GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

7 Profil Singkat Pahlawan Revolusi yang Jadi Korban Tragedi G30S PKI

Dalam peristiwa G30S PKI ini terlibatlah Partai Komunis Indonesia (PKI), salah satu partai besar di Indonesia dan mempunyaI pengaruh besar juga terhadap...
Selasa, 2 September 2025 - 18:37 WIB
7 Profil Singkat Pahlawan Revolusi yang Jadi Korban Tragedi G30S PKI
Sumber :
  • Istimewa-pahlawan revolusi dari website desa buleleng

Jakarta, tvOnenews.com- Sebanyak tujuh anggota TNI disebut sebagai Pahlawan Revolusi. Mereka diculik, dan dibunuh pada tengah malam pergantian di tanggal 30 September menuju 1 Oktober yang disebut G30S PKI.

​​Tragedi G30S PKI, dikenal sebagai sejarah kelam yang berisi sebuah gerakan pengkhianatan yang dilakukan oleh sekelompok komunis untuk membunuh para perwira militer RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

7 Profil Singkat Pahlawan Revolusi yang Jadi Korban Tragedi G30S PKI
7 Profil Singkat Pahlawan Revolusi yang Jadi Korban Tragedi G30S PKI
Sumber :
  • Istimewa-pahlawan revolusi dari website desa buleleng

 

Dalam peristiwa G30S PKI ini terlibatlah Partai Komunis Indonesia (PKI), salah satu partai besar di Indonesia dan mempunyaI pengaruh besar juga terhadap masyarakat.

Kelompok ini dianggap menghasut beberapa kelompok masyarakat, dan memberi paham bahwa ideologinya membawa perubahan baik untuk negara.

Seperti diketahui, kelompok PKI ini mempunyai ideologi yang berbeda dengan ideologi Indonesia saat itu dan para militer RI terutama TNI-AD sangat menentang aliran atau paham komunis.

Alhasil, dalam pertentangan antara PKI dan TNI-AD menjadi penyebab terjadinya gerakan 30 September atau G30S PKI. 

Mereka yang seharusnya dilindungi, dan membela Pemerintahan Presiden Soekarno kala itu, ketujuh Pahlawan Revolusi itu justru dianggap penghalang kelompok PKI dan dibasmi.

1. Jenderal Ahmad Yani 

Dalam catatan sejarah yang dirangkum tvOnenews.com, kalau Jenderal Ahamd Yani jadi sosok pertama lebih familiar sebagai Pahlawan Revolusi menjadi korban G30S PKI.

Melansir dari Antara, Jenderal Ahmad Yani diketahui lahir di Purworejo pada 19 Juni 1922, Ahmad Yani adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) saat peristiwa G30S PKI terjadi. Dia dikenal dengan karakter jenderal yang tegas dan menentang pembentukan angkatan kelima yang diusulkan PKI. 

Ahmad Yani dibunuh di rumahnya oleh anggota Gerakan 30 September tapi jasadnya ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

2. Letjen S Parman

Pahlawan revolusi kedua, ada Letjen S Parman, dikenal sebagai seorang perwira tinggi Angkatan Darat yang menjadi salah satu korban penculikan dan pembunuhan dalam G30S PKI. 

Dia adalah anggota yang memiliki keahlian dalam bidang intelijen dan menjadi asisten intelijen KSAD Ahmad Yani, sehingga mengetahui rencana PKI dan juga menentang ide-ide PKI. Dia pun diculik dari rumahnya dan kemudian dibunuh oleh anggota G30S di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

3. Letjen Suprapto  

Pahlawan ketiga ada Suprapto yang lahir pada 20 Juni 1920 di Purwokerto. Dia dikenal sebagai seorang Deputi (wakil) Kepala Staf Angkatan Darat di Medan sekaligus perwira tinggi Angkatan Darat berpangkat Mayor Jendral yang dilantik di Jakarta. 

Suprapto pun juga disebut menentang ide-ide PKI dalam pembentukan angkatan kelima. Akhirnya, menjadi target PKI yang diculik dari rumahnya dan kemudian dibunuh oleh anggota G30S.

4. Letjen M.T. Haryono

​​​​Kemudian juga, ada Pahlawan Revolusi yaitu Mas Tirtodarmo Haryono atau M.T Haryono sebagai Letnan Jenderal Angkatan Darat yang juga menjadi korban dalam peristiwa ini.

Dia termasuk anggota TNI yang ahli dalam berbahasa asing seperti Inggris, Belanda dan Jerman sehingga ditugaskan menjadi anggota delegasi Indonesia saat Konferensi Meja Bunda bersama Inggris dan Belanda. Sebagai seorang diplomat militer, Haryono dekat dengan Soekarno namun tetap berprinsip ideologi antikomunis. Ia juga dibunuh di rumahnya oleh kelompok G30S PKI.

5. Mayjen D.I. Panjaitan

​​​​Pahlawan revolusi selanjutnya, ada putra dari daerah Balige, Sumatera Utara, yakni DI Panjaitan. Mengutip buku Major Jenderal Anumerta D. I Panjaitan, Drs. Mardanas Safwan, sebagaimana dikutip juga RRI. Pahlawan Revolusi, DI Panjaitan memiliki nama lengkap Donald Izacus Panjaitan, ia diketahui lahir pada 10 Juni 1925 di sebuah desa bernama Sitorang, Balige. 

DI Panjaitan lahir dari keluarga sederhana pengusaha kecil. Ayahnya bernama Herman Panjaitan dan ibunya Dina Pohon.

Tak disangka, sosoknya menjadi Pahlawan ini, ternyata gemilang dalam dunia pendidikan. Dia berhasil menjadi mentor (pembantu) kepala sekolah G. De Jong saat masih kelas 7.

Kemudian, dia juga punya karir kegemilangan militer yang dimiliki oleh DI Panjaitan sempat mengalami kendala, pangkat DI Panjaitan diturunkan dari Mayor menjadi Kapten.

6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
Lebih lanjut, ada Pahlawan Revolusi bernama Sutoyo yang lahir pada 28 Agustus 1922 di Purworejo. Sutoyo merupakan anggota berpangkat Mayor Jenderal yang bertugas sebagai Inspektur Kehakiman atau Jaksa Militer Utama dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI.

Sutoyo juga pernah bergabung bersama TKR dan bersekolah di staf dan komando Bandung tahun 1960 dengan pribadi yang disiplin dan teguh terhadap hukum. Sutoyo ditangkap oleh pasukan G30S dan dibunuh di Lubang Buaya.

7. Brigjen Katamso​​​​​​​

Terakhir ada, Pahlawan Revolusi bernama Brigadir Jenderal Katamso, ia lahir 5 Februari 1923 merupakan Komandan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta. 

Sosoknya juga dikenal sebagai perwira yang disiplin dan menentang keras ideologi komunis, sebelumnya ia pu mencurigai gelagat PKI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada saat G30S terjadi, Katamso juga ikut diculik, lalu dibunuh bersama Kolonel Sugiono oleh kelompok pemberontak PKI Yogyakarta dibawa ke Kentungan.(klw)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bek Asing Persib Jadi Pahlawan dalam Kemenangan PSM, Julio Cesar Akui Jadi Momen Terbaik 

Bek Asing Persib Jadi Pahlawan dalam Kemenangan PSM, Julio Cesar Akui Jadi Momen Terbaik 

Pertandingan pekan ke-33 yang digelar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Pare-Pare, Minggu (17/5/2026) seolah akan berakhir dengan skor 1-1. Tapi ketika laga memasuki menit ke-6 injury time babak kedua, Julio Cesar keluar sebagai pahlawan.
Bung Ropan Blak-blakan soal 5 Calon Naturalisasi Baru Timnas Indonesia, John Herdman Dinilai Masih Butuh Tambahan Pemain

Bung Ropan Blak-blakan soal 5 Calon Naturalisasi Baru Timnas Indonesia, John Herdman Dinilai Masih Butuh Tambahan Pemain

Bung Ropan akhirnya buka suara soal rumor lima pemain naturalisasi baru Timnas Indonesia. John Herdman disebut masih membutuhkan tambahan.
Tak Juga Limpahkan Berkas Perkara Kasus Kuota Haji ke Pengadilan, Ini Alasan KPK

Tak Juga Limpahkan Berkas Perkara Kasus Kuota Haji ke Pengadilan, Ini Alasan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya terkait penanganan kasus korupsi kuota haji 2023-2024.
Satu Pemain Diaspora Eropa Tiba-tiba Sudah di Indonesia, Bakal Dipanggil Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik?

Satu Pemain Diaspora Eropa Tiba-tiba Sudah di Indonesia, Bakal Dipanggil Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik?

Penyerang diaspora Eropa sudah tiba di Indonesia jelang FIFA Matchday Juni. Sinyal kuat dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk lawan Oman dan Mozambik
Peternakan Ayam di Probolinggo Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Peternakan Ayam di Probolinggo Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Kebakaran melanda sebuah peternakan ayam di Dusun Siwalan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, pada Selasa (19/5/2026) pagi.
Resmi, Timnas Malaysia Pinang Sosok Persib Ini untuk Jadi Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF

Resmi, Timnas Malaysia Pinang Sosok Persib Ini untuk Jadi Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF

Timnas Malaysia U-19 memanggil sosok yang sudah tak asing dengan sepak bola Indonesia.

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Politeknik IDN Bogor Buat Geger! Tampilkan Lulusan Beromzet Ratusan Juta hingga Hafal Al Quran

Politeknik IDN Bogor Buat Geger! Tampilkan Lulusan Beromzet Ratusan Juta hingga Hafal Al Quran

Politeknik IDN Bogor geger kembali di dunia maya. Pasalnya, baru-baru ini viral di media sosial hingga hebohkan kalangan mahasiswa, karena Politeknik IDN Bogor
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral