GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

OTT Noel Bukan Kasus Baru, Apakah KPK Telusuri Pemain Lama Sejak 2019?

OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer ungkap jejak pemain lama di Kemenaker. KPK tracing aset, aliran dana miliaran, dan koordinasi dengan Kejaksaan Agung.
Jumat, 22 Agustus 2025 - 19:02 WIB
Immanuel Ebenezer Gerungan
Sumber :
  • Tim tvOne/Julio

Jakarta, tvOnenews.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel membuka tabir panjang praktik pungutan liar di tubuh Kementerian Ketenagakerjaan. KPK menyebut kasus ini bukan permainan baru, melainkan pola lama yang sudah berjalan sejak 2019.

Dari hasil operasi simultan, penyidik menyita 22 kendaraan roda dua dan roda empat, sejumlah aset lain, hingga aliran dana miliaran rupiah. KPK menegaskan praktik ini terkait pungutan penerbitan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang seharusnya hanya dikenakan biaya resmi Rp270 ribu, namun dipatok hingga Rp6 juta oleh oknum di kementerian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tracing Aliran Dana dan Aset

Dalam OTT ini, penyidik menyita 22 kendaraan bermotor roda dua dan empat, serta sejumlah aset lain. Aliran dana yang berhasil di-tracing menunjukkan nominal miliaran rupiah, termasuk penerimaan Rp3 miliar dan satu unit motor oleh Immanuel Ebenezer.

KPK mengungkap, kecepatan pengungkapan kasus ini berkat data transaksi yang telah dipetakan sebelumnya. “Terkait banyaknya kendaraan yang berhasil disita, itu hasil operasi simultan Rabu sampai Kamis di beberapa tempat, didukung PPATK yang memberikan data aliran rekening. Jadi tracing cepat karena data transaksi sudah jelas,” ujar Ketua KPK.

Deputi KPK menambahkan, laporan awal kasus ini berasal dari masyarakat, yang kemudian diperdalam dengan data PPATK sejak akhir 2024. “Dari hasil interview lapangan, diketahui aliran uang mengarah ke IEG sebesar Rp3 miliar plus motor, selain data rekening nominee dan aset lain,” ungkapnya.

Jejak Pemain Lama

KPK menegaskan praktik pungli ini tidak muncul tiba-tiba. Sejumlah pegawai lama Kemenaker disebut ikut bermain sejak 2019. Hal inilah yang membuat kasus Noel disebut sebagai bagian dari “permainan lama” yang selama ini tidak tersentuh.

Lebih jauh, penyidik KPK memastikan akan menelusuri kembali dugaan keterlibatan pihak-pihak lain di kementerian, termasuk kemungkinan pejabat struktural yang kini masih aktif.

“Soal ‘pemain lama’ atau pegawai lama, tentu akan didalami penyidik, termasuk kemungkinan penarikan ke tahun 2019 ke belakang,” ujar Ketua KPK dalam konferensi pers.

Hubungan dengan Kejaksaan Agung

Menariknya, dalam sesi tanya jawab, muncul dugaan bahwa salah satu pihak terkait sebelumnya sudah pernah diperiksa Kejaksaan Agung. Menanggapi hal itu, KPK menyatakan akan berkoordinasi dengan kejaksaan bila memang ada irisan kasus. 

“Kami fokus pada penyelidikan yang berkembang dari OTT, tetapi tidak menutup kemungkinan koordinasi lintas lembaga,” ujar Ketua KPK.

Pemerasan Bukan Suap

KPK menegaskan pasal yang digunakan adalah pemerasan, bukan suap. Alasannya, syarat dari para pemohon sebenarnya sudah lengkap, namun diperlambat bahkan tidak diproses jika tidak membayar pungutan. Situasi inilah yang membedakan dengan suap, di mana pemohon biasanya justru menawarkan uang agar berkas diloloskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nantinya, KPK juga akan menelusuri secara menyeluruh soal aliran dana yang didapat oleh Noel saat ini lantaran ia pernah menjadi Jokowi Mania dan Prabowo Mania saat pemilu beberapa waktu lalu. 

Dengan penangkapan Noel, publik menanti apakah KPK benar-benar mampu membongkar praktik pungli di Kemenaker yang disebut sudah menjadi “budaya lama”. Koordinasi dengan Kejaksaan Agung menjadi kunci apakah kasus ini akan melebar lebih jauh atau berhenti di level kementerian. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kampung Nelayan Merah Putih Dikebut, Industri Kapal Nasional Dikonsolidasikan di Bawah PT PAL

Kampung Nelayan Merah Putih Dikebut, Industri Kapal Nasional Dikonsolidasikan di Bawah PT PAL

Presiden Prabowo Subianto memutuskan mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus merombak tata kelola industri perikanan nasional.
Berapa Lama Jeong Ho-young Absen? Red Sparks Terpuruk di Liga Voli Korea

Berapa Lama Jeong Ho-young Absen? Red Sparks Terpuruk di Liga Voli Korea

Red Sparks kembali diterpa nasib sial setelah middle blocker andalan mereka, Jung Ho-young, mengalami cedera patah jari tengah kiri, berapa lama kah absen?
Misteri Kematian Pegawai PPPK RSPAU Halim di Pondok Gede: Polisi Ungkap Motif Sementara di Balik Aksi Sadis Pelaku

Misteri Kematian Pegawai PPPK RSPAU Halim di Pondok Gede: Polisi Ungkap Motif Sementara di Balik Aksi Sadis Pelaku

Tabir gelap di balik kasus pembunuhan NHW (31), seorang pegawai PPPK Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma, mulai tersingkap. 
Hasil Debut Minor Bersama Persib, Sergio Castel Minta Dukungan Bobotoh untuk Real Madrid-kan Diri di ACL Two

Hasil Debut Minor Bersama Persib, Sergio Castel Minta Dukungan Bobotoh untuk Real Madrid-kan Diri di ACL Two

Persib gagal mencetak kemenangan dari Ratchaburi FC di AFC Champions League Two 2025-2026 di Stadion Ratchaburi FC, Rabu (11/2/2026). 
KPK Periksa Ketua Kadin Surakarta, Dalami Pengaturan Lelang Proyek yang Libatkan Sudewo di Kasus DJKA

KPK Periksa Ketua Kadin Surakarta, Dalami Pengaturan Lelang Proyek yang Libatkan Sudewo di Kasus DJKA

KPK periksa Ketua Kadin Surakarta, Ferry Septha Indarto terkait kasus dugaan korupsi pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta di DJKA Kementerian Perhubungan.
Jokowi Diperiksa Polresta Solo untuk Lengkapi Berkas Perkara di Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Palsu

Jokowi Diperiksa Polresta Solo untuk Lengkapi Berkas Perkara di Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Palsu

Polda Metro Jaya beberkan alasan melakukan pemeriksaan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Polresta Solo terkait tudingan ijazah palsu.

Trending

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Nova Arianto resmi diganti sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 menjelang Piala Asia U-17 2026. Dia hanya ditunjuk untuk sementara dalam dua laga uji coba melawan China.
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1

Taisei Marukawa disebut-sebut berpeluang dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) membela Timnas Indonesia. Pemain asal Jepang itu hampir lima tahun
Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Tiga pemain asing Super League hampir eligible dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. John Herdman berpeluang mendapat tandem tajam bagi Ole Romeny di depan.
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Dalam arahan John Herdman, pencarian bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini radar Timnas Indonesia tertuju ke rekan setim Ragnar Oratmangoen di Belgia.
Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Ada satu amalan sunnah selalu dibawa Megawati Hangestri. Bisa menjadi contoh yang baik.
Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi diperiksa di Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore terkait laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan ijazah palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT