News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berlayar di Kapal Tanker Yunani, Pelaut Indonesia Buktikan Kompetensi Kelas Dunia

Sebanyak 34 pelaut Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung maritim global yang diberangkatkan oleh PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) anak usaha dari Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) PT Pertamina (Persero) untuk bertugas di kapal-kapal tanker milik perusahaan pelayaran asal Yunani, Polembros Shipping Ltd.
Kamis, 7 Agustus 2025 - 21:59 WIB
Pengamat maritim dari IKAL Strategic Center (ISC), Marcellus Hakeng Jayawibawa
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 34 pelaut Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung maritim global yang diberangkatkan oleh PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) anak usaha dari Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) PT Pertamina (Persero) untuk bertugas di kapal-kapal tanker milik perusahaan pelayaran asal Yunani, Polembros Shipping Ltd.

Keberangkatan ini menjadi bagian dari kerja sama berkelanjutan yang dibangun antara PMSol dan mitra internasionalnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi hal tersebut, pengamat Maritim dari IKAL Strategic Center (ISC), Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan keberangkatan para pelaut ini tidak sekadar peristiwa administratif dalam industri pelayaran melainkan harus dilihat sebagai sebuah momen strategis yang menandai kebangkitan maritim nasional Indonesia. 

"Ini bukan hanya soal pengiriman tenaga kerja, tapi soal kehadiran bangsa dalam simpul-simpul peradaban laut dunia. Para pelaut kita sedang menancapkan bendera merah putih di jalur-jalur pelayaran global yang menentukan arah distribusi energi dunia," kata Hakeng kepada awak media, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Hakeng menjelaskan hal ini menunjukkan Indonesia telah berhasil kembali menempatkan diri sebagai salah satu pemasok sumber daya manusia profesional yang memiliki daya saing tinggi di sektor pelayaran internasional.

"Ketika perusahaan pelayaran Yunani mempercayakan kapal-kapal mereka kepada pelaut Indonesia, itu bukan keputusan yang sembarangan. Mereka pasti sudah melalui proses seleksi ketat dan memperhitungkan banyak aspek. Ini adalah pengakuan atas keunggulan SDM maritim kita," ungkapnya.

Selain itu ia juga mengingatkan bahwa peluang ini tidak boleh dipandang sebagai keberhasilan sepihak dari BUMN atau satu instansi saja. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk memastikan bahwa pelaut Indonesia terus mendapatkan pelatihan, pendidikan, dan sertifikasi sesuai standar internasional dalam mengakomodasi dan memperkuat daya saing pelaut nasional.

"Institusi-institusi pelayaran kita harus bergerak cepat. Dunia berubah, dan permintaan terhadap pelaut yang cakap dalam teknologi, bahasa internasional, serta tanggap terhadap dinamika global sangat tinggi. Bila kita ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka SDM kita harus menjadi pilar yang kuat, bukan hanya untuk kapal-kapal nasional, tetapi juga kapal-kapal berbendera asing," katanya.

Ia menambahkan bahwa momentum ini seharusnya dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menyusun kebijakan strategis jangka panjang dalam membangun ekosistem maritim nasional yang berkelanjutan. 

Selain menyiapkan pelaut, Indonesia juga perlu memperkuat diplomasi maritim, memperluas kerja sama dengan negara-negara pengguna jasa pelayaran, dan menciptakan mekanisme perlindungan terhadap pelaut Indonesia di luar negeri.

“Bukan hanya mengirim, tetapi juga memastikan mereka terlindungi secara hukum, memiliki akses pada konsulat maritim, dan mendapatkan perlakuan yang adil sesuai hukum laut internasional. Negara harus hadir dalam setiap simpul perjalanan para pelaut kita di negeri asing,” ungkapnya.

Hakeng juga memberikan apresiasi langkah PMSol sebagai terobosan yang memperluas peran anak bangsa dalam pengelolaan logistik energi global.

Menurutnya jika langkah ini dikembangkan dengan terstruktur dan berkelanjutan maka Indonesia akan memiliki reputasi sebagai eksportir pelaut unggulan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ekspor SDM maritim bukan hanya solusi ekonomi, tapi juga instrumen diplomasi lunak (soft power). Pelaut Indonesia yang bekerja di kapal asing bisa menjadi duta bangsa, memperkenalkan etos kerja, nilai-nilai kebangsaan, sekaligus memperluas jaringan diplomatik informal," ucap Hakeng.

"Justru di lautan itulah, eksistensi kita diuji. Sebab laut adalah cermin kekuatan, bukan sekadar batas geografis. Semakin besar peran kita di sana, semakin terdengar suara kita di panggung internasional," sambungnya. (raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

SAH! Kapolri Lantik 27 Perwira Tinggi sebagai Pejabat Utama Polri hingga Kapolda Baru

SAH! Kapolri Lantik 27 Perwira Tinggi sebagai Pejabat Utama Polri hingga Kapolda Baru

Pelantikan dan sertijab tersebut sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 tentang rotasi perwira tinggi dan perwira menengah.
Viral Dua Pria Masuk Toilet Bareng di Stasiun Manggarai, Diduga Hendak Lakukan Perbuatan Tak Senonoh

Viral Dua Pria Masuk Toilet Bareng di Stasiun Manggarai, Diduga Hendak Lakukan Perbuatan Tak Senonoh

Viral dua pria masuk toilet, keduanya diduga oknum penyuka sesama jenis dan hendak melakukan perbuatan tak senonoh di dalam toilet Stasiun Manggarai Jakarta.
Kasus Pelafalan Ayat Al-Qur'an The Sound Project Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus Pelafalan Ayat Al-Qur'an The Sound Project Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Polda Metro Jaya menuntaskan penyidikan kasus penistaan agama berupa pelafalan ayat suci Al-Qur'an saat kegiatan festival musik di Ancol, Jakarta Utara.
Raih Medali Perak Asian Games 2026, Fitriani/Fadona Alihkan Fokus Tatap Kualifikasi Piala Dunia Padel

Raih Medali Perak Asian Games 2026, Fitriani/Fadona Alihkan Fokus Tatap Kualifikasi Piala Dunia Padel

Ganda Putri Padel Indonesia, Fitriani/Fadona langsung mengalihkan perhatian menuju kualifikasi Piala Dunia setelah menyumbangkan medali perak Asian Games 2026.
Eks Wasit FIFA dari Malaysia Singgung Insiden Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh: Ada Kesalahpahaman di Sana

Eks Wasit FIFA dari Malaysia Singgung Insiden Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh: Ada Kesalahpahaman di Sana

Eks wasit FIFA asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Salleh, menyoroti insiden tambahan waktu dalam laga Timnas Indonesia vs Bangladesh. Ia menduga ad miskomunikasi.
Timnas Putri Indonesia U-17 Bidik Juara Grup Piala Asia U-17 2027 di Singapura, Erick Thohir Kirim Pesan Khusus

Timnas Putri Indonesia U-17 Bidik Juara Grup Piala Asia U-17 2027 di Singapura, Erick Thohir Kirim Pesan Khusus

Timnas Putri Indonesia U-17 tiba di Singapura dan membidik juara Grup B demi lolos ke Piala Asia U-17 2027. Tuan rumah menjadi lawan terberat Garuda Pertiwi.

Trending

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Lolos ke final bukan sekadar prestasi, juga membawa 'angin tenang' di luar lapangan.
Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Gol debut itu pun memastikan kemenangan 4-2 Vietnam atas Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026). 
FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Malaysia yang sama-sama berjuang ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 dijegal Timnas Indonesia di detik terakhir dalam penyisihan Grup A. 
Belum Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Unggul Telak Atas Thailand dalam Daftar 10 Pemain Termahal

Belum Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Unggul Telak Atas Thailand dalam Daftar 10 Pemain Termahal

Jelang final kontra Thailand, Timnas Indonesia menempatkan sembilan pemain dalam daftar 10 termahal, dipimpin Kevin Diks dengan nilai sekitar Rp100 miliar.
Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Thailand sudah lebih dahulu memastikan finis sebagai juara grup dan menantang Timnas Indonesia di babak final FIFA ASEAN Cup sebelum akhirnya kalah dari Filipina
88 Pati dan Pamen Dimutasi Sehari Setelah Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri hingga Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

88 Pati dan Pamen Dimutasi Sehari Setelah Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri hingga Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

Sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kapolri, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 pati dan pamen.
Selengkapnya

Viral