Terungkap Satu per Satu, Kebiasaan Janggal Arya Daru Sebelum Ditemukan Meninggal, Diplomat Muda itu Tak Biasanya…
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, hingga saat ini masih menjadi perhatian publik.
Banyak pihak menilai bahwa ada sejumlah kejanggalan yang menyelimuti kasus ini, termasuk dari kebiasaan-kebiasaan terakhir Arya sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya.
Sosok Arya yang dikenal pendiam, tiba-tiba menunjukkan perilaku yang tak biasa jelang kematiannya.
Arya Daru diketahui tinggal di sebuah rumah kos dan menjadi salah satu penghuni terlama di tempat itu.
Berdasarkan keterangan penjaga kos bernama Siswanto, ada total 15 CCTV yang terpasang di sekitar lingkungan tersebut.
Salah satu kamera menangkap saat Arya kembali ke kos pada pukul 23.23 WIB malam sebelum ditemukan meninggal dunia.
Namun, yang menjadi perhatian adalah telepon dari istrinya kepada Siswanto sekitar pukul 00.30 WIB.
“Katanya 'Saya khawatir banget nih. Jam 9 saya masih kontak-kontakan sama suami saya, tapi habis jam 9 kok hilang kontak. Suruh cek dong sudah pulang apa belum',” ujar Siswanto, mengutip ucapan sang istri dilansir dari YouTube Kompas TV.
Siswanto pun segera menuju kamar Arya sambil terus menelepon istri almarhum.
Ia mengaku sudah mengetuk pintu kamar berulang kali, bahkan menempelkan ponsel ke daun pintu agar suara dari luar terdengar jelas.
“Saya ngetok-ngetok, enggak ada suara dari dalam, Bu. 'Tolong lihat dari kaca, lampunya nyala atau tidak',” kata Siswanto menirukan percakapan malam itu.
Dari hasil rekaman CCTV, memang terlihat Arya pulang ke kos sekitar pukul 23.23.
Namun, menurut Siswanto, tidak ada hal mencurigakan dalam jeda waktu tersebut hingga ia diminta memeriksa oleh istri Arya sekitar pukul 00.30.
Tetangga kamar Arya juga diketahui masih belum tidur pada waktu itu, namun tidak mendengar suara apapun yang mencurigakan.
Meski begitu, Siswanto menyoroti satu hal janggal yang dilakukan Arya malam itu, yaitu membuang sampah sendiri dalam kondisi gerimis.
“Saya lihat pas di CCTV, ini kok buang sampah malam-malam, pas gerimis pula,” ungkapnya.
Hal ini dianggap tidak biasa karena selama ini Arya tidak pernah membuang sampah sendiri.
Biasanya, ia hanya meletakkannya di bak yang ada di depan pintu dan Siswanto yang membuangnya setiap pagi.
“Nggak pernah, soalnya kan ada bak sendiri kan itu depan pintu itu. Tiap hari padahal saya yang buang tiap pagi dari situ. Tiap pagi masih tapi semalam itu buang sendiri," kata Siswanto menambahkan.
Hal tersebut menjadi pertanyaan, apakah ada sesuatu di dalam sampah tersebut yang membuat Arya ingin membuangnya langsung ke luar.
Ketika ditanya apakah Arya pernah membawa teman ke dalam kos, Siswanto mengaku tidak pernah melihatnya.
"Kalau bawa teman, belum pernah lihat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Arya termasuk orang yang sering keluar malam.
Biasanya pulang sore, lalu keluar lagi sekitar pukul 8 atau 9 malam menggunakan kendaraan online.
“Kadang pulangnya saya nggak tahu, karena punya kunci masing-masing. Kadang-kadang suka ketemu pagi, kan saya nggak tahu soalnya saya di belakang," ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Arya kerap memiliki aktivitas malam yang cukup padat atau rahasia yang tidak diketahui orang lain di sekitarnya.
Dari sisi kepribadian, Arya dikenal sangat tertutup.
“Orangnya pendiam, kalau libur suka duduk sendirian di depan, kayak bengong. Akhir-akhir ini sering gitu,” kata Siswanto.
Ia juga mengungkapkan perubahan lain dalam kebiasaan Arya.
“Awalnya ngevape, tapi akhir-akhir ini sudah mulai merokok,” tambahnya.
Perubahan-perubahan kecil namun mencolok ini semakin menguatkan dugaan bahwa ada sesuatu yang sedang dialami Arya Daru sebelum kematiannya.
Kombinasi antara kebiasaan baru, waktu pulang yang tidak teratur, serta aktivitas membuang sampah yang tidak biasa menjadi potongan-potongan informasi yang terus disusun untuk mengungkap misteri di balik wafatnya Arya Daru. (adk)
Load more