GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Dugaan Pelanggaran Putusan Perkara Tom Lembong, KY Bentuk Tim Khusus

Komisi Yudisial (KY) bentuk tim untuk mempelajari dugaan pelanggaran dalam putusan perkara mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.
Senin, 11 Agustus 2025 - 16:02 WIB
Tom Lembong dan Anies Baswedan
Sumber :
  • Tim tvOne/Julio

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Yudisial (KY) bentuk tim untuk mempelajari dugaan pelanggaran dalam putusan perkara mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.

Hal itu diungkap langsung oleh Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Joko Sasmito di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Senin (11/8/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tim sudah dibentuk, nanti dipelajari dugaan pelanggarannya ada atau tidak," kata Joko.

Kini, tim tersebut sudah mulai mempelajari soal putusan tersebut, namun analisa terhadap putusan tersebut memerlukan waktu karena tebalnya berkas putusan berjumlah lebih dari seribu halaman.

"Masalahnya dari tim laporkan ke kami, putusannya tebalnya seribuan (halaman) lebih, masih dianalisis ada atau tidak dugaan pelanggaran majelis hakim," ujarnya.

Menurutnya, saat ini KY masih menunggu hasil analisa tim tersebut, apabila memang ditemukan ada dugaan pelanggaran, maka KY akan menempuh tahap selanjutnya yakni memanggil para terlapor, dalam hal ini adalah tiga hakim yang menyidangkan perkara Tom Lembong.

Ketiga hakim yang dilaporkan tersebut yakni Hakim Ketua Dennie Arsan Fatrika dengan Hakim Anggota Alfis Setyawan dan Purwanto S Abdullah.

Sebelumnya, Tom Lembong menerima abolisi dari Presiden Prabowo Subianto dalam perkara importasi gula di Kementerian Perdagangan pada tahun 2015–2016.

Usai menerima abolisi tersebut, Tom Lembong resmi bebas dari Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta, pada 1 Agustus 2025.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Tom Lembong pidana 4 tahun dan 6 bulan penjara setelah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp194,72 miliar

Tindak pidana korupsi yang dilakukan Tom Lembong, antara lain dengan menerbitkan surat pengajuan atau persetujuan impor gula kristal mentah periode 2015–2016 kepada 10 perusahaan tanpa didasarkan rapat koordinasi antarkementerian serta tanpa disertai rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Atas perbuatannya, Tom Lembong juga dijatuhkan pidana denda sebesar Rp750 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar, maka diganti (subsider) dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah menerima abolisi tersebut, Tom Lembong melalui kuasa hukumnya, Zaid Mushafi, melaporkan ketiga hakim yang menyidangkan kasusnya ke Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.(ant)

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Asing Tak Habis Pikir, Performa Beckham Putra Bungkam Jadi Sorotan di FIFA Series 2026

Media Asing Tak Habis Pikir, Performa Beckham Putra Bungkam Jadi Sorotan di FIFA Series 2026

Media asing dibuat heran saat Beckham Putra membalas kritik dengan dua gol gemilang di FIFA Series 2026, membawa Timnas Indonesia tampil dominan.
Terpopuler News: Dedi Mulyadi Bebaskan Macet Diapresiasi DPRD Jabar, hingga Klaim Jusuf Kalla Bebaskan Kapal Pertamina

Terpopuler News: Dedi Mulyadi Bebaskan Macet Diapresiasi DPRD Jabar, hingga Klaim Jusuf Kalla Bebaskan Kapal Pertamina

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendapat Apresiasi DPRD Provinsi Jawa Barat. Fakta sebenarnya Klaim Jusuf Kalla Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz. 
Meski Dipanggil ke Timnas Indonesia, Nasib Jens Raven Masih Abu-abu di Laga Final FIFA Series 2026 Lawan Bulgaria Nanti

Meski Dipanggil ke Timnas Indonesia, Nasib Jens Raven Masih Abu-abu di Laga Final FIFA Series 2026 Lawan Bulgaria Nanti

Jens Raven resmi dipanggil ke skuad Timnas Indonesia untuk final FIFA Series 2026. Namun, peluang sang striker untuk tampil melawan Bulgaria masih belum pasti.
Mau Shalat Dhuha tapi Belum Hafal Surat Adh-Dhuha, Bolehkah pakai Surat Lainnya?

Mau Shalat Dhuha tapi Belum Hafal Surat Adh-Dhuha, Bolehkah pakai Surat Lainnya?

Shalat Dhuha sangatlah dianjurkan dalam agama Islam. Bagaimana jika kita belum hafal surat Adh-Dhuha, apakah boleh diganti surat lain?
Kronologi Bos Ayam Goreng di Bekasi Temukan Pegawai Dimutilasi Tanpa Tangan dan Kaki dalam Freezer

Kronologi Bos Ayam Goreng di Bekasi Temukan Pegawai Dimutilasi Tanpa Tangan dan Kaki dalam Freezer

Kronologi penemuan mayat termutilasi di dalam freezer kios ayam goreng di kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Bulgaria Akui Timnas Indonesia Beda 'Level', Ole Romeny Jadi Pemain Kunci, hingga Beckham Putra Dipuji Pelatih Brasil

Bulgaria Akui Timnas Indonesia Beda 'Level', Ole Romeny Jadi Pemain Kunci, hingga Beckham Putra Dipuji Pelatih Brasil

3 berita Timnas terpopuler: Bulgaria akui Garuda lebih berkelas, Ole Romeny jadi kunci kemenangan versi media Belanda, hingga Beckham Putra dipuji pelatih Brasil.

Trending

Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria tak habis pikir, bisa-bisanya Timnas Indonesia jauh tampil ganas di laga perdana FIFA Series 2026 ketimbang saat lawan Irak dan Arab Saudi.
Dedi Mulyadi Terkaget-kaget Saat Istri Ustaz Karawang Bongkar Fakta di Balik Dugaan Perselingkuhan: Ya Allah

Dedi Mulyadi Terkaget-kaget Saat Istri Ustaz Karawang Bongkar Fakta di Balik Dugaan Perselingkuhan: Ya Allah

​​​​​​​Dedi Mulyadi terkaget-kaget dengar pengakuan istri ustaz Karawang. Fakta baru dugaan perselingkuhan terungkap, kronologi pengeroyokan pun diluruskan.
Pelatih Brasil Blak-blakan soal Kualitas Beckham Putra, hingga Bintang Bulgaria Sadar Level Timnas Indonesia Lebih Berkelas

Pelatih Brasil Blak-blakan soal Kualitas Beckham Putra, hingga Bintang Bulgaria Sadar Level Timnas Indonesia Lebih Berkelas

Performa Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 benar-benar jadi sorotan. Mulai dari pujian hingga sorotan tajam, berikut rangkuman tiga artikel terpopulernya.
Dikira Penipu hingga Dimaki, Dedi Mulyadi Justru Balas dengan Senyuman dan Transfer Rp25 Juta

Dikira Penipu hingga Dimaki, Dedi Mulyadi Justru Balas dengan Senyuman dan Transfer Rp25 Juta

Dikira penipu hingga dimaki, Dubernur Jabar Dedi Mulyadi justru balas dengan senyuman dan transfer bantuan sebesar Rp25 juta.
Kades Sabajaya Blak-blakan ke Dedi Mulyadi, Ungkap Kronologi Ustaz Karawang Dikeroyok Akibat Dugaan Perselingkuhan

Kades Sabajaya Blak-blakan ke Dedi Mulyadi, Ungkap Kronologi Ustaz Karawang Dikeroyok Akibat Dugaan Perselingkuhan

​​​​​​​Kades Sabajaya blak-blakan ke Dedi Mulyadi ungkap kronologi ustaz Karawang dikeroyok. Fakta baru terungkap, ternyata bukan tertangkap tangan seperti isu viral.
Kabar Buruk untuk Bulgaria Jelang Final FIFA Series 2026: Kritik Pedas Menghujani Timnas Mereka

Kabar Buruk untuk Bulgaria Jelang Final FIFA Series 2026: Kritik Pedas Menghujani Timnas Mereka

Meski menang telak 10-2 atas Kepulauan Solomon, Bulgaria justru mendapat kritik pedas dari publik sendiri jelang final FIFA Series 2026 kontra Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia Dilanda Masalah Besar, John Herdman Kirim Pesan Penting untuk Suporter Garuda Jelang Hadapi Bulgaria

Timnas Indonesia Dilanda Masalah Besar, John Herdman Kirim Pesan Penting untuk Suporter Garuda Jelang Hadapi Bulgaria

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengirim pesan yang penting kepada para suporter. Sebab, skuad Garuda dilanda berbagai masalah menjelang duel melawan Bulgaria.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT