GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Danantara Berpotensi Dapat Suntikan Rp700 Triliun dari Pengambilalihan Saham BCA

Presiden Prabowo didorong membentuk tim khusus untuk usut megaskandal BLBI dan ambil alih 51% saham BCA yang diduga bermasalah sejak era Megawati.
Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:35 WIB
Ilustrasi - Gedung BCA
Sumber :
  • Viva.co.id

Jakarta, tvOnenews.com - Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Sasmito Hadinegoro, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah konkret menyelamatkan uang negara yang terkait megaskandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Salah satu langkah yang ia soroti adalah pengambilalihan kembali 51% saham Bank Central Asia (BCA).

Menurut Sasmito, Presiden Prabowo perlu membentuk tim khusus untuk membongkar dugaan keberadaan mafia keuangan di balik skandal yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemerintah punya hak untuk mengambil kembali 51 persen saham BCA, tanpa harus bayar," ujar Sasmito, yang juga menjabat sebagai Ketua LPEKN (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara), dikutip pada hari Jumat (15/8/2025).

Dugaan Rekayasa Akuisisi Saham BCA di Era Megawati

Sasmito menilai ada rekayasa dalam proses akuisisi 51% saham BCA oleh Djarum Grup, milik pengusaha Budi Hartono, pada Desember 2002 di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pada saat itu, kata dia, nilai saham BCA mencapai Rp117 triliun, sementara BCA tercatat memiliki utang kepada negara sebesar Rp60 triliun yang diangsur Rp7 triliun per tahun.

Langkah Jokowi yang Dinilai Harus Dilanjutkan Prabowo

Sasmito mengungkapkan bahwa di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, pernah dibentuk tim melalui Keputusan Presiden (Keppres) untuk menangani persoalan BLBI-BCA. Langkah ini, menurutnya, seharusnya dilanjutkan oleh Presiden Prabowo.

"Pemberian obligasi sampai sekarang masih berjalan per triwulan, dengan nilai yang sangat besar. Mungkin saat ini sudah mencapai Rp1.500 triliun," ujarnya.

Kisah Konfrontasi dengan BCA di Istana

Sasmito juga menceritakan pengalamannya pada 4 September 2018, saat dipanggil oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk dikonfrontir langsung dengan Direktur BCA.

Ia mengklaim telah memaparkan seluruh data terkait skandal tersebut dan pihak BCA tidak dapat membantah. Menurutnya, jika kasus ini diusut tuntas, aset senilai Rp700 triliun dapat masuk ke kas negara melalui Danantara Indonesia.

Siap Pimpin Satgas Pemberantasan Mafia Keuangan

Di tengah kondisi keuangan negara yang sedang sulit, Sasmito menawarkan diri untuk memimpin Satgas Pemberantasan Mafia Keuangan Negara jika diberikan mandat oleh Presiden Prabowo.

"Demi kepentingan NKRI, saya bersedia menjadi Ketua Tim Satgas," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika penegakan hukum dalam kasus ini jalan di tempat, akan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah, terlebih Presiden Prabowo telah menyatakan komitmen untuk memberantas korupsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Respons BCA

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BCA belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Sasmito Hadinegoro dan dugaan skandal BLBI-BCA tersebut. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Irwan Suwandi Didapuk Jadi Komisaris Injourney Hospitality

Irwan Suwandi Didapuk Jadi Komisaris Injourney Hospitality

Irwan Suwandi didapuk menjadi Komisaris PT Aerowisata Hotel & Resort sejak 2024 yang merupakan bagian dari unit usaha dari Garuda Indonesia Group pada sektor hospitality dan hotel management.
Gagal Ke Piala Dunia Tak Buat Kiper Naturalisasi Menyesal Jadi WNI, Ini Rencana Maarten Paes Bersama Timnas Indonesia Terungkap

Gagal Ke Piala Dunia Tak Buat Kiper Naturalisasi Menyesal Jadi WNI, Ini Rencana Maarten Paes Bersama Timnas Indonesia Terungkap

Maarten Paes tetap pada komitmennya untuk terus membela Timnas Indonesia dan membangun sepak bola di Tanah Air.
Rekrutmen Koperasi Desa Membludak, Menkeu Pastikan Gaji Pengelola KDMP Aman dan Tak Menambah Defisit APBN

Rekrutmen Koperasi Desa Membludak, Menkeu Pastikan Gaji Pengelola KDMP Aman dan Tak Menambah Defisit APBN

Menkeu Purbaya menegaskan dana untuk gaji KDMP tidak berasal dari tambahan alokasi anggaran baru, melainkan dari pos anggaran yang sebelumnya sudah tersedia.
Dedi Mulyadi Instruksikan Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat Lebih Proaktif Jaga Kawasan Hutan dan Perkebunan

Dedi Mulyadi Instruksikan Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat Lebih Proaktif Jaga Kawasan Hutan dan Perkebunan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi instruksikan bupati dan wali kota se-jabar lebih proaktif dalam menjaga kawasan hutan dan perkebunan.
Soal Pengelolaan Kebun Binatang, Danny Gunalen: Bukan Hanya Tentang Satwa, Tapi Membangun Kepedulian Masyarakat

Soal Pengelolaan Kebun Binatang, Danny Gunalen: Bukan Hanya Tentang Satwa, Tapi Membangun Kepedulian Masyarakat

Soal pengelolaan kebun binatang modern, CEO Faunaland Danny Gunalen menyebut hal itu bukan hanya tentang menghadirkan satwa.
Faunaland Ikuti Lelang Pengelola Bandung Zoo, Danny Gunalen Ungkap Konsep Hingga Singgung Parkir Liar dan Area Rekreasi

Faunaland Ikuti Lelang Pengelola Bandung Zoo, Danny Gunalen Ungkap Konsep Hingga Singgung Parkir Liar dan Area Rekreasi

Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat menargetkan proses lelang pengelola Bandung Zoo akan rampung pada 29 Mei mendatang.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral