Sambil menahan tangis, ibunda Prada Lucky buka suara soal kekejaman yang dialami anaknya sebelum meninggal dunia. Anaknya sampai dipaksa melakukan ini.
Sepriana Paulina Mirpey, ibunda anggota TNI mendiang Prada Lucky Chepril Saputra Namo sampai kini bertanya-tanya motif sang anak dituduh punya kelainan LGBT.
Ayah Prada Lucky, Pelda Chrestian Namo dikabarkan terkena skandal akibat tinggal bersama seorang wanita tanpa ikatan pernikahan yang sah. Hal ini dikonfirmasi..
Kasus tewasnya Prada Lucky Namo belum usai, seorang anggota TNI diduga meninggal dunia akibat dianiaya seniornya. Sidang menghadirkan 17 orang sebagai terdakwa
Prada Lucky Namo merupakan anggota TNI yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya seniornya pada bulan Agustus 2025 lalu. Ini update mengenai persidangan kasus tersebut.
Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, (Dirjen PDK HAM) Kementerian HAM RI, Munafrizal Manan, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang diduga akibat kekerasan oleh sejumlah oknum di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Eks Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman merespons kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang dianiaya seniornya.
Kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23)Â prajurit TNI AD dari Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terus bergulir.
Buntut dugaan malpraktik yang dialami seorang pasien Mimi Maisyarah (48) di RS Muhammadiyah Medan membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara. Bahkan
Baru-baru ini warga Medan menyoroti kasus dugaan malpraktik pasien Mimi Maisyarah (48), yang diduga terjadi di RS Muhammadiyah Medan. Sontak kabar tersebut juga
Publik soroti kasus dugaan malpraktik yang dialami pasien yang merupakan warga Jalan Tangguk Bongkar, bernama Mimi Maisyarah (48), di RS Muhammadiyah Medan.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara resmi melayangkan laporkan terhadap Pakar hukum tata negara, Feri Amsari yang diduga melakukan penyebaran berita bohong mengenai swasembada pangan.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menanggapi soal ucapan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang menyebut ada jasanya yang membuat Jokowi menjadi Presiden.