingga Amerika Serikat Petik Kemenangan dengan 10 Pemain

Piala Dunia 2026 Hari Ini: Comeback Belgia di Laga Kontra Senegal hingga Amerika Serikat Petik Kemenangan dengan 10 Pemain

Sengitnya persaingan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 langsung terasa nyata pada laga pembuka hari ini yang mempertemukan dua kekuatan dari benua berbeda.
Rumah Mewah yang Ditempati Sarwendah dan Anak-anak Terancam Disita, Begini Fasilitas

Rumah Mewah yang Ditempati Sarwendah dan Anak-anak Terancam Disita, Begini Fasilitas

Sarwendah menjadi sorotan setelah rumah mewah yang ditempatinya bersama anak-anak terancam disita. Hunian ini memiliki lift, empat dapur, hingga rooftop.
Bukan di 2026, Kapan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein Tulis Lagu Kontroversi 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad'?

Bukan di 2026, Kapan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein Tulis Lagu Kontroversi 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad'?

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) menyebut lirik lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat' bagian puisi tentang masa lalunya yang ditulis sejak 2020.
Megawati Hangestri Tampil Beda! Tinggalkan Jersey No.8, Beralih Gunakan Nomor Punggung 88 di Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Tampil Beda! Tinggalkan Jersey No.8, Beralih Gunakan Nomor Punggung 88 di Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri dipastikan tidak akan mengenakan nomor punggung favoritnya saat memulai petualangan baru bersama Hyundai Hillstate di V League 2026/2027.
Pesawat Pembawa 7 Penumpang Diduga Dibakar KKB di Bandara Ipdeheik Papua

Pesawat Pembawa 7 Penumpang Diduga Dibakar KKB di Bandara Ipdeheik Papua

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan buka suara soal insiden terbakarnya Pesawat AMA PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis (2/7/2026).
Usai Pertemuan di Istana, Prabowo Siap Balas Kunjungan Presiden Lukashenko ke Belarus

Usai Pertemuan di Istana, Prabowo Siap Balas Kunjungan Presiden Lukashenko ke Belarus

Presiden RI, Prabowo Subianto memastikan akan melakukan kunjungan balasan ke Belarus setelah menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Trending

Dirikan Partai Ketiga di AS Jadi Tekad Tucker Carlson

Dirikan Partai Ketiga di AS Jadi Tekad Tucker Carlson

Mendirikan partai politik ketiga di AS menjadi alternatif di luar Partai Republik maupun Partai Demokrat jadi tekad jurnalis asal Amerika Serikat, Tucker Carlson.
Klub Italia Bujuk Como 1907 untuk Lepas Pemain Timnas Indonesia Demi Bisa Promosi Musim Depan

Klub Italia Bujuk Como 1907 untuk Lepas Pemain Timnas Indonesia Demi Bisa Promosi Musim Depan

Klub milik pengusaha Indonesia, Hartono Bersaudara itu akan tampil di Liga Champions di musim depan. Alih-alih mengejar kompetisi elit tersebut bersama Como 1907, Emil Audero justru diburu berbagai klub Italia. 
Persib Bandung Batal Kontrak Igor Tolic? Mantan Pelatih Sandy Walsh Dikabarkan Merapat Gabung Tim Juara Super League

Persib Bandung Batal Kontrak Igor Tolic? Mantan Pelatih Sandy Walsh Dikabarkan Merapat Gabung Tim Juara Super League

Persib Bandung resmi menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih menggantikan Bojan Hodak yang menolak perpanjangan kontrak. 
Lewat Game Online, Pemuda di Purworejo Banjir Prestasi

Lewat Game Online, Pemuda di Purworejo Banjir Prestasi

Konten kreator GalangCF atau @galang.cf tengah menjadi sorotan hangat bagi para pecinta game online Free Fire di Indonesia.
Media Vietnam Ingatkan Betapa Bahayanya Tim Kuda Hitam Mirip Cape Verde yang Jadi Lawan Timnas Indonesia di AFF 2026

Media Vietnam Ingatkan Betapa Bahayanya Tim Kuda Hitam Mirip Cape Verde yang Jadi Lawan Timnas Indonesia di AFF 2026

Tanda bahaya yang harus diwaspadai John Herdman. Media Vietnam ungkap satu tim yang disebut sebagai kuda hitam mirip Cape Verde yang jadi lawan Timnas Indonesia
Profil Osman Loss Vieira, Pelatih Brasil yang Bisa Geser Posisi Igor Tolic dari Persib Kapan Saja

Profil Osman Loss Vieira, Pelatih Brasil yang Bisa Geser Posisi Igor Tolic dari Persib Kapan Saja

Belum sempat merasakan debut apalagi diperkenalkan secara resmi, Persib dikaitkan erat dengan nama Osmar Loss Vieira dibandingkan menyegel Igor Tolic sebagai suksesor Bojan Hodak. 
Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tidak Ada "Bohir"

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tidak Ada "Bohir"

Dokter Tifa menjalani sidang perdana kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).
Selengkapnya

Viral