GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Presiden Korsel Geletakan di Lantai Sel, Tolak di Interogasi Jaksa Khusus

Eks pemimpin Korea Selatan menolak interogasi jaksa khusus dan berbaring di lantai sel, memicu polemik baru di tengah krisis politik dan penyelidikan hukum.
Jumat, 1 Agustus 2025 - 17:54 WIB
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com – Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, kembali menjadi sorotan publik setelah menolak menjalani interogasi dari tim jaksa khusus. Ia memilih berbaring di lantai sel tahanan dan menolak keluar untuk memenuhi panggilan pemeriksaan.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (1/8/2025), di tengah penyelidikan yang tengah berlangsung terkait kasus penyalahgunaan kekuasaan saat Yoon masih menjabat. Penolakannya terhadap proses hukum ini memperkeruh situasi yang sebelumnya telah memanas sejak ia dicopot dari kursi kepresidenan pada April lalu oleh Mahkamah Konstitusi Korea Selatan, buntut dari keputusannya memberlakukan status darurat militer pada akhir tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru Bicara Kantor Jaksa Khusus, Oh Jung Hee, mengungkap bahwa penyidik telah mencoba menghadirkan Yoon ke ruang interogasi secara sukarela sesuai surat perintah yang berlaku. Namun, mantan presiden itu menolak mentah-mentah. “Tersangka menolak dengan keras, sambil berbaring di lantai tanpa mengenakan seragam tahanan,” ujar Oh dalam konferensi pers di Seoul.

Laporan yang dikutip dari kantor berita Yonhap menyebutkan, saat tim jaksa mendatangi selnya, Yoon hanya mengenakan kaos dan pakaian dalam. Aksi tersebut disebut-sebut sebagai bentuk protes terhadap suhu ruangan tahanan yang mencapai hampir 40 derajat Celsius.

Pengacara Yoon, Yu Jeong Hwa, membela tindakan kliennya. Ia menyebut kondisi tahanan sangat tidak layak dan menyamakan perlakuan terhadap Yoon sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat seorang mantan kepala negara. “Dia tidak sedang menolak hukum, tapi mempertahankan haknya sebagai manusia,” ujar Yu kepada Reuters.

Pihak kejaksaan menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menggunakan tindakan paksa untuk membawa Yoon ke ruang interogasi, apabila upaya persuasif kembali menemui jalan buntu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Yoon sedang mendekam di sel isolasi di Pusat Penahanan Seoul. Ia dikurung kembali sejak Juli lalu untuk menjalani proses hukum lanjutan terkait status darurat militer yang sempat ia berlakukan pada Desember tahun lalu. Langkah itu dianggap sebagai upaya untuk menjerat Yoon dengan dakwaan tambahan.

Kasus ini menjadi salah satu peristiwa politik paling dramatis di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir, terutama mengingat Yoon sebelumnya dikenal sebagai tokoh yang sangat berpengaruh dan populer di kalangan konservatif. Kini, citranya berada di ujung tanduk, seiring proses hukum yang makin dalam dan kontroversi yang terus bergulir di ruang publik. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jasa Raharja Sosialisasikan Zero Pending Claim Saat Momen Lebaran

Jasa Raharja Sosialisasikan Zero Pending Claim Saat Momen Lebaran

Pemerintah Indonesia terus berupaya maksimal dalam mewujudkan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 termasuk penyeberangan disejumlah pelabuhan Sumatera.
Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Kapasitas Stadion Bilino Polje dipastikan berkurang jelang laga krusial final play-off Piala Dunia 2026 antara Italia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Aktris Arya Saloka harus mengakui dirinya mengalami trauma pernikahan. Itu terjadi akibat rumah tangganya dengan Putri Anne hancur setelah bercerai pada 2025.
Penilaian Pelatih Saint Kitts and Nevis untuk Beckham Putra setelah Anak Asuhnya Dibantai 4-0

Penilaian Pelatih Saint Kitts and Nevis untuk Beckham Putra setelah Anak Asuhnya Dibantai 4-0

Penampilan gemilang Beckham Putra Nugraha bersama Timnas Indonesia mendapat pujian dari pelatih Saint Kitts and Nevis Marcelo Serrano. Pelatih asal Brasil itu -
Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD lontarkan kritikan keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi KPK
Rumah Sakit Mata di Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi Tingkat Asia

Rumah Sakit Mata di Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi Tingkat Asia

Healthcare Asia Awards 2026 yang merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada rumah sakit dan institusi layanan kesehatan di Asia kembali digelar.

Trending

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Kapasitas Stadion Bilino Polje dipastikan berkurang jelang laga krusial final play-off Piala Dunia 2026 antara Italia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Penilaian Pelatih Saint Kitts and Nevis untuk Beckham Putra setelah Anak Asuhnya Dibantai 4-0

Penilaian Pelatih Saint Kitts and Nevis untuk Beckham Putra setelah Anak Asuhnya Dibantai 4-0

Penampilan gemilang Beckham Putra Nugraha bersama Timnas Indonesia mendapat pujian dari pelatih Saint Kitts and Nevis Marcelo Serrano. Pelatih asal Brasil itu -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT