GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ibu Prada Lucky Ceritakan Detik-Detik Terakhir Sang Anak Sebelum Wafat, Akui Ada Aksi Pencambukan: Apa itu Wajar?

Ibu Prada Lucky ungkap detik-detik terakhir anaknya sebelum wafat, akui ada aksi pencambukan senior dan pertanyakan apakah kekerasan tersebut wajar.
Senin, 11 Agustus 2025 - 16:32 WIB
Ibu Prada Lucky
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Seorang prajurit TNI bernama Prada Lucky Chepril Saputra Namo tewas diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa tragis ini langsung menjadi sorotan publik, apalagi setelah pihak TNI menetapkan empat orang prajurit sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membenarkan penetapan tersangka tersebut.

“Saat ini dari sejumlah personel yang diperiksa, baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, sementara oleh penyidik Pomdam IX/Udayana sudah ditetapkan 4 orang tersangka dan dilaksanakan penahanan di Subdenpom IX/1-1 di Ende,” ungkapnya kepada wartawan.

Namun, meski perkembangan kasus ini sudah disampaikan ke publik, keluarga korban ternyata belum mendapatkan pemberitahuan resmi secara langsung dari pihak terkait.

Ibu Prada Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, mengaku belum menerima penjelasan detail mengenai penetapan tersangka tersebut.

“Mohon maaf, sampai sekarang kami pihak keluarga, terutama saya sebagai seorang ibu, belum ada penyampaian langsung kepada saya. Jadi saya juga belum tahu secara langsung dan jelas,” ujarnya, dilansir dari YouTube Kompas TV.

Sepriana mengisahkan bahwa komunikasi terakhir dengan anaknya mengungkapkan fakta mengejutkan.

Saat itu, Prada Lucky mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari para senior.

Bahkan, ia menduga jumlah pelaku sebenarnya lebih banyak daripada empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya itu kan tidak tahu, tapi kalau saya baca itu yang nama-nama itu sekitar 20 orang. Tetapi pelaku itu lebih dari 4 orang,” tegasnya.

Pernyataan yang paling menyayat hati datang ketika Sepriana menceritakan video call terakhir dengan anaknya.

Dalam percakapan tersebut, Prada Lucky mengungkapkan bahwa ia dicambuk oleh para seniornya.

Lebih menyedihkan lagi, tubuhnya penuh dengan luka-luka saat itu.

“Dia itu hanya menyampaikan waktu video call bahwa dia dicambuk sama senior-seniornya. Waktu saya video call dia di rumah mama angkatnya itu, badannya semua luka-luka. Apakah pantas seperti itu? Dan apakah wajar? Dari cara dia meninggal saja kita lihat semua luka-luka di sekujur tubuhnya. Apakah itu wajar? Itu sakit. Itu yang harus dipertanyakan,” kata Sepriana dengan nada getir.

Ia menegaskan, keluarganya hanya menginginkan kejelasan hukum dan keadilan.

Sebagai seorang ibu, Sepriana ingin kasus ini diselesaikan secara transparan dan adil.

“Jadi, kami minta kejelasan dari proses hukum ini. Buat kami keluarga korban, terutama saya seorang ibu, saya meminta keadilan. Saya membawa diri saya pribadi, saya tidak membawa siapa-siapa. Saya minta keadilan untuk diri saya dan juga anak saya yang sudah tiada,” tegasnya.

Saat ditanya sejak kapan sang anak mengalami perlakuan tersebut, Sepriana mengatakan bahwa Prada Lucky pernah bercerita soal “pembinaan” di lingkungan militer yang mewajibkan para junior menghafal nama-nama senior.

Jika gagal, mereka akan mendapat hukuman fisik.

“Kalau memang pembinaan-pembinaan itu sih, namanya kita di dalam institusi seperti itu memang kadang wajar. Dia bilang dia harus sering menghafal nama-nama senior,” jelasnya.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa kekerasan yang dialami anaknya jelas sudah melampaui batas.

“Dia sering cerita, ‘Mama, kami harus hafal nama senior. Kalau tidak hafal berarti nanti ditampar.’ Nah, itu mungkin saya masih maklumi seperti itu. Tapi kalau sampai dicambuk terus seluruh tubuhnya penuh luka-luka, memar-memar seperti itu, apakah itu wajar?” ujarnya dengan penuh penekanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisah pilu ini memunculkan pertanyaan besar tentang batasan pembinaan dan kekerasan di lingkungan militer.

Bagi keluarga Prada Lucky, semua yang mereka harapkan saat ini hanyalah kebenaran dan keadilan bagi almarhum. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Susah Payah Tumbangkan Khamzat Chimaev, Ini Daftar Cedera Sean Strickland Usai UFC 328

Susah Payah Tumbangkan Khamzat Chimaev, Ini Daftar Cedera Sean Strickland Usai UFC 328

Sean Strickland harus membayar mahal kemenangannya atas Khamzat Chimaev di UFC 328. Usai duel sengit tersebut, ia mengungkap mengalami sejumlah cedera serius.
Media Italia Bawakan Kabar Buruk kepada John Herdman Jelang FIFA Matchday, Jay Idzes Terancam Dicoret?

Media Italia Bawakan Kabar Buruk kepada John Herdman Jelang FIFA Matchday, Jay Idzes Terancam Dicoret?

Media Italia membawakan kabar buruk mengenai kondisi kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes. Pelatih John Herdman terancam tak bisa memanggilnya untuk FIFA Matchday.
Ini Tips Debat dan Public Speaking Ala Wapres Gibran untuk Josepha Alexandra Jelang Final Ulang Cerdas Cermat MPR

Ini Tips Debat dan Public Speaking Ala Wapres Gibran untuk Josepha Alexandra Jelang Final Ulang Cerdas Cermat MPR

Ia menyebut Gibran juga mendorong para peserta agar terus meningkatkan kemampuan akademik dan tidak berhenti berprestasi.
KSP Dudung Sebut Dua Dapur MBG Penuh Belatung di Jakarta Barat Disetop: Itu Tidak Layak!

KSP Dudung Sebut Dua Dapur MBG Penuh Belatung di Jakarta Barat Disetop: Itu Tidak Layak!

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengambil tindakan keras setelah menemukan kondisi memprihatinkan di dapur program MBG di Jakarta Barat..
Penampakan Tempat Peristirahatan Pendaki yang Baru Dibangun di Jalur Sembalun dan Senaru Gunung Rinjani

Penampakan Tempat Peristirahatan Pendaki yang Baru Dibangun di Jalur Sembalun dan Senaru Gunung Rinjani

Sejumlah rest shelter di tiap jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani dibangun Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang datang berkunjung.
KSP Ketemu Wamen Stella, Target SMA Garuda Cetak Alumni Oxford hingga Peraih Nobel

KSP Ketemu Wamen Stella, Target SMA Garuda Cetak Alumni Oxford hingga Peraih Nobel

Program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu disiapkan bukan sekadar sekolah unggulan biasa, melainkan mesin pembentuk generasi elite nasional

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Selengkapnya

Viral