News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Andovi dan Jovial Da Lopez Ikut Unjuk Rasa hingga Bawa 17+8 Tuntutan ke DPR: Kita Mau Reformasi DPR Besar-besaran

Sejumlah influencer seperti Andovi Da Lopez dan Jovial Da Lopez ikut turun melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Senin (1/9/2025).
Senin, 1 September 2025 - 17:58 WIB
Andovi dan Jovial Da Lopez Ikut Unjuk Rasa hingga Bawa 17+8 Tuntutan ke DPR: Kita Mau Reformasi DPR Besar-besaran
Sumber :
  • tvOnenews - syifa

Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah influencer seperti Andovi Da Lopez dan Jovial Da Lopez ikut turun melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Senin (1/9/2025).

Dalam aksinya, Andovi membawa poster berisi puluhan tuntutan serta memakai topi kartun One Piece. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyebut topi itu sebagai bentuk protes untuk melawan ketidakbenaran, ketidakadilan, dan menuntut kebebasan.

Andovi menjelaskan pihaknya membawa 25 tuntutan yang berbasis tiga poin penting, yakni transparansi, reformasi, dan empati.

Dari total itu, 17 tuntutan untuk tuntutan jangka pendek yang harus diselesaikan dalam seminggu ini. Sementara itu, 8 tuntutan untuk jangka panjang yang harus dilaksanakan dalam setahun.

“Dalam seminggu kita minta 17 tuntutan ini dan 8 tuntutan jangka panjang. Ada, ada banyak,” ujar Andovi di lokasi.

Andovi menuturkan, salah satu tuntutan yang harus dilaksanakan seminggu ini adalah membentuk tim investigasi independen terkait korban kekerasan dan pelanggaran HAM oleh aprat.

“Tapi yang paling penting nomor 1 adalah bentuk tim investigasi independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amaruddin, maupun semua korban kekerasan dan pelanggaran HAM oleh aparat lainnya selama demonstrasi kemarin dengan mandat jelas dan transparan,” ujarnya.

“Intimya ini deadline-nya 5 September,” tambah Andovi.

Lebih lanjut, Jovi menambahkan pihaknya juga  menuntut reformasi DPR besar-besaran. Dia menyebut anggota DPR seharusnya bekerja untuk rakyat, bukan untuk ketua partai politik.

“Selama ini kita tahu, bahkan Ahmad Sahroni kemarin ngomong kok, eh KPK kalau mau nangkep, cover ketua partai dulu. Ini orang-orang DPR itu kerja untuk ketua partai atau kerja untuk rakyat?” kata dia.

Pihaknya menilai anggota DPR selama ini hany bekerja untuk ketua umum partai politik. Menurutnya, jika DPR serius bekerja untuk rakyat maka semua aspirasi atau tuntutan dari rakyat seharusnya bisa dijalankan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau kita benar-benar mau reformasi DPR besar-besaran, kerja untuk rakyat, titik. Itu doang yang kita inginkan. Sisanya nih kalau kerja untuk rakyat, ini semua pasti jalan kok. Sebenarnya itu,” jelas Jovi.

“Sekarang tuh kerjanya cuma untuk partai dan ketua partai. Jadi enggak bakal jalan ini. Semua enggak bakal jalan,” tambahnya. (saa/aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral