Lapas Pariaman Steril Narkoba: 680 Orang Tes Urine Masal, Hasilnya Nihil
- tim tvOne/Andri Saputra
Padang Pariaman, tvOnenews.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pariaman membuktikan komitmennya dalam memerangi peredaran gelap narkotika dan alat komunikasi ilegal. Sebanyak 680 orang yang terdiri dari seluruh petugas dan warga binaan menjalani tes urine mendadak pada Kamis (23/4/2026).
Hasilnya mengejutkan sekaligus melegakan, tidak ada satu pun (nihil) peserta tes yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.
Kegiatan yang diawali dengan ikrar bersama pemberantasan narkoba dan handphone ini diikuti oleh 91 pegawai serta 589 warga binaan. Kepala Lapas (Kalapas) Pariaman, Boy, menegaskan bahwa pemeriksaan ini bukan sekadar seremoni atau formalitas di atas kertas.
“Ini bukan kegiatan simbolis. Kami ingin memastikan secara faktual bahwa lingkungan lapas benar-benar bersih. Tes urine dilakukan kepada seluruh petugas tanpa terkecuali, baru kemudian warga binaan. Hasilnya nihil positif,” ujar Boy kepada tvOnenews.com, Kamis (23/4/2026).
Menurut Boy, integritas petugas adalah fondasi utama. Ia percaya bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bersih, para sipir dan staf harus menjadi contoh terlebih dahulu.
“Kalau ingin lapas bersih, petugasnya dulu harus bersih. Ini bentuk transparansi dan tanggung jawab moral kami kepada publik,” tegasnya.
Selain tes urine, pihak Lapas juga melakukan pengawasan ketat terhadap blok-blok hunian. Fokus utamanya adalah memastikan tidak ada telepon genggam (handphone) ilegal yang beredar, yang sering kali menjadi alat kendali peredaran narkoba dari balik jeruji.
Dengan jumlah warga binaan yang mencapai 589 orang, Boy mengakui bahwa menjaga ketertiban bukanlah perkara ringan. Namun, pihaknya terus memperkuat sistem pengawasan internal dan rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Langkah preventif ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan program Pemasyarakatan Bersih Narkoba (Bersinar). Boy menyatakan bahwa sterilisasi lapas dari barang haram adalah harga mati agar proses pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan maksimal.
“Pembinaan tidak akan maksimal kalau masih ada narkoba dan komunikasi ilegal di dalam. Kami tidak akan mentolerir pelanggaran. Jika ada oknum petugas atau warga binaan yang bermain, sanksi tegas sesuai aturan sudah menanti,” pungkasnya. (Asa.wna)
Load more