News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mentan Bocorkan Penyebab Banyak Penggilingan Padi Kecil Gulung Tikar

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bocorkan alasan di balik banyaknya pabrik penggilingan padi kecil gulung tikar.
Minggu, 17 Agustus 2025 - 01:38 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman
Sumber :
  • YouTube TV Parlemen

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bocorkan alasan di balik banyaknya pabrik penggilingan padi kecil gulung tikar.

Bahkan, ia sampaikan, bahwa kondisi tersebut bukan fenomena baru, melainkan sudah terjadi sejak lama akibat ketidakseimbangan kapasitas giling dan produksi padi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amran menjelaskan saat ini terdapat tiga jenis penggilingan padi, yakni kecil, menengah, dan besar. Jumlah penggilingan kecil mencapai 161 ribu unit dengan kapasitas giling sekitar 116 juta ton per tahun.

Sementara itu, penggilingan menengah ada 7.300 unit dan penggilingan besar 1.065 unit.

Masalahnya, produksi padi nasional hanya sekitar 65 juta ton per tahun, jauh di bawah kapasitas giling yang tersedia.

"Kalau kapasitas 116 juta, kemudian produksi padi Indonesia hanya 65 juta ton. Idle (menganggur) enggak?" bebernya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Jumat (15/8/2025).

Lanjutnya menambahkan, masuknya perusahaan besar sejak 15-20 tahun lalu juga membuat posisi penggilingan kecil makin tertekan.

"Kapasitasnya kurang lebih 30 (juta ton), mendingan dengan besar itu 50 juta ton. Pertanyaanku, terganggu enggak yang kecil? Sudah, selesai jawabannya. Clear kan? Artinya, bahwasannya pabrik kecil tutup, itu sudah lama terjadi," ujarnya.

Menurut Amran, persoalan ini makin terasa karena produksi padi tidak merata sepanjang tahun. Dari Januari hingga Juni 2025, sekitar 70 persen produksi padi sudah digiling, yakni sekitar 42 juta ton.

Sisanya hanya 23 juta ton, sedangkan kapasitas giling seluruhnya mencapai 165 juta ton.

"Itu yang mau kapasitas giling terpasang adalah 165 juta besar, kecil, sedang. Pasti ada yang tidak kebagian kan? Yang besar harusnya tidak masuk mengganggu yang kecil," tuturnya.

"Karena yang kecil kalau dia beli Rp6.500, dia membeli Rp6.700, yang besar. Kalau dia naik Rp6.700, mereka beli Rp7.000. Artinya yang kecil, ekonomi kecil terganggu," jelasnya.

Namun, ia menilai masih ada peluang perbaikan pasar. Amran mencontohkan pengurangan pasokan beras premium di supermarket modern justru meningkatkan penjualan di pasar tradisional, sehingga penggilingan kecil kembali mendapat suplai.

"Alhamdulillah kalau dia kurangi, itu adalah berkah bagi penggilingan kecil dan pasar tradisional. Iya kan? Logikanya," katanya.

Amran juga menanggapi isu 40 persen penggilingan kecil yang tidak beroperasi. Menurutnya, kondisi itu wajar mengingat perbedaan kapasitas dan harga di pasar. Ia menyoroti praktik penjualan beras dengan harga jauh di atas seharusnya.

"Setelah itu diperparah lagi dengan harga kualitas yang tidak benar. Itu mengangkat harga. Karena harusnya harganya Rp12 ribu, dijual Rp17 ribu. Dan itu sudah berapa tersangka? Banyak tersangka kan? Paham? Kalau selisih Rp5.000 kali 1 juta ton, itu sama dengan nilainya Rp5 triliun. Rp5 triliun itu korbannya adalah konsumen. Dirugi konsumen," ucapnya.

"Jadi jangan lagi menulis bahwa ini tutup, ini tutup, ini tutup. Ya, ini kondisi dari dulu terjadi. Kami akan perbaiki. Kenapa kami berani perbaiki? Karena ada perintah langsung Bapak Presiden," tutur dia lebih lanjut.

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengakui sekitar 40 persen pabrik penggilingan padi tutup setelah aparat menindak kasus beras oplosan.

Data itu, kata dia, merujuk temuan Ombudsman RI di Karawang, Jawa Barat, di mana 10 dari 23 penggilingan berhenti beroperasi.

Sutarto menjelaskan pengusaha terbebani kenaikan harga pokok produksi (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kg, sementara harga eceran tertinggi (HET) beras tetap Rp12.500 per kg. Kondisi itu membuat banyak penggilingan sulit menutup biaya produksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi diperparah dengan keterlambatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta maraknya penindakan hukum. 

Sutarto menilai penggilingan kecil paling rentan berhenti beroperasi, meski pengusaha besar juga mulai kesulitan bahan baku. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buka Suara soal Skuad Pilihan John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026, Marc Klok Kirim Pesan Menyentuh untuk Timnas Indonesia

Buka Suara soal Skuad Pilihan John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026, Marc Klok Kirim Pesan Menyentuh untuk Timnas Indonesia

Marc Klok mengaku sedih tak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, tetapi tetap memberi dukungan penuh usai kemenangan atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026.
Anggota TNI, Polisi hingga ASN Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam Kota Bandung, Ini Jumlahnya

Anggota TNI, Polisi hingga ASN Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam Kota Bandung, Ini Jumlahnya

Dari hasil pemeriksaan dan razia, petugas gabungan menemukan sejumlah anggota TNI, Polri, dan ASN yang berada di lokasi tempat hiburan malam Kota Bandung..
Peruri Salurkan Bantuan ke Keluarga Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak di Selat Sunda

Peruri Salurkan Bantuan ke Keluarga Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak di Selat Sunda

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PERURI, Farah Fitria Rahmayanti, hadir mewakili manajemen perusahaan
Roy Suryo Ungkap Pesan Megawati Soekarnoputri Antar Guruh ke Peristirahatan Terakhir

Roy Suryo Ungkap Pesan Megawati Soekarnoputri Antar Guruh ke Peristirahatan Terakhir

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2013-2014 Roy Suryo katakan pesan yang disampaikan oleh Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri
Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya dan Air Bersih di SD Gunung Bayu Simalungun, Program Sekolah Energi Berdikari

Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya dan Air Bersih di SD Gunung Bayu Simalungun, Program Sekolah Energi Berdikari

Melalui program Sekolah Energi Berdikari, Pertamina NRE mengintegrasikan pemanfaatan energi surya dengan penyediaan akses air dan fasilitas sanitasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Sosok Penting di KTM Peringatkan Marc Marquez akan Ancaman Pedro Acosta yang jadi Tandemnya di MotoGP 2027

Sosok Penting di KTM Peringatkan Marc Marquez akan Ancaman Pedro Acosta yang jadi Tandemnya di MotoGP 2027

Marc Marquez disebut-sebut bakal menghadapi tantangan berbeda ketika Pedro Acosta menjadi rekan setimnya di Ducati pada MotoGP 2027.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral