News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Para Pelaku Penculikan Kacab BRI: Diimingi Rp50 Juta hingga Ngaku Tak Tahu Akan Berujung Kematian

Kasus penculikan yang berujung pada kematian Kepala Cabang Bank BRI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat masih terus didalami oleh pihak kepolisian.
Selasa, 26 Agustus 2025 - 20:21 WIB
Pria berinisial AT, RS, RAH, dan EW yang diduga sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan kepala cabang BRI berinisial MIP (37) saat digelandang ke Polda Metro Jaya.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus penculikan yang berujung pada kematian Kepala Cabang Bank BRI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat masih terus didalami oleh pihak kepolisian.

Salah satu pelaku penculikan, Eras Musuwalo, melalui kuasa hukumnya, Adrianus Agau, mengaku tidak mengetahui bahwa aksi penculikan terhadap korban akan menyebabkan kematian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Adik kami Eras ini hanya diminta untuk menjemput paksa korban atas perintah seseorang berinisial F. Setelah penjemputan dan penyerahan korban, mereka (para pelaku penculikan) pulang. Beberapa jam kemudian, mereka dipanggil kembali dan saat itu korban sudah tidak bernyawa,” ujar Adrianus dalam keterangannya, Selasa (26/8).

Menurut Adrianus, Eras dan tiga rekannya hanya bertugas dalam klaster penjemputan paksa. Mereka mengaku tak mengetahui ada klaster eksekutor yang menyebabkan kematian korban.

“Mereka tidak tahu ini akan berakhir seperti ini. Kalau mereka tahu dari awal bahwa ini akan berujung kematian, saya yakin mereka pasti menolak,” tegasnya.

Adrianus juga menekankan bahwa para pelaku yang ia dampingi tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Klaster pelaku ini terputus pada penjemputan paksa. Mereka tidak tahu motif utama maupun siapa pelaku eksekusi sebenarnya,” katanya.

Diimingi Uang Rp50 Juta

Dalam pengakuannya, Eras dan rekan-rekannya juga menyebut bahwa mereka bersedia melakukan penjemputan paksa korban karena dijanjikan uang sebesar Rp50 juta.

Mereka baru menerima uang muka (DP) yang jumlah pastinya tidak disebutkan, namun dikatakan masih di bawah Rp50 juta.

“Mereka menerima pekerjaan ini karena tekanan ekonomi. Uang itu adalah imbalan atas jasa penjemputan dan nantinya juga untuk operasional pekerjaan lanjutan sebagai penagih utang. Tapi sebagian dari uang itu sudah disita penyidik,” jelas Adrianus.

Permohonan Maaf kepada Keluarga Korban

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adrianus yang ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh keluarga Eras, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pihak keluarga korban.

“Atas nama keluarga besar, kami meminta maaf sebesar-besarnya. Kami mengetuk pintu hati keluarga korban agar memahami bahwa adik kami juga menjadi korban dari permainan orang lain. Kami juga berharap Polda Metro Jaya segera mengungkap pelaku utama serta motif di balik peristiwa ini,” ujarnya. (rpi/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kubu Irawan Prakoso Persoalkan Status Tersangka Dugaan Korupsi Kilang Petral

Kubu Irawan Prakoso Persoalkan Status Tersangka Dugaan Korupsi Kilang Petral

Kejaksaan Agung (Kejagung) tetapkan tujuh orang tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan minyak mentah Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode 2008-2015 diantaranya Irawan Prakoso.
Catatkan Kemenangan Pertama di Final Four Proliga 2026, Darko Dobreskov Ungkap Kunci Kemenangan Popsivo atas JEP

Catatkan Kemenangan Pertama di Final Four Proliga 2026, Darko Dobreskov Ungkap Kunci Kemenangan Popsivo atas JEP

Jakarta Popsivo Polwan sukses menutup putaran pertama final four Proliga 2026 dengan hasil yang cukup manis.
Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan

Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan

Selebgram Lucinta Luna bicara nasib alat vital atau kelamin yang sudah diubah menjadi perempuan. Ia pasrah fisiknya tidak bisa kembali sebagai Muhammad Fatah.
Prabowo Ungkap Borok Praktik Korupsi di Dalam Birokrasi: Ada Pihak yang Bantu Curi Uang Negara

Prabowo Ungkap Borok Praktik Korupsi di Dalam Birokrasi: Ada Pihak yang Bantu Curi Uang Negara

Presiden RI, Prabowo Subianto secara terbuka mengakui masih adanya praktik pengkhianatan di dalam tubuh birokrasi pemerintah.
Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani soal pemerintahan Prabowo dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polemik ini memicu diskursus soal batas kebebasan berpendapat di ruang publik.
Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Presiden RI, Prabowo Subianto menyaksikan langsung momentum besar pengembalian aset negara dari praktik ilegal sektor sumber daya alam.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, bahwa hasil penyelidikan, tersangka sudah melakukan pengoplosan tabung gas sejak bulan Februari yang lalu.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, bertekad bawa sentuhan baru ke dalam tim yang ia tangani. Ia mengaku ingin terapkan pengalaman dan ilmu.
Selengkapnya

Viral